Dec 17

by Tjia Irawan

Acapkali ketika sedang melakukan sesi wawancara dengan para calon karyawan baru, saya kadang terkenang akan masa-masa awal ketika saya pertama sekali diwawancara untuk hal yang sama. Dimana pada waktu itu, selepas SMA saya memutuskan untuk bekerja dan menunda sejenak pendidikan di perguruan tinggi. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kursus perbankan singkat yang pada akhirnya mengantarkan saya bekerja pada sebuah bank swasta nasional. (baca kembali; G.R.O.W. Your Life: #1 di sini)

Sebuah hal yang tidak pernah terlupakan adalah pertanyaan tentang kesediaan saya ditempatkan di bagian keuangan? Waktu itu, saya dengan serta merta dan tanpa berpikir panjang berkata, “Ya, saya bersedia!” Padahal dalam surat lamaran tersebut saya melamar sebagai staf administrasi kredit sesuai dengan kursus perbankan yang saya ikuti. Entahlah, mungkin saya terlalu terinspirasi dengan pepatah tidak ada rotan akarpun jadi. Yang penting diterima bekerja dululah; yang lainnya biar bagaimana nanti saja.

Singkat cerita setelah diterima bekerja dan beberapa kali pindah unit kerja, akhirnya saya pun menduduki posisi sebagai orang yang memiliki peran dan tanggung jawab sebagai pengelola SDM di perusahaan tempat saya bekerja.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
Dec 11

by Tjia Irawan

Bagi saya kadang hidup ini membingungkan. Apalagi kalau kaitannya dengan mencari pasangan hidup. Untuk urusan yang satu ini, Anda dipersilahkan menilai saya agak narsis. Memang, saya bukanlah orang yang sulit untuk mendekati dan memulai sebuah hubungan dengan lawan jenis. Sebaliknya begitu mudahnya kawan-kawan wanita silih berganti mewarnai perjalanan hidup saya. Namun apakah dengan begitu mudahnya pula saya mencari pasangan hidup? Disinilah saya kena batunya!

Berbicara mengenai pasangan hidup artinya adalah orang yang akan berpasangan dengan saya untuk mengarungi lautan kehidupan bersama-sama.

Apabila saya ditanya ingin istri yang seperti apa? Secara jujur saya akui ketertarikan terhadap faktor fisik tertentu yang akan keluar menjadi jawabannya. Saya pikir, saya tidak sedirian. Coba saja amati realty show yang lagi naik daun; Take Me Out Indonesia. Begitu kandidat yang muncul tidak menarik secara fisik, langsung tanpa ampun pada mematikan lampunya.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
Dec 8

By: Antonius Arif, SE, MM, CH, CHt, CI, MNLP, MTLT

School of Mind Reprogramming, Master Trainer

Sering banyak pertanyaan dari seseorang, bagaimana caranya agar selalu termotivasi secara terus menerus? Dan bagaimana caranya agar kita maupun orang lain yang bisa jadi itu adalah karyawan kita, keluarga kita bahkan anak kita termotivasi untuk melakukan sesuatu? Caranya sebenarnya mudah dan sederhana.

Caranya adalah bila dalam manajemen dikenal dengan yang namanya Punishment  (hukuman) dan Reward (hadiah), sedangkan saya pernah juga membaca diwikipedia yang namanya konsep Carrot dan stick. Apa sih idiom dari kata itu? Yang jelas walau carrot itu artinya wortel bukan kita menjadi kelinci yang untuk memakan wortelnya hehehe….  Idiom dari Carrot dan Stick adalah suatu aturan yang menawarkan suatu kombinasi berupa hadiah (carrot) dan hukumkan (Stick) untuk mendorong menuju perilaku tertentu. Bila ini digambarkan adalah seperti bila anda menunggani seekor keledai dan bagaimana cara supaya keledai itu mau berjalan? Yang harus dilakukan adalah bila tidak dipukul pantatnya ya dikasih wortel dengan diikat disebuah batang kayu lalu dijulurkan ke mulutnya keledai tersebut sehingga dia mau berjalan.

Bagaimana dengan konsep dari NLP, konsepnya cukup sederhana yaitu di NLP mengenal yang namanya konsep Toward dan Away. Nah, ini apalagi konsep toward dan away? Konsepnya tetap sama dengan konsep diatas, yaitu Toward adalah mengejar atau mendekati sesuatu dan away adalah menghindari akan sesuatu yang membuat atau mengarahkan ke perilaku tertentu. Wuihh, gimana cara aplikasinya? Caranya sangat simpel dan sederhana.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 9.7/10 (3 votes cast)
Dec 4

by Tjia Irawan

Topik yang berhubungan dengan cita-cita sepertinya tetap saja menarik untuk dikupas dan dibahas, apalagi jika dihubungkan dengan resolusi tiap tahun yang mungkin Anda buat. Sebelum lebih jauh, bolehkah saya mengajak Anda ke suatu masa dalam kehidupan Anda? Masih ingatkah akan cita-cita anda ketika berumur di bawah 6 tahun? Lalu apa cita-cita anda ketika masih duduk di bangku sekolah dasar? Ketika duduk di bangku SMP atau SMA? Dan ketika anda duduk di bangku kuliah? Apakah cita-cita Anda semakin besar atau Anda melakukan sejumlah penyesuaian dengan fakta kehidupan?

Ketika saya berumur 6 tahun, saya bercita-cita jadi dokter. Mungkin anda akan tersenyum mendengar cita-cita saya tersebut. Karena boleh jadi Anda pun memiliki cita-cita yang sama sewaktu kecil. Kenapa begitu? Mungkin anak-anak pada umumnya belum memiliki ide yang beragam tentang cita-cita. Apalagi bagi seorang anak yang sering sakit-sakitan; orang yang paling sering ditemui tiap bulan adalah seorang dokter.

Gambaran tentang seorang dokter itu seperti apa; bagi saya sendiri ketika itu juga tidak jelas. Yang saya tahuseorang dokter senang berpakaian putih dan lalu hobinya menyuntik pasiennya. Saya juga belum tahu apa enaknya kalau saya menjadi dokter atau tidak enaknya menjadi dokter. Pokoknya kalau ada yang bertanya ingin jadi apa ketika dewasa nanti, maka jawabnya adalah jadi dokter.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
Nov 1

by dr. Stefanus Isaac Tamzil

Terapi Konyol ala NLP – Terakhir

Baru kali ini perasaan saya begitu lelahnya, padahal pada awalnya saya begitu antusias untuk memulai diskusi. Emosi saya dipermainkan terus menerus sehingga saya sudah tidak sabar untuk segera mengakhiri debat yang sepertinya tidak berkesudahan ini. Apalagi ketika Coach mulai menyinggung lagi perbedaan antara ‘Gejala Utama’ dengan ‘Penyebab Utama’.

Merasa punya jawaban yang tepat, saya kembali bertanya. “Lho, kalau seseorang datang dengan ‘Phobia kecoa’. Penyebab utamanya ya pasti kecoa lah. Memangnya ada yang lain?”

Tiba-tiba Coach mengubah posisi duduknya sembari bertanya “Bagaimana jika ‘kecoa’ itu adalah ‘metaphor’ dari ‘Penyebab Utama?’

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 8.9/10 (9 votes cast)
Oct 12

by dr. Stefanus Isaac Tamzil

Terapi Konyol ala NLP

Pikiran saya melayang jauh ke masa-masa ketika saya masih menjadi mahasiswa kedokteran ketika Coach mengatakan, “Waktu kamu kuliah kedokteran dahulu apa sich yang disebut “Sembuh”; Yang diajarkan oleh guru kamu? Jangan-jangan kamu ini waktu kuliah dulu ‘Kurang Belajar’ sehingga sekarang jadi ‘Kurang Ajar’ sama pasien “

Saya yang sudah dari tadi sangat sebal menjawab sekenanya, “Sembuh itu kalau sakit dari si pasien sudah hilang.”

Coach bertanya lagi, “Jadi kalau seseorang datang dengan keluhan ‘panas badan’ , apakah dapat dikatakan sembuh jika panasnya sudah hilang?”

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 10.0/10 (7 votes cast)
Oct 5

by Antonius Arif

Saya menemukan salah satu kasus klien yang cukup simpel dan kadang bila saya pun diawal karir saya sebagai Hypnotherapist dan Mind Therapist suka tergoda untuk langsung mengeksekusi secara langsung tanpa bertanya lebih lanjut dan lebih dalam.

Karena saking simpelnya, ternyata bukan saya saja yang bisa melakukan itu, bahkan seorang Hypnotherapist yang cukup terkenal di negeri seberang pun bisa melakukan kesalahan yang sama. Kasusnya hanya soal percaya diri dalam public speaking. Na, kebetulan klien saya ini sudah pernah diterapi di negeri seberang dengan salah satu hypnotherapist ternama dan juga instruktur Hypnotherapist terbaik di dunia. Karena mungkin mereka menganggap kasus ini mudah, beliau hanya melakukan sugesti secara langsung dan melakukan object imagery.

Memang sih, dia merasa lebih baik sedikit tetapi masalahnya tidak terselesaikan dengan baik. Lalu, saya mencoba untuk melakukan behavioral assement serta hypno analisis dan ternyata masalahnya tidak disana. Masalahnya ada dimasa kecilnya dia dan segera saya melakukan teknik hypnotherapeutic regresi, informed child technique serta forgiveness therapy serta saya lanjut ke future timelinenya dia. Apa yang terjadi? Dia merasa jauh lebih baik dan lebih baik dari sebelumnya. Dan saya tidak lupa untuk memasukan unsur teknik spinning serta anchor.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 9.7/10 (3 votes cast)
Sep 28

by dr. Stefanus Isaac Tamzil

Terapi Konyol ala NLP

Suatu pagi di sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, saya bersua dengan salah seorang trainer yang cukup dikenal di lingkungan ranah NLP Indonesia. Lalu kami pun berbicang-bincang tentang banyak hal yang menyangkut dunia NLP, hingga kemudian terlontarlah sebuah pernyataan dari bibir beliau yang membuat saya cukup kaget.

Pada awalnya saya menganggap bahwa hal itu hanyalah sebagai sebuah guyonan belaka. Tapi kemudian saya mulai menjadi serius ketika sang trainer tersebut mengatakan bahwa pernyataannya tersebut dikutip dari website yang beralamat di www.nlpisnottherapy.com, dimana pada website tersebut dijelaskan bahwa menurut Richard Bandler, NLP bukanlah terapi!

Karena sangat penasaran, maka saya pun berkunjung ke sana untuk mempelajari lebih lanjut. Jangankan mendapatkan jawaban, malah saya bertambah bingung. Yang menjadi pertanyaan adalah bukankah NLP itu hasil dari memodel beberapa therapist terkenal?

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 8.9/10 (7 votes cast)
Sep 14

By :Antonius Arif

Saya ingin menceritakan suatu teknik hipnosis yang simpel dan dapat digunakan untuk pain management untuk anak-anak. Dan salah satunya teknik bercerita yang menyenangkan dan menonton film kegemaran dia.

Ini ceritanya :

Sekitar beberapa waktu yang lalu, anak saya senang sekali bermain sepeda dan baru belajar bermain sepeda. Wuihhhh betapa menyenangkannya bermain sepeda. Bisa dibilang, sudah jatuh berkali-kali dan tetap aja persistence dan antusias untuk bermain kembali, sampai-sampai istri saya cemas karena kakinya sudah banyak luka dikaki kiri dan kaki kanan serta tangannya.

Dan setiap istri saya yang mengobati lukanya, pastilah anak saya “berantem” dengan anak saya.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 8.3/10 (3 votes cast)
Sep 9

By : Antonius Arif

SUKSES ada POLA nya dan GAGAL pun ada POLA nya. Manusia hiduppun ada POLAnya. Ini saya sadari setelah saya mempelajari ilmu Neuro Linguistic Programming. Dimana dalam NLP ini ada suatu ilmu yang namanya Strategi.

Pada suatu ketika saya sedang melakukan in house training, saya melakukan demonstrasi didepan para peserta. Saya panggil peserta yang bisa dianggap sukses dalam penjualan barang door to door. Nama peserta tersebut sebut saja Eva. Dan saya segera meng-elicit atau bahasa kerennya mencacah strategi sukses dia.

“Eva, coba diceritakan pengalaman anda sukses menjual banyak satu hari itu dan apa yang anda lakukan ketika anda bangun pagi hingga anda mau berangkat menuju ke kantor”

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 7.3/10 (4 votes cast)