Oct 9

by Johny Rusly

Seorang profesor sedang membawakan pelajaran tentang bagaimana kata-kata dapat memberi pengaruh kepada seseorang.

Mahasiswa yang duduk di pojok kanan ujung belakang, mengacungkan tangan, berdiri, lalu menyatakan ketidak-setujuan terhadap pernyataan profesor.

Profesor dengan santai menjawab, “terima kasih atas tanggapannya, silahkan duduk kembali ANAK HARAM JADAH!”

Tidak hanya mahasiswa tersebut, seluruh kelas geger mendengar ucapan profesor. Gumanan suara, bagaikan dengungan lebah, memenuhi seisi ruangan.

Mahasiswa itu, dengan badan gemetar dan muka merah padam, duduk kembali.

Pas ketika badan mahasiswa tersebut menyentuh kursi, sang profesor berkata dengan suara yang lembut, “Maafkan saya, tadi saya salah memilih kata. MAUKAH ANDA MEMAAFKAN SAYA?”

Mendengar permintaan maaf profesor, wajah sang mahasiwa berubah. Ia kembali cerah. Sambil tersenyum ia menganggukan kepalanya.

Kemudian, sambil menghadap kepada seluruh mahasiswa di aula besar, profesor berkata, “hadirin sekalian, Anda baru saja melihat sebuah contoh nyata, bagaimana kata-kata dapat membuat perbedaan nyata dalam kondisi seseorang.”

“Yang saya lakukan hanya mengucapkan kata-kata. Pertama, saya mengucapkan kata ‘anak haram jadah’. Kedua, saya mengucapkan kata ‘maaf’. Seperti yang dapat Anda amati tadi, hanya dengan kata-kata, saya menciptakan dampak yang berbeda.”

*****************

Apa itu NLP

NLP adalah singkatan dari kata Neuro-Linguistic Programming.

Mungkin Anda memperhatikan bahwa ada sebuah dash diantara kata Neuro dan Linguistic. Sebentar lagi Anda akan mengerti gunanya “ – “ tersebut.

Setelah mengikuti kelas Lisenced NLP Master Practitioner, saya belum sepenuhnya mengerti apa itu NLP. Saya tahu bahwa NLP itu singkatan dari kata Neuro-Linguistic Programming, tetapi saya tidak mengerti apa itu Neuro-Linguistic Programming.

Saya tahu, tetapi belum mengerti apa itu NLP. Saya berusaha mencari pengertian, dan saya terbentur tembok. Definisi-definisi dari para pakar berbeda dan membingungkan saya. Memang, butuh waktu untuk mencerna pelajaran hebat seperti NLP.

Akhirnya, saya menemukan jawabannya, dari seseorang yang menamakan dirinya tukang Tipu dan tukang Bohong, aneh ya?

Anda mungkin merasa penasaran dan bertanya-tanya, mengapa saya belajar dari seorang tukang tipu dan tukang bohong. Hahaha, kita baru belajar tentang kata-kata. KangPuHOng itu hanya sebuah istilah, hanya sebuah kata. Tahukah Anda bahwa kata tukang tipu dan tukang bohong itu dapat berkonotasi positif dengan arti yang positif? Jika Anda tertarik, saya akan menceritakan kepada Anda di lain kesempatan.

Sekarang, mari kita kembali ke topik pengertian NLP yang ternyata sederhana itu.

*****************

Definisi NLP

NLP adalah singkatan dari kata-kata Neuro-Linguistic Programming.

Neuro = Syaraf / jiwa

Linguistic = bahasa, kata-kata

Programming = menata, menyusun.

“Secara harafiah, NLP dapat diterjemahkan sebagai pelakuan pemograman neuro (syaraf) menggunakan keahlian berbahasa (lingusitik).”

[Teddi Prasetya Yuliawan, The Art of Enjoying Life, Gramedia Pustaka Utama]

Fungsi Dash “-“

Anda tentu mencermati, bahwa ada sebuah dash diantara kata Neuro dan Linguistic.

Tanpa dash, Neuro dan Linguistic adalah kata-kata yang terpisah, yaitu syaraf dan bahasa / kata-kata.

Dengan dash, dua kata menjadi tersambung satu sama lain. Neuro-Linguistic adalah satu kata, yaitu ‘Bahasa Jiwa’ atau ‘Kata-kata jiwa’.

Seperti yang telah Anda lihat dari contoh diatas, tidak semua kata-kata memiliki reaksi yang sama. Beberapa kata memiliki reaksi yang biasa-biasa, tetapi ada kata yang memancarkan efek bombastis.

Jika profesor menyebut anak muda tersebut dengan sebutan ‘anak manis’ dan bukan ‘anak haram jadah’, dampak yang ditimbulkan pasti berbeda.

Cerita tentang profesor diatas menunjukan bahwa suasana hati atau susunan syaraf seseorang dapat diprogram, hanya dengan kata-kata. Bukan dengan kata sembarang kata, melainkan dengan kata-kata yang dimengerti oleh jiwa.

Karena tujuan NLP adalah memberikan manfaat bagi jiwa, maka Neuro-Linguistic Programming, dari sudut pandang yang lain, dapat juga berarti;

Ilmu menyusun kata-kata yang bermanfaat (kepada jiwa).

Apa itu kata-kata yang bermanfaat? Bagaimana kata-kata dapat merubah kehidupan seseorang? Kita akan melihatnya, tidak sekarang, tetapi nanti pada artikel berikutnya.

See you at the top!

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 9.7/10 (10 votes cast)
Mencari Pengertian NLP, 9.7 out of 10 based on 10 ratings
Ayo Bagikan Tulisan Ini!

3 Responses to “Mencari Pengertian NLP”

  1. beben Says:

    ooh jadi kalo belajar di tempat mahal, di hotel gak ngerti gitu yah arti NLP..percuma dwoong..

    Giliran di perkampungan ngerti…

    jadi males nih belajar di tempat mahal..cuma dapet musik meng gelegar gelegar doang yah

    apa ini artinyanya ?

  2. Erni Julia Kok Says:

    Pertama-tama saya ingin memberikan apresiasi kepada penulis artikel ini atas “ketelitiannya” memaknai tanda dash (-) antara neuro dan linguistik. Ya, memang betul, tanda sambung itu memberi makna linguistik menjadi sesuatu yang berbeda dengan linguistik sebagai bidang ilmu ketatabahasaan. Dash juga mencerminkan hugungan sebab-akibat pikiran (neuro/syaraf) dengan kata-kata yang kita pergunakan. Bravo. Memang belajar (untuk menanggapi komentar “beben”) merupakan proses yang berkesinambungan. Besar kemungkinan setelah belajar jadi bingung, itu tanda bagus! Artinya peserta tidak sekedar hadir badannya saja di kelas, melainkan juga dengan pikiran dan thus kecerdasannya serta antusiasme. Kalau orang menjadi males belajar, maka di mana pun dan kapanpun orang akan malas belajar.
    Kita juga perlu menyadari bahwa belajar NLP tidak sekedar belajar di kelas, tetapi setelah itu harus dipraktekkan, makanya di atas sertifikat disebut NLP Practitioner. Belajar NLP juga tidak pernah berakhir hingga seseorang mampu mengembangkan teknik-teknik/metode baru.
    So, teruslah belajar, entah itu namanya NLP atau PNL, PLN, LNP, NPL, LPN, atau apapun itu, buka hati dan pikiran untuk menerima wawasan baru.

  3. restuti Says:

    Setelah membaca tulisan di atas sy jadi sangat tertarik mempelajari NLP. Bisa beri info tentang jadwal NLP di Makassar?
    Oh iya,apakah cukup dengan kata2 saja mempengaruhi perilaku seseorang? Bagaimana faktor lain seperti penampilan, gerak-gerik, situasi lingkungan, dsbx ikut mempengaruhi perilaku seseorang?

Leave a Reply