Mar 30

by Irene Corry

Para pembaca yang berbahagia.

Kali ini saya akan menulis artikel bagaimana mengaplikasikan NLP dalam dunia Pekerjaan. Artikel ini akan dalam bentuk beberapa seri yang semuanya aplikatif berdasarkan pengalaman saya di organisasi lebih dari 15 tahun. Saya sendiri terbuka jika ada pembaca ingin memberikan pikiran, ide, saran dan membagikan pengalamannya untuk melengkapi dan menambah wawasan baru. Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan dan membantu meningkatkan produktifitas dalam pekerjaan anda.

Alirkan ENERGI Anda kearah yang memberDAYAkan”

Pernahkah Anda merasakan satu hari dimana Anda sangat semangat, termotivasi dan produktif? Apapun yang Anda kerjakan hari itu beres dan lancar semua. Atau sebaliknya Anda pernah merasakan satu hari dimana Anda merasa loyo dan malas? Apapun yang Anda kerjakan hari itu tidak ada yang beres dan Anda merasa stuck tidak tahu harus melakukan apa? Saya yakin ada saja di lingkungan kantor kita ada yang mengalami kedua hal tersebut. Lalu apa perbedaan yang membedakan kedua hal tersebut? Padahal yang dikerjakan sama dari hari ke hari, jumlah dan jenis pekerjaan sama, orang yang menjalankan juga tetap sama. Orang yang sama dengan pekerjaan yang sama, tapi bisa memberikan hasil yang berbeda-beda.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 8.5/10 (4 votes cast)
Mar 24

by Tjia Irawan

Apa yang menarik dari sebuah Taxi? Buat saya Taxi memberikan pembelajaran yang menarik. Seseorang hanya dapat menghentikan dan kemudian menumpang Taxi yang lampu petunjuk yang terletak pada bagian atas Taxi menyala. Lampu petunjuk tersebut menunjukan bahwa Taxi tersebut kosong dan Anda dapat menghentikannya kemudian menumpang menuju tempat tujuan Anda.

Mengamati Taxi sama seperti mengamati sebuah kesempatan. Taxi mungkin berlalu-lalang di depan anda namun kalau lampu petunjuk Taxi tidak menyala maka Taxi tersebut bukan buat Anda, demikian pula dengan kesempatan. Ada kalanya sebuah kesempatan seolah-olah bukan milik Anda karena orang lain sudah terlebih dahulu meraihnya.

Untuk menghentikan Taxi, Anda perlu tahu di jalan mana banyak Taxi yang lalu-lalang. Anda tidak mungkin menanti Taxi di jalan sempit yang mobil tidak dapat memasukinya. Anda juga tidak dapat menantikannya di jalan buntu. Anda perlu berjalan menuju jalan raya di mana banyak Taxi berlalu-lalang. Demikian pula kesempatan, Anda perlu pergi dan menuju tempat di mana kesempatan itu ada. Anda tidak mungkin mendapatkan kesempatan hanya dengan menanti dengan bermalas-malasan di dalam rumah karena kesempatan tidak berada disana. Anda tidak mungkin mendapatkan kesempatan hanya dengan mengerjakan tugas Anda sebatas yang ditanggungjawabkan kepada Anda karena kesempatan tidak ada disana. Kesempatan ada di jalur dimana setiap prestasi Anda dilihat karena itu pastikan diri Anda berada pada jalur tersebut.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 8.4/10 (5 votes cast)
Mar 11

by Tatang Akasa

Setiap hari setiap orang pasti menghadapi masalah. Bahkan satu masalah belum selesai, masalah yang lain sudah muncul, yang kalau muncul tidak jarang membuat orang kesulitan dan membuat orang menjadi stress. Sebenarnya apa sih masalah itu? Saya akan menjelaskannya dengan rangkaian cerita yang dalam Neuro-Linguistic Programming (NLP) disebut dengan nama nested loops.

Seorang ibu paruh baya memiliki dua orang anak, yang satu berjualan payung dan yang satu lagi berjualan es krim. Setiap hari ibu ini kelihatan murung dan bersedih hati. Pada waktu hari terik ia bersedih mengingat anaknya yang berjualan payung tidak laku barang dagangannya. Dan pada saat hari hujan, ia juga bersedih mengingat anaknya yang berjualan es krim tidak laku barang dagangannya. Demikian setiap hari ia selalu bersedih mengingat kedua anaknya tersebut.

Di tempat yang lain, ada seorang bapak dengan lima orang anak yang baru saja melalui hari yang sangat berat. Ia baru saja di PHK karena kantor tempatnya bekerja harus tutup karena keadaan perekonomian yang memburuk akibat dari imbas krisis ekonomi global. Ia sangat stress memikirkan nasib lima anaknya yang masih kecil-kecil dan masih sekolah. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk menyambung hidup sementara hutang sudah gali lubang tutup lubang. Dalam perjalanan pulang ke rumah, ia menaiki sebuah angkot yang kosong dan ia termenung meratapi nasibnya yang sangat buruk tersebut. Tidak lama kemudian naiklah seorang bapak dengan dua anaknya yang masih kecil ke dalam angkot tersebut. Mula-mula mereka duduk dengan tenang namun tidak lama berselang kedua anak kecil tersebut membuat kegaduhan. Mulai dari bercanda, berteriak dan bermain sesuka mereka. Hal ini sangat mengganggu bapak yang baru saja kena PHK tadi dan membuatnya naik pitam dan berkata kepada bapak dari kedua anak itu untuk mendiamkan kedua anaknya yang sangat berisik.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 9.0/10 (5 votes cast)
Mar 7

by Wahyudi Akbar

Sabtu dan Minggu kemarin (26-27 Feb 2011), saya mengalami pembelajaran NLP di padepokan Subang, tempat dimana tetua – tetua NLP di Indonesia bersemedi, Pak Saiful Bachri (Kang Puhong) dan dr. Stephanus Tamzil (Bos Ngapusi).

Melalui tulisan ini saya ingin berbagai akan apa yang saya pelajari disana. Dalam pembelajaran disana, saya mendapatkan pemahaman bahwa untuk menjadi ahli dalam sebuah bidang ilmu, saya perlu benar-benar memahami apa yang saya pelajari, bukan hanya sekedar tahu; memahami ilmu tersebut sampai seakan-akan menyatu dalam seluruh tubuh saya, bukan hanya sekedar di kepala atau diawang-awang.

Pada saat saya benar-benar sudah memahami apa yang saya pelajari maka saya akan mampu untuk menjelaskannya, ataupun berinovasi dengan pelajaran tersebut jadi tidak terpaku hanya pada apa yang diajarkan.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 5.5/10 (2 votes cast)
Mar 1
By  : Ronny F. Ronodirdjo

Jadi…

Lebih luas mana Hypnosis atau NLP? Apakah NLP mencakup Hypnosis, atau Hypnosis mencakup NLP? Lebih hebat mana Hypnosis atau NLP? Lebih sakti mana, Hypnosis atau NLP? Lebih baik mana, Hypnosis atau NLP? Lebih baik mempelajari yang mana dulu, Hypnosis atau NLP? Lebih mudah mana, belajar Hypnosis atau NLP?

Pertanyaan ini banyak sekali kita jumpai di mana-mana. Mungkin jadi pengin ikutan iseng nambahin pertanyaannya: “Lebih banyak mana pertanyaannya, Hypnosis atau NLP?”

Kalau almarhum Gusdur pada posisi ini, mungkin akan mengatakan “Gitu aja kok repot!”, dan sungguhpun saya pernah berada dalam jarak demikian dekat dengan beliau selama jadi Presiden, kali ini saya memilih untuk repot-repot menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas itu deh.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Feb 19

by Daniel Kurniawan

Dunia sekarang sudah edan. Bila dulu orang-orang menipu dengan wajah ganteng. Sampai terkenal dengan slogan “Wajah Menipu, Dompet Menangis”. Sekarang rame-rame menggunakan kata-kata. Disebarkan melalui sms dan email. Cukup banyak korban yang kena tipu seperti ini. Bukan hanya puluhan juta bahkan sampai ratusan juta.

Baru-baru ini saya mendapatkan beberapa sms yang bernada penipuan. Coba kita lihat beberapa contoh sms penipu dibawah ini:

“Maaf saya Hj. Indah mengenai rumah anda saya berminat den merasa cocok. Untuk masalah nego harga tolong hubungi suami saya, DR.WAHYU no hp. 08xxxxxx, karena saya ada acara. Tks.” (SMS pertama)

“Maaf saya Bu Nur, tanah yang di tanjung api-api saya sudah lihat dan sudah cocok, untuk masalah harga tolong hubungi suami saya aja, pak H.SULAIMAN di no hp. 08xxxxxx, karena kebetulan saya ada acara.Tks.” (SMS kedua)

“Maaf saya Sri Ningsih, mengenai rumahnya yang mau dijual kemarin, kebetulan saya berminat. Tolong hubungi suami saya untuk untuk nego harga di no telpon ini:08xxxxxxx. A/n:H. Maulana. Tks.” (SMS ketiga)

Mengenal Pola Bahasa SMS Penipu

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 8.5/10 (2 votes cast)
Feb 12

by Tjia Irawan

Ide  yang tertuang dalam NLP BUSINESS SERIES diinspirasikan dari pengalaman Penulis sebagai Executive Coach, Praktisi Bisnis, dan Praktisi Pengembangan  Sumber Daya Manusia. Penulis percaya ada banyak hal yang belum lengkap yang seharusnya ada di dalam setiap artikel yang dibahas. Harapan penulis adalah NLP BUSINESS SERIES dapat menjadi seperti sebuah Operating System Komputer yang bernama LINUX dimana setiap orang yang memiliki KOMPETENSI tertentu dapat MENAMBAHKAN PENGETAHUAN dan pengalamannya ke dalam artikel ini sehingga artikel ini semakin kaya, semakin berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi para Pelaku Bisnis.

NLP BUSINESS SERIES

NEURO LOGICAL LEVEL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS

Neuro Logical Level atau selanjutnya penulis menyebutnya sebagai NLL saja adalah Metode NLP yang penulis sukai. Mengapa? Karena metode ini dapat diaplikasikan secara luas dalam berbagai area termasuk area bisnis.  NLL sangat menarik diaplikasikan dalam dunia bisnis karena dapat diaplikasikan ke dalam konsep berpikir strategis. Konsep berpikir strategis inilah yang menjadi kunci bagi PERUSAHAAN untuk memenangkan persaingan. Bagi seorang Business Practitioner yang terlibat dalam pengambilan KEPUTUSAN STRATEGIS mungkin tanpa disadari apa yang penulis tulis ini sebenarnya telah dipahami dan diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Penulis tidak akan membahas level-level NLL seperti Environment, Behaviour, Capability, Value & Belief, Identity dan Spiritual sebagaimana yang sering kita baca bersama dalam buku-buku dan artikel-artikel, akan tetapi penulis akan membahasnya lebih sebagai kerangka berpikir dalam pengambilan sebuah KEPUTUSAN STRATEGIS sebagaimana konsep awal dari setiap artikel NLP BUSINESS SERIESS. Bagaimana persisnya kerangka berpikir tersebut digunakan, penulis akan membaginya menjadi 6 bagian di bawah ini :

1.       Kapan dan Dimana

2.       Apa

3.       Bagaimana

4.       Mengapa

5.       Siapa

6.       Untuk Tujuan Apa

BAGAIMANA

Business Practitioner, jawablah pertanyaan ini dengan tepat, BAGAIMANA anda tahu bahwa KEPUTUSAN STRATEGIS yang anda putuskan sudah tepat? Apakah anda mampu menjawabnya dengan yakin dan pasti? Kalau anda mampu menjawabnya dengan yakin dan pasti itu semua karena anda tahu BAGAIMANA PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS tersebut diambil.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
Feb 8

by Putera Lengkong

Hari ini adalah ulang tahun saya. Dua tahun yang lalu pada tanggal yg sama, saya bertanya pada diri sendiri “Pilih mana: pekerjaan sebagai seorang professional (karyawan) yg dibayar tinggi setiap bulannya ATAU menjadi seorang entrepreneur (wirausaha) yg harus menentukan sendiri berapa pendapatan setiap bulannya dan bisa saja tidak menentu?”

Pagi ini ketika saya teringat keputusan yg saya ambil dan tekadkan 2 tahun yg lalu, saya bersyukur! Sungguh luar biasa pencapaian yg saya raih hingga hari ini. Ketika itu, orang-orang mengatakan saya sinting, ga waras: “Sudah mau married koq memutuskan berhenti dari pekerjaan, istri mau dikasih makan apa, bagaimana kamu menjamin kehidupan keluarga nantinya?” Orang tua meragukan keputusan saya tersebut. Bahkan calon istri menjadi kuatir dengan pilihan saya tersebut.

Flash back sedikit, keputusan saat itu diambil karena PASSION pada profesi yg saya putuskan utk geluti. Mungkin terdengar lucu tetapi itulah, PASSION dan KOMITMEN yang kuat pada profesi tersebut membuat saya memantapkan pilihan menjadi seorang entrepreneur.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Feb 8

by Henry Yonathan

Artikel ini diangkat dari sharing yang saya berikan di kantor saya untuk para sales force selama kurang lebih sekitar dua sampai tiga jam. Dalam waktu yang singkat tersebut, materi yang dibahas pun tidak terlalu banyak. Tentunya artikel ini tidak dapat menggantikan suasana kelas yang sebenarnya, dimana terdapat pembelajaran multi-sensorik yang lebih mempermudah pembelajaran.

Artikel ini akan dibagi menjadi tiga seri. Dimana pada seri pertama akan dibahas secara singkat apa itu NLP dan asumsi-asumsi yang menjadi fondasi dan roh NLP. Pada artikel kedua akan dibahas secara singkat pula apa itu Rapport dan penggunaannya. Dan artikel terakhir akan dibahas secara singkat seni linguistik dalam penjualan.

Lingkup Bahasan

Dalam artikel ini, saya akan membatasi lingkup pembahasan dengan mengasumsikan dua hal berikut ini :

  • Barang dan atau jasa yang Anda tawarkan kualitasnya sama dengan yang Anda janjikan atau promosikan.Saya kira, ini hal yang sangat mutlak Anda perlukan bila Anda ingin terjadi penjualan jangka panjang. Lain halnya bila Anda tidak ingin demikian, siapa yang tahu? Dalam artikel ini saya asumsikan Anda menginginkan terjadinya penjualan jangka panjang.
  • Perlunya EtikaPoin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Artikel ini tidak akan mengajarkan etika ataupun teknik-teknik NLP untuk membangun etika (ada segelintir praktisi NLP yang menyebutkan dapat membangun etika dengan seketika, sementara saya tidak menganut paham demikian). Namun demikian pada seri artikel saya selanjutnya Anda akan saya ajak memahami konsekuensi-konsekuensi dari tidak beretikanya menggunakan teknik-teknik dahsyat NLP.
  • Penerapan NLP aplikatif dalam kaca mata dan pengalaman saya.Menerapkan NLP dalam dunia nyata atau kehidupan sehari-hari dapat berbeda dengan apa yang Anda baca dari buku ataupun pelatihan dikelas. Dan dalam artikel ini akan saya paparkan penerapan NLP dalam dunia nyata atau keseharian menurut kaca mata dan pengalaman saya pribadi.

Apa Itu Rapport?

Anda dapat membaca artikel saya berjudul Rapport Kurang dari 3 Detik. Artikel tersebut membahas secara singkat dan padat mengenai rapport dan salah kaprah yang acap kali diajarkan dikelas-kelas ataupun buku-buku berbasis NLP. Dan artikel kali ini saya akan sedikit mengulang dan melengkapi artikel tersebut diatas.

Rapport berasal dari bahasa Perancis yang dapat diartikan sebagai sebuah hubungan/relasi yang harmonis, nyaman, serasi atau afinitas (ketertarikan atau simpati yang ditandai oleh persamaan kepentingan). Banyak metode dan teknik NLP yang penggunaannya akan menjadi lancar bila sudah terbentuk rapport. Oleh sebab itu, dalam banyak literatur rapport merupakan salah satu dari empat pilar NLP.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Feb 3

by Wahyu Eko Prasetyanto

Berbicara tentang NLP, salah satu hal yang menarik adalah menelusuri “kelahiran” dari NLP itu sendiri. Telah banyak diketahui bahwa NLP lahir dari sebuah rasa penasaran seorang mahasiswa (program Doktoral) bidang komputer, Richard Bandler, terhadap efektifitas salah satu teknik terapi psikologis yang dikenal dengan Gestalt Theraphy. Dalam perjalanannya menelusuri rasa kepenasarannya tersebut, sejarah telah mempertemukannya dengan seorang Associate Professor di Universitas tempat dia menyelesaikan program doktor-nya. Professor tersebut, John Grinder, adalah seorang ahli linguistik yang sama-sama tertarik terhadap pengaruh lingustik (bahasa) terahdap perilaku seseorang.

Perjalanan mereka berdua pun tidak berhenti pada mencermati efektifitas Gestalt Therapy di atas, tetapi juga teknik-teknik terapi lain, seperti family therapy maupun hypnotherapy. Fokus mereka bukan pada hasil dari teknik terapi tersebut, tetapi lebih pada “apa yang dilakukan” oleh para terapis tersebut, sehingga teknik terapi tersebut memiliki efektifitas yang mengagumkan.

Akhirnya, pencarian mereka berdua pun telah menemukan “roh” dari apa yang mereka cari selama ini, yakni apa yang kita kenal dengan ”modalitas-sub modalitas”, “struktur” dan “modeling”, dan hasil pencarian mereka tersebut mereka beri ‘label’ Neuro-Lingustic Programming yang disingkat NLP.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)