Dec 5

by Teddi P. Yuliawan

Bicara soal kepemimpinan, saya teringat sebuah pengalaman ketika terakhir kali menjadi program manager untuk sebuah proyek management trainee 2 tahun lalu. Sebagai rangkaian dari program panjang tersebut, kami mengundang Presiden Direktur kami untuk bertemu dengan para trainee dan berbagi kisah tentang perjalanan kepemimpian beliau. Dalam format diskusi melingkar, beliau membuka dengan sebuah pertanyaan menggelitik. Ya, bahkan sampai sekarang saya masih terus tergelitik setiap kali mengingatnya.

“Siapa di sini yang ingin jadi pemimpin?” tanya beliau.

Serempak seluruh trainee pun mengacungkan tangan penuh percaya diri. Maklum, mereka ini adalah karyawan pilihan yang memang sudah ditengarai bibit kepemimpinannya sejak proses seleksi. Dalam hati, saya pun ikut mengacungkan tangan saya. Namun karena jaim sebagai senior, maka saya senyum-senyum saja. Hehehe…

“Bagus,” ujar beliau. Dan para trainee pun menurunkan tangan mereka.

“Nah, kalau semua orang ingin jadi pemimpin, lalu siapa dong yang jadi pengikutnya?” Tanya beliau lagi sambil tersenyum.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 8.4/10 (7 votes cast)
Dec 4

by Erwin Wong

Ketika Michael Jordan ditanya apa yang membuatnya menjadi terbaik dari pemain basket NBA lainnya. Michael berkata “Banyak orang yang memiliki bakat dari Tuhan, dan saya adalah salah satunya. Tapi apa yang memisahkan saya selama ini adalah anda tidak akan pernah menemukan seseorang yang lebih kompetitif dari saya. Saya tidak akan bermalas-malasan sedikitpun dalam hal apapun.”

Salah satu titik balik dari kehidupan Michael Jordan terjadi ketika dirinya berada pada kelas SMP (Tenth grade). Apa yang tidak diketahui banyak orang mengenai Michael Jordan sebagai pemain basket yang luar biasa adalah ia dikeluarkan dari Laney High School Bucaneers. Ia pulang kerumah menangis sedih sampai sore.

Apa yang biasanya terjadi pada orang lain, pada umumnya adalah menyerah dan biasanya bergabung dengan orang-orang yang salah.

Michael mengubah rasa sakit hatinya menjadi keinginan yang membara. Ia menetapkan standar yang lebih tinggi dan gol yang lebih tinggi untuk dirinya. Ia menetapkan untuk menjadi orang yang bukan hanya pemain tim yang terbaik akan tetapi juga menjadi pemain terbaik di lapangan.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (5 votes cast)
Nov 27

by Daniel Kurniawan

Sejak saya pertama kali datang ke Medan. Tepatnya ke kampung halaman mertua di Sumatera Utara. Ada sebuah tradisi unik yang belum pernah saya temuin di kota asal saya yaitu Palembang. Tradisi tahunan yang unik ini dilaksanakan setiap mau memasuki Tahun Baru. Tepatnya satu jam sebelum jam berdentang sebanyak dua belas kali. Entahlah sudah berapa lama kegiatan rutin ini selalu dilaksanakan oleh masyarakat adat Batak.

Makna TAHUN BARU

Bagi sebagian orang Batak setiap pergantian tahun bukan hanya sebuah ritualitas makan bersama. Atau menunggu detik-detik pergantian tahun. Lalu meniup terompet begitu jam menunjukkan sudah datangnya awal tahun baru. Ada sesuatu yang jauh lebih penting yaitu setiap menyambut awal tahun baru BUTUH dan PERLU melepaskan setiap belenggu perasaan seperti benci, dendam, marah, egois, kecewa dll. Intinya setiap permasalahan yang dialami di tahun yang lalu, perlu dilepaskan. Kok di awal tahun baru masih mau mengendong masalah. Biar seperti busur panah yang lepas dan mampu melaju kencang menuju sasaran.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (12 votes cast)
Nov 21

by Yudhi K. Gunawan

Artikel ini terinspirasi dari pembicaraan dengan seorang sahabat yang Miracle nya. Beliau mengatakan hasil dari sebuah survey badan PBB menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang di Indonesia mengalami masalah mental dan pikiran.

Masalah adalah bagian yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan kita. Kita semua pernah mengalami nya. Kita semua pernah menghadapinya. Masalah membuat kita tetap sebagai manusia. Masalah membuat kita tetap menjadi Miracle dalam kehidupan kita.

Masalah adalah salah satu bagian terpenting dari Miracle yang diberikan Allah SWT kepada hambanya. Itu merupakan miracle yang memberikan kesuksesan pada hambanya.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (13 votes cast)
Nov 17

by Erni Julia Kok

Apakah NLP benar-benar berguna? Tanya seorang teman dengan sikap sinikalnya. Selanjutnya ia pun berkomentar bahwa NLP tidak pantas diberi embel-embel “ilmu” sebab NLP hanyalah bualan yang dibentuk dari tambal sulam berbagai teknik; seperti hypnotherapy, Gestalt therapy, dan Family therapy. NLP juga memungut pemikiran-pemikiran sumber lain, sebut saja Noam Chomsky, Gregory Bateson dan….(cepat-cepat saya potong: Transformational Grammar!). Teman saya membeliak, “Apa itu transformational grammar?” Sambil tersenyum saya menjawab, “Itulah Meta-model yang menjadi cikal-bakal “ilmu gathuk ini!” (Silakan baca buku The Structure of Magic Vol I oleh Richard Bandler dan John Grinder).

Di saat merenung dalam hati, saya justru dapat melihat dan menyelami kelebihan NLP, sebab diramu dengan banyak sekali pemikiran, maka teknik-teknik yang tercipta sangat fleksibel. Untuk melakukan terapi atau membantu seorang klien kita tidak perlu pusing-pusing menentukan teknik yang mana yang akan kita gunakan, sebab teknik, model, atau alat mana saja dapat digunakan untuk mengatasi masalah mana pun sepanjang kita sebagai coach atau fasilitator percaya diri. Hal ini telah sering saya saksikan dalam kelas-kelas pelatihan, dan berikut ini salah-satu contohnya.

Dalam suatu sesi assessment di ujung pelatihan, seorang peserta pelatihan (kita sebut saja dia Amat) mendapat kesempatan mempraktekkan teknik NLP yang disebut Parts Integration. Secara spesifik dia mendapatkannya dengan menarik undian, jadi bukan maksudnya memilih teknik ini. Barangkali ada baiknya saya jelaskan terlebih dahulu sepintas teknik NLP Parts Integration ini, siapa tahu ada pembaca yang kurang atau belum familiar.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (19 votes cast)
Nov 8

by Wahyudi Akbar

Di kelas NS – NLP Practitioner, kita mempelajari tentang berbagai tools NLP, diantaranya submodalities, swiss pattern, six steps reframing, time line, visual squash, meta model, dll.

Dan satu hal yang kita juga pelajari adalah presuppositions, dalam perjalanan saya mempelajari NLP dan mempraktekan NLP di kehidupan sehari, saya menemukan bahwa presuppositions di NLP dan NS sangat penting untuk kita pahami benar.

Presuppositions inilah yang mendasari setiap tools yang ada dalam NLP maupun Neuro-Semantics, seperti dalam dunia persilatan setiap jurus yang tercipta pasti ada filosofinya, dan begitu juga di NLP dari setiap tools yang kita praktekan ada filosofi atau presuppositions dibelakangnya. Dengan kita memahami presuppositionsnya saya yakin tools itu akan lebih gampang dijalani dan dipahami untuk dipraktekan.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (19 votes cast)
Oct 29

by Daniel Kurniawan

Hai pembaca, apa kabar? Terima kasih banyak atas dukungannya terhadap penulisan artikel NLP yang bersetting budaya nusantara ini. Saya TAHU bahwa masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut supaya artikel yang saya tulis ini menjadi sebuah trigger untuk lebih membangkitkan cinta terhadap kebudayaan Indonesia. Saya merindukan bila ada teman-teman yang dapat mengupas tuntas kebudayaan lain seperti seni tari KECAK BALI, seni DULMULUK PALEMBANG, seni WAYANG KULIT, seni JAIPONGAN khas JAWA BARAT dan tentu saja masih banyak kebudayaan lain yang perlu kita lestarikan.

Baik kita teruskan lanjutan dari artikel pertama. Bilamana pada artikel pertama saya mencoba melakukan pembahasan pada kebudayaan BATAK (SUMATERA UTARA) dengan tradisi mewariskan budaya PESTA ADAT secara turun termurun. Maka pada artikel kedua ini saya mencoba melakukan pembahasan pada kebudayaan PALEMBANG ( SUMATERA SELATAN). Apa yang saya bahas kali ini?

TRADISI KELAKAR

Ya, pada tulisan kali ini saya mencoba membahas tentang kebiasaan KELAKAR yang sering dilakukan oleh masyarakat Palembang. Lebih tepatnya BUDAK PALEMBANG(baca=orang palembang). Walaupun seni kelakar ini jugo banyak dilakukan oleh masyarakat lain. Seperti budaya CINO dengan istilah “kongkow-kongkow”. Tapi kali ini pasti teraso IWAKNYO (baca =lebih istimewa, lebih enak) dibandingken yang lain. Salah satu seni kelakar Palembang yang sering dipentaskan untuk wisatawan adalah DULMULUK. Dimana dalam DULMULUK , seni kelakar ini menggunakan bahasa Palembang asli dan dikombinasikan dengan berbalas pantun. Bagi masyarakat Palembang tentu ingat salah satu tokoh DULMUK yang cukup terkenal diantaranya adalah Wak YA dan Wak PET.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (12 votes cast)
Oct 19

by Hingdranata Nikolay

Tanyakan pertanyaan sederhana ini: “Berapa menit dalam keseharian normal Anda, Anda habiskan untuk memikirkan dan melakukan sesuatu untuk, dengan, atau bersama orang lain atau sesuatu?” Dan agar pertanyaan ini lebih fair untuk semua, maka kita tidak hitung orang-orang yang benar-benar di jalur profesi dan di waktu operasional seorang profesional. Kita hanya menghitung yang bersifat fun, luang, intermezo, bercengkerama, bercanda, melepas penat, dll.

Saya kasih hint. Katakanlah Anda punya seorang sahabat, si A. Anda setiap hari, rata-rata menelpon dia sekitar 15-30 menit 1 hari, ber-bbm atau ber sms ria dengan dia sekitar 30 menit 1 hari. Tidak jarang bertemu dan menghabiskan waktu sekitar 1-2 jam bersama dia setiap hari. Lalu ada juga si B, yangmana Anda telpon atau bbm atau sms sekitar 10-15 menit setiap hari. Atau si C juga sekitar 15 menit. Atau mungkin kelompok D dan E, di daftar chatting atau bbm Anda, masing-masing sekitar 15-30 menit setiap hari. Atau ber-facebook ria dengan si A, B, C, dan lainnya, sekitar 30-60 menit setiap hari. Atau melakukan hobby Anda, sekitar 1-2 jam sehari.

Saya agak perlahan-lahan di sini, karena saya tahu Anda hampir tidak pernah, atau bahkan tidak berani menghitung dengan cara seperti ini. Kenapa? Lihat saja angkanya. Dengan gambaran sederhana di atas, Anda bisa habiskan sekitar 5-6 jam untuk memikirkan dan melakukan berbagai hal dengan para sahabat Anda atau hobby Anda, setiap hari normal Anda. Kalau Anda mau kurangi waktu kerja (bagi yang bekerja), misalnya, 8 jam dan waktu tidur 8-9 jam, waktu bersih-bersih, 2 kali mandi dan berpakaian, dan 3 kali makan, maka waktu yang tersisa setiap hari normal adalah sekitar 6 jam. Bagi para wanita yang perlu waktu bersiap lebih lama, bisa sekitar 5 jam tersisa. Berarti? Sisa waktunya adalah untuk A, B, C, D, E, dan hobby di atas! Dan tidak ada sisa lagi!

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (7 votes cast)
Oct 10

by Henry Yonathan

Artikel ini diangkat dari sharing yang saya berikan di kantor saya untuk para sales force selama kurang lebih sekitar dua sampai tiga jam. Dalam waktu yang singkat tersebut, materi yang dibahas pun tidak terlalu banyak. Tentunya artikel ini tidak dapat menggantikan suasana kelas yang sebenarnya, dimana terdapat pembelajaran multi-sensorik yang lebih mempermudah pembelajaran.

Artikel ini akan dibagi menjadi tiga seri, yang merupakan fondasi untuk seri artikel saya selanjutnya mengenai praktek NLP dalam penjualan dan pemasaran di lapangan. Dimana pada seri pertama akan dibahas secara singkat apa itu NLP dan asumsi-asumsi yang menjadi fondasi dan roh NLP. Pada artikel kedua akan dibahas secara singkat pula apa itu Rapport dan penggunaannya. Dan artikel terakhir akan dibahas secara singkat seni linguistik dalam penjualan.

Lingkup Bahasan

Dalam artikel ini, saya akan membatasi lingkup pembahasan dengan mengasumsikan dua hal berikut ini :

  • Barang dan atau jasa yang Anda tawarkan kualitasnya sama dengan yang Anda janjikan atau promosikan.

    Saya kira, ini hal yang sangat mutlak Anda perlukan bila Anda ingin terjadi penjualan jangka panjang. Lain halnya bila Anda tidak ingin demikian, siapa yang tahu? Dalam artikel ini saya asumsikan Anda menginginkan terjadinya penjualan jangka panjang.

  • Perlunya Etika

    Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Artikel ini tidak akan mengajarkan etika ataupun teknik-teknik NLP untuk membangun etika (ada segelintir praktisi NLP yang menyebutkan dapat membangun etika dengan seketika, sementara saya tidak menganut paham demikian). Namun demikian pada seri artikel saya selanjutnya Anda akan saya ajak memahami konsekuensi-konsekuensi dari tidak beretikanya menggunakan teknik-teknik dahsyat NLP.

  • Penerapan NLP aplikatif dalam kaca mata dan pengalaman saya.

    Menerapkan NLP dalam dunia nyata atau kehidupan sehari-hari dapat berbeda dengan apa yang Anda baca dari buku ataupun pelatihan dikelas. Dan dalam artikel ini akan saya paparkan penerapan NLP dalam dunia nyata atau keseharian menurut kaca mata dan pengalaman saya pribadi.

Apa Itu NLP?

Saya tidak akan panjang-panjang bahas sejarah NLP dan apa itu NLP. Namun demikian, setidaknya Anda perlu mengetahui sedikit mengenai apa itu NLP.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (9 votes cast)
Oct 3

by Wahyudi Akbar

Dalam presuposis NLP yang pertama, The Map is not the territory, yang mana apa yang ada didalam pikiran kita belum tentu itu adalah kenyataan yang sebenarnya setiap orang punya peta pikiran-nya masing-masing… karena setiap orang menjalani kehidupan-nya masing-masing, sehingga membentuk peta-nya masing-masing dan apa yang ada di peta pikiran kita juga mempengaruhi cara pandang kita terhadap diri kita, orang lain dan dunia mempengaruhi bagaimana kita berprilaku ataupun bertindak. Cara pandang yang menghargai diri sendiri, orang lain dan kehidupan ini akan memberikan kita lebih banyak pilihan dalam menjalani kehidupan ini dan juga memberikan kita lebih banyak pilihan dalam berperilaku dan bertindak.

  • Cara pandang saya terhadap diri saya:

Bagaimana saya memandang diri saya?

Bagaimana saya me-label diri saya?

Bagaimana saya menilai kemampuan saya?

Bagaimana saya menilai saya diantara orang lain?

Jawab pertanyaan diatas dan lihat jawaban yang muncul

apakah jawabannya memuaskan anda?

Apakah membatasi anda?

Bila tidak sesuai keinginan anda..

Jawaban seperti apa yang memuaskan anda atau memberdayakan anda?

Resources apa yang anda perlukan untuk bisa menjadi jawaban yang anda inginkan?

dan apa yang perlu anda lakukan sehingga anda bisa menjadi dan yakin menjadi anda seperti jawaban yang anda inginkan?

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (12 votes cast)