Oct 25

by Jonwin Lee

Di suatu hari yang indah, “ Aku “ berada di sebuah mal didaerah kawasan Senayan dalam rangka mengadakan meeting makan siang dengan seorang pimpinan perusahaan untuk membicarakan proyek terbaru yang amat penting bagi perusahaan. Maklum baru belajar mengerjakan hal hal penting dalam hidup dan berusaha menjadi orang penting.

Pas udah mau selesai, kebetulan aku ngeliat cewek cakep dan seksi buanget, ya Tuhan indahnya ciptaanmu yang satu ini.

Ga tau gimana “ Aku terpesona amat sangat “ jadi “ aku “ ngikutin aja kemana cewek itu berjalan di Mal, dengan harapan aji mumpung bisa kenalan…. barangkali.

Saking asiknya “Aku” ngikutin jadi lupa ama waktu.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (14 votes cast)
Oct 19

by Hingdranata Nikolay

Tanyakan pertanyaan sederhana ini: “Berapa menit dalam keseharian normal Anda, Anda habiskan untuk memikirkan dan melakukan sesuatu untuk, dengan, atau bersama orang lain atau sesuatu?” Dan agar pertanyaan ini lebih fair untuk semua, maka kita tidak hitung orang-orang yang benar-benar di jalur profesi dan di waktu operasional seorang profesional. Kita hanya menghitung yang bersifat fun, luang, intermezo, bercengkerama, bercanda, melepas penat, dll.

Saya kasih hint. Katakanlah Anda punya seorang sahabat, si A. Anda setiap hari, rata-rata menelpon dia sekitar 15-30 menit 1 hari, ber-bbm atau ber sms ria dengan dia sekitar 30 menit 1 hari. Tidak jarang bertemu dan menghabiskan waktu sekitar 1-2 jam bersama dia setiap hari. Lalu ada juga si B, yangmana Anda telpon atau bbm atau sms sekitar 10-15 menit setiap hari. Atau si C juga sekitar 15 menit. Atau mungkin kelompok D dan E, di daftar chatting atau bbm Anda, masing-masing sekitar 15-30 menit setiap hari. Atau ber-facebook ria dengan si A, B, C, dan lainnya, sekitar 30-60 menit setiap hari. Atau melakukan hobby Anda, sekitar 1-2 jam sehari.

Saya agak perlahan-lahan di sini, karena saya tahu Anda hampir tidak pernah, atau bahkan tidak berani menghitung dengan cara seperti ini. Kenapa? Lihat saja angkanya. Dengan gambaran sederhana di atas, Anda bisa habiskan sekitar 5-6 jam untuk memikirkan dan melakukan berbagai hal dengan para sahabat Anda atau hobby Anda, setiap hari normal Anda. Kalau Anda mau kurangi waktu kerja (bagi yang bekerja), misalnya, 8 jam dan waktu tidur 8-9 jam, waktu bersih-bersih, 2 kali mandi dan berpakaian, dan 3 kali makan, maka waktu yang tersisa setiap hari normal adalah sekitar 6 jam. Bagi para wanita yang perlu waktu bersiap lebih lama, bisa sekitar 5 jam tersisa. Berarti? Sisa waktunya adalah untuk A, B, C, D, E, dan hobby di atas! Dan tidak ada sisa lagi!

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (7 votes cast)
Oct 10

by Henry Yonathan

Artikel ini diangkat dari sharing yang saya berikan di kantor saya untuk para sales force selama kurang lebih sekitar dua sampai tiga jam. Dalam waktu yang singkat tersebut, materi yang dibahas pun tidak terlalu banyak. Tentunya artikel ini tidak dapat menggantikan suasana kelas yang sebenarnya, dimana terdapat pembelajaran multi-sensorik yang lebih mempermudah pembelajaran.

Artikel ini akan dibagi menjadi tiga seri, yang merupakan fondasi untuk seri artikel saya selanjutnya mengenai praktek NLP dalam penjualan dan pemasaran di lapangan. Dimana pada seri pertama akan dibahas secara singkat apa itu NLP dan asumsi-asumsi yang menjadi fondasi dan roh NLP. Pada artikel kedua akan dibahas secara singkat pula apa itu Rapport dan penggunaannya. Dan artikel terakhir akan dibahas secara singkat seni linguistik dalam penjualan.

Lingkup Bahasan

Dalam artikel ini, saya akan membatasi lingkup pembahasan dengan mengasumsikan dua hal berikut ini :

  • Barang dan atau jasa yang Anda tawarkan kualitasnya sama dengan yang Anda janjikan atau promosikan.

    Saya kira, ini hal yang sangat mutlak Anda perlukan bila Anda ingin terjadi penjualan jangka panjang. Lain halnya bila Anda tidak ingin demikian, siapa yang tahu? Dalam artikel ini saya asumsikan Anda menginginkan terjadinya penjualan jangka panjang.

  • Perlunya Etika

    Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Artikel ini tidak akan mengajarkan etika ataupun teknik-teknik NLP untuk membangun etika (ada segelintir praktisi NLP yang menyebutkan dapat membangun etika dengan seketika, sementara saya tidak menganut paham demikian). Namun demikian pada seri artikel saya selanjutnya Anda akan saya ajak memahami konsekuensi-konsekuensi dari tidak beretikanya menggunakan teknik-teknik dahsyat NLP.

  • Penerapan NLP aplikatif dalam kaca mata dan pengalaman saya.

    Menerapkan NLP dalam dunia nyata atau kehidupan sehari-hari dapat berbeda dengan apa yang Anda baca dari buku ataupun pelatihan dikelas. Dan dalam artikel ini akan saya paparkan penerapan NLP dalam dunia nyata atau keseharian menurut kaca mata dan pengalaman saya pribadi.

Apa Itu NLP?

Saya tidak akan panjang-panjang bahas sejarah NLP dan apa itu NLP. Namun demikian, setidaknya Anda perlu mengetahui sedikit mengenai apa itu NLP.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (9 votes cast)
Oct 3

by Wahyudi Akbar

Dalam presuposis NLP yang pertama, The Map is not the territory, yang mana apa yang ada didalam pikiran kita belum tentu itu adalah kenyataan yang sebenarnya setiap orang punya peta pikiran-nya masing-masing… karena setiap orang menjalani kehidupan-nya masing-masing, sehingga membentuk peta-nya masing-masing dan apa yang ada di peta pikiran kita juga mempengaruhi cara pandang kita terhadap diri kita, orang lain dan dunia mempengaruhi bagaimana kita berprilaku ataupun bertindak. Cara pandang yang menghargai diri sendiri, orang lain dan kehidupan ini akan memberikan kita lebih banyak pilihan dalam menjalani kehidupan ini dan juga memberikan kita lebih banyak pilihan dalam berperilaku dan bertindak.

  • Cara pandang saya terhadap diri saya:

Bagaimana saya memandang diri saya?

Bagaimana saya me-label diri saya?

Bagaimana saya menilai kemampuan saya?

Bagaimana saya menilai saya diantara orang lain?

Jawab pertanyaan diatas dan lihat jawaban yang muncul

apakah jawabannya memuaskan anda?

Apakah membatasi anda?

Bila tidak sesuai keinginan anda..

Jawaban seperti apa yang memuaskan anda atau memberdayakan anda?

Resources apa yang anda perlukan untuk bisa menjadi jawaban yang anda inginkan?

dan apa yang perlu anda lakukan sehingga anda bisa menjadi dan yakin menjadi anda seperti jawaban yang anda inginkan?

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (12 votes cast)
Sep 23

by Adi Putera Widjaja

BUKU HARIAN ISTERI :

Malam Minggu, Dia bertingkah aneh. Sebelumnya kami berjanji bertemu di Cafe. Aku shopping seharian dengan teman-teman, sehingga mungkin dia kesal karena aku agak telat sampai di Cafe, tapi dia tak berkomentar.

Ngobrolnya nggak nyambung, jadi aku usul kita pergi ke tempat yang agak sepi supaya ngobrolnya lebih enak, dia setuju tapi tetap diam dan berjarak. Aku tanyakan apa yang salah – dia jawab, “Tak ada”. Aku tanyakan apakah kesalahanku yang membuatnya kesal. Dia bilang hal ini tak ada kaitannya dengan aku dan minta aku tidak perlu khawatir.

Dalam perjalanan pulang, aku bilang aku mencintainya. Dia cuma tersenyum tipis dan tetap menyetir. Aku tak mampu menjelaskan perangainya sore itu. Aku tak habis pikir kenapa dia tak menjawab, “Aku cinta kamu juga”. Sesampainya di rumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendaki aku lagi. Dia hanya duduk dan nonton di depan TV; dia terlihat jauh dan makin menghilang…..

Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Sekitar 10 menit kemudian, dia menyusul ke kamar. Aku nggak tahan lagi, kuputuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya, tapi dia langsung tertidur. Aku mulai menangis sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Hidupku serasa kiamat…

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 8.0/10 (9 votes cast)
Sep 20

by Tjia Irawan

Ide yang tertuang dalam NLP BUSINESS SERIES diinspirasikan dari pengalaman Penulis sebagai Executive Coach, Praktisi Bisnis, dan Praktisi Pengembangan Sumber Daya Manusia. Penulis percaya ada banyak hal yang belum lengkap yang seharusnya ada di dalam setiap artikel yang dibahas. Harapan penulis adalah NLP BUSINESS SERIES dapat menjadi seperti sebuah Operating System Komputer yang bernama LINUX dimana setiap orang yang memiliki KOMPETENSI tertentu dapat MENAMBAHKAN PENGETAHUAN dan pengalamannya ke dalam artikel ini sehingga artikel ini semakin kaya, semakin berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi para Pelaku Bisnis.

NLP BUSINESS SERIES

NEURO LOGICAL LEVEL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS

Neuro Logical Level atau selanjutnya penulis menyebutnya sebagai NLL saja adalah Metode NLP yang penulis sukai. Mengapa? Karena metode ini dapat diaplikasikan secara luas dalam berbagai area termasuk area bisnis. NLL sangat menarik diaplikasikan dalam dunia bisnis karena dapat diaplikasikan ke dalam konsep berpikir strategis. Konsep berpikir strategis inilah yang menjadi kunci bagi PERUSAHAAN untuk memenangkan persaingan. Bagi seorang Business Practitioner yang terlibat dalam pengambilan KEPUTUSAN STRATEGIS mungkin tanpa disadari apa yang penulis tulis ini sebenarnya telah dipahami dan diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 6.3/10 (4 votes cast)
Sep 17

by Issa Kumalasari

Apakah Anda menginginkan hubungan di mana Anda merasa benar-benar merasa “content” dan fulfilled , di mana pasangan pujaan Anda mendukung dalam segala hal yang ingin Anda lakukan?

Apakah Anda ingin dicintai, dihormati dan memiliki hubungan yang intim ? Sebuah hubungan di mana pasangan memegang dan menghormati nilai yang sama seperti yang Anda lakukan?

Neuro Linguistic Programming (NLP) memiliki cara membangun dan mempetahankan hubungan. Mengetahui Attraction Strategy pasangan Anda adalah wajib, karena setiap orang mempunyai strategy untuk tertarik pada seseorang. Dalam NLP anda di ajarkan agar mengertahui Attraction Strategy pasangan sehingga Anda dapat selalu memenuhinya untuk pasangan Anda. NLP bukan hanya mampu membantu Anda menemukan Deep Love Strategy dari pasangan, tapi juga mengetahui pemicu nya sehingga Anda dapat membuat pasangan anda selalu jatu cinta setiap hari hanya dengan mengaktifkan kembali deep love strategy dapat menambah keintiman dan membuat kehidupan pasangan menjadi berbunga.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
Sep 13

by Tjia Irawan

Ide yang tertuang dalam NLP BUSINESS SERIES diinspirasikan dari pengalaman Penulis sebagai Executive Coach, Praktisi Bisnis, dan Praktisi Pengembangan Sumber Daya Manusia. Penulis percaya ada banyak hal yang belum lengkap yang seharusnya ada di dalam setiap artikel yang dibahas. Harapan penulis adalah NLP BUSINESS SERIES dapat menjadi seperti sebuah Operating System Komputer yang bernama LINUX dimana setiap orang yang memiliki KOMPETENSI tertentu dapat MENAMBAHKAN PENGETAHUAN dan pengalamannya ke dalam artikel ini sehingga artikel ini semakin kaya, semakin berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi para Pelaku Bisnis.

NLP BUSINESS SERIES

NLP SCORE MODEL INTO BUSINESS ACTION

Business Practioner, setelah CAUSE dari sebuah SYMPTOM berhasil diidentifikasi dan juga telah ditetapkannya OUTCOME apa yang ingin dicapai berkaitan dengan CAUSE tersebut, maka tentunya ada hal lain yang perlu diperhatikan oleh para Pengambil Keputusan selanjutnya.

Pokok bahasan yang akan penulis kupas dalam kesempatan kali ini adalah tentang RESOURCE dan perannya di dalam ‘Pola Pikir NLP’ dari NLP SCORE MODEL.

RESOURCE

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
Sep 13

by Daniel Kurniawan

Setiap kali berkunjung ke kota Medan selalu saya mendapatkan sesuatu baru. Terlebih kunjungan terakhir ini. Terasa sangat spesial. Karena kami mengadakan sebuah pesta mangadati. Apa yang saya dapatkan dalam pesta mangadati? Sudah saya tuliskan dalam sebuah artikel. Bagi anda yang belum membacanya silahkan baca yang ini.

Masih dalam suasana kunjungan ke kota Medan. Kali ini saya mencoba membahas bagaimana kok orang Batak itu dapat mewariskan budaya adat mereka secara turun temurun. Tentu saja saya membahas dari sudut pandang NLP. Melalui pengalaman langsung, mengamati dan aktif bertanya kepada beberapa orang yang dituakan dalam adat Batak. Saya akhirnya menemukan sebuah jawaban bahwa apa yang dilakukan oleh orang Batak selama ini sangat NLP banget.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
Sep 7

by Wahyudi Akbar

It’s all belief all the way up – L. Michael Hall

Dalam sistem di diri kita, Belief itu seperti peraturan kehidupan bagi kita.

Contohnya:

Kalau kena hujan pasti sakit.

Saya orangnya minder

Saya tidak akan bisa berhasil

Saya orangnya tergantung mood

Saya pemalas

Apabila anda meyakini hal-hal tersebut maka otomatis akan mempengaruhi tindakan anda. Dan kemudian membatasi tindakan anda untuk menjalani hidup yang lebih produktif dan lebih berarti.

Belief muncul bisa berdasarkan pengalaman yang pernah anda alami maupun pengalaman orang lain yang anda lihat dan menurut anda masuk akal bagi anda. Dan kejadian ataupun pengalaman itu terjadi berulang-ulang dan anda mengatakan “Ya” pada kejadian tersebut sehingga menjadi keyakinan anda.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)