by Irene Corry
Halo para pembaca sekalian, apa kabar semuanya? Rasanya sudah agak lama saya tidak menyapa anda sekalian lewat tulisan saya.
Baru-baru ini saya melakukan perjalanan menimba ilmu nun jauh di negeri seberang, yaitu tempat lahirnya NLP, Santa Cruz. Dan ini adalah perjalanan saya untuk yang ketiga kalinya ke Santa Cruz. Entah kenapa selalu ada rasa kerinduan, merasakan keaslian dan sensasi yang berbeda setiap kali kesana. Apalagi ruangan training yang kemarin kami tempati adalah ruangan dimana pertama kali dipakai oleh Gregory Bateson. Sebuah journey yang panjang akhirnya selesai juga dengan membawa kegembiraan dan puji syukur dengan mendapatkan sertifikasi Master Trainer yang untuk pertama kalinya diadakan oleh Roberts Dilts, Judith Delozier dan Deborah Bacon. Saya juga mendapat kepercayaan dari Dilts dan Delozier untuk beraffiliasi dengan mereka, bagaimana tidak, affiliasi ini adalah untuk yang pertama kalinya diberikan di Indonesia. Yang artinya, semua peserta NLP Practitioner dan Master Practitioner dari tempat saya akan mendapat sertifikasi dari NLP University yang langsung ditandatangani oleh Robert Dilts dan Judith Delozier.
Nah kembali ke pokok bahasan, apa sih “generasi baru” NLP itu?
Apa si yang dimaksud dengan Generasi Baru NLP? Koq pakai istilah generasi baru ya? Kenapa bukan perluasan/pengkayaan dari sebelumnya yang sudah ada?
Menurut Robert Dilts dan Judith Delozier, developer NLP Third Generation , evolusi NLP ke generasi baru muncul sebagai hasil dari pengaruh eksternal dan internal di lapangan. Pengaruh eksternal termasuk kenyataan bahwa orang butuh menyelesaikan masalahnya. Dunia terus berubah, kebutuhan dunia juga berubah dan solusi sebelumnya tidak sepenuhnya memuaskan. NLP selalu menjaga presuposisi “the map is not the territory“. Namun penting juga diperhatikan dalam banyak hal “the territory is not the territory” karena territory secara konstan selalu berubah. Apa yang dunia sebut mengenai NLP di abad ke-21 tentulah berbeda dengan tahun 1970-an saat NLP diciptakan. Adanya tantangan baru, kesempatan dan pergeseran fokus dari orientasi individu ke seluruh sistem atau yang disebut “field” .
NLP juga melakukan transformasi sebagai hasil pengaruh internal seperti pertumbuhan dan evolusi dari para developers dan praktisi dan juga lewat inovasi yang diperkenalkan orang-orang dari latar belakang yang berbeda yang memasuki dunia NLP. Seperti pada awal mulanya, praktisi NLP kebanyakan psikolog dan terapis. Namun belakangan ini, orang-orang datang dari berbagai jenis pekerjaan seperti coaching, management, seni, organisasi, pendidikan, hukum untuk mengikuti seminar atau training NLP.
Pengaruh internal lainnya dari evolusi NLP lewat praktek modeling secara terus menerus – mencari model faktor kesuksesan atau perbedaan yang membuat perbedaan antara pencapaian jelek vs rata rata; rata rata vs baik; baik vs konsisten hebat. Pencipta NLP John Grinder mengatakan “Jika Anda tidak tahu bagaimana caranya memodel, maka sesungguhnya anda tidak melakukan NLP”. Sebenarnya Bandler dan Grinder telah merujuk mereka sendiri sebagai “modelers”. Untuk itu ke depannya NLP selalu dalam proses modeling. Ini adalah mekanisme paling utama dimana NLP akan bertumbuh dan berkembang terus.
NLP mempelajari struktur pengalaman subyektif dan akan selalu memegang konsistensi akan maksud dan istilah tersebut. Dimana pada awalnya lebih fokus pada lingkungan, perilaku dan faktor kognitif yang mempengaruhi pencapaian manusia. Seiring dengan berjalannya waktu, NLP terus bertanggungjawab terhadap perubahan manusia dan dunia. Selama ada fenomena baru untuk dimodel, cakupan NLP akan meningkat dari waktu ke waktu, dan jika cakupannya meningkat, tentunya tools dan model baru akan ada untuk menciptakan generasi baru.
Manusia terus melakukan evolusi dan its never ending. Selama manusia berevolusi selalu ada penciptaan yang baru. Begitu juga dengan NLP, generasi baru yang disebut dengan generasi ke-tiga NLP. Dan tidak tertutup kemungkinan nantinya akan ada generasi ke empat, ke lima dstnya.
Lalu apa Generasi Ketiga tersebut? Ini pertanyaan yang kemarin banyak ditanyakan oleh NLPers waktu kita kumpul Bukber.
Apa yang membuat Generasi Ketiga berbeda?
Sebenarnya Generasi Ketiga NLP telah dikembangkan sejak tahun 1990an. Aplikasi generasi ketiga NLP adalah generatif, sistemik dan fokus pada isu yang lebih tinggi seperti identitas, visi dan misi. Dan di NLPU sendiri sudah mulai mengajarkannya beberapa tahun terakhir. Generasi ketiga NLP menekankan perubahan sistem secara keseluruhan dan bisa diterapkan pada organisasi, pengembangan budaya termasuk individu, keluarga dan team.
Semua generasi NLP fokus pada struktur dan fungsi dari “mind” (ini adalah esensi NLP). Dua generasi NLP sebelumnya lebih menekankan pada pikiran kognitif. Generasi ketiga NLP memperluas termasuk proses pada kedua somatic dan sistem dinamik yang lebih besar. ( contohnya ” field“) dalam total “unit mind” .
“Field” bagi Anda yang sudah belajar NLP dalam perceptual position adalah posisi ke-4.
Generasi ketiga NLP ini berinteraksi dalam tiga “mind” yang berbeda.
1. Cognitive mind yaitu otak
2. Somatic mind yaitu tubuh
3. “Field” mind yang datang dari koneksi dan hubungan kita dengan sistem yang lebih besar yang ada di sekitar kita.
Generasi ketiga NLP mengembangkan dan menjaga hubungan yang seimbang dan menyatu antara tiga pikiran untuk menghasilkan intelegensi multi dimensi dan jauh lebih dalam.
Semoga bermanfaat.
Salam Excellent
September 4th, 2010 at 6:32 pm
Bu Irene, tampaknya ini sangat menarik ya. Selama ini yang saya tahu, pembelajaran NLP di Jakarta (gak berani bilang Indonesia :p) baru seputar Cognitive Mind.
Saya mereka-reka, kayaknya dengan NLP generasi ke-3 ini, manusia akan lebih membumi (mohon dikoreksi bila kurang tepat).
September 5th, 2010 at 1:13 pm
Thanks Bu Irene atas artikelnya ini. Sangat memperdalam pengetahuan kami di bidang NLP….wah jadi ingin ikut nlp prac ibu nih….Salam kenal…
September 5th, 2010 at 1:15 pm
@Daniel : Bagaima ya supaya Bro Daniel dari INGIN menjadi BUTUH? Salam damai :p
September 7th, 2010 at 9:52 pm
@ Henry: Ya Pak Henry, generasi pertama dan kedua lebih mengarah ke cognitive mind, sementara generasi ketiga menggabungkan ke tiga mind,yaitu cognitive, somatic dan field.
@ Daniel: Salam Kenal juga Pak Daniel, you are mostly welcome to join our practitioner. Saya tunggu pendaftarannya ya….:)