Oleh : Michael Hall
Penterjemah : Tim NLP Into Action
Proof-Read : Tim NLP Into Action & Bu Mariani Ng
Sumber : http://www.neurosemantics.com/nlp/the-mis-naming-of-master-prac
Ya, mereka sudah salah memberikan nama! Dan telah menjadi sebuah tragedi atas salah pemberian nama tersebut. Seperti layaknya kebanyakan hal, manusia tanpa keraguan telah melakukan apa yang terbaik dan tidak membayangkan, tidak memikirkan, tidak memproyeksikan diri mereka sendiri ke masa depan dan mempertimbangkan konsekuensi yang akan terjadi atas salah pemberian nama tersebut.
Bagaimana mereka bisa tahu bahwa setelah 35 tahun kemudian, orang yang melakukan training hanya dalam waktu satu bulan di bidang ini langsung dapat menggunakan gelar, “Master Practitioner”, dengan penekanan pada kata Master, dan menganggap bahwa : mereka telah sampai, mereka mengetahui semuanya, mereka tidak lagi perlu belajar, mereka telah mencapai tahap Guru-dom?!
Sejarah dari NLP “Practitioner” dan “Master Practitioner” itu sendiri merupakan suatu hal yang menarik. Sejak tahun 1978, ketika Leslie Cameron-Bandler meletakan “Practitioner” pertama yang memakan waktu 36 hari, pelatihan NLP Prac waktu itu dirancang untuk mengenalkan model-model dasar NLP dan memberikan kompetensi mendasar untuk menggunakan model-model dan pattern-pattern; dan mulai berpikir dalam model-model ini.
Lalu apa maksudnya? Maksudnya adalah memahami dasar dari Model Komunikasi NLP. Itulah mengapa NLP adalah – sebuah model dari bagaimana manusia berkomunikasi, pertama adalah kepada dirinya sendiri (juga disebut “thinking” - berpikir, “awareness” - kewaspadaan, “being conscious” - menjadi sadar) dan kemudian baru kepada orang lain (juga disebut “talking” - berbicara). Dimodel dari tiga ahli dalam berkomunikasi, tiga “komunikator professional kelas dunia”, NLP menyajikan dirinya sendiri sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi/mengenali struktur esensial dari komunikasi verbal maupun non-verbal.
Bagian verbal mendominasi pada awal-awalnya. Dengan menggunakan model linguistik yang mendominasi saat itu, Transformational Grammar (TG), Grinder memperkenalkan mayoritas istilah NLP dengan tetap berpedoman pada bahasa TG : transderivational search to your referential index, selective restriction violation, nominalizations dan lain sebagainya. Dalam buku The Structure of Magic, bagian bahasa dikenali sebagai “meta representational system”.
Tidak ada sesuatu yang baru, termasuk juga sensory representational system - sistem representasi sensorik (melihat, mendengar, merasakan, membaui, mengecap). Hal itu sudah ada sejak ratusan tahun di bidang Psikologi, dari sejak awal Psikologi sebagai bagian yang terpisah dari Filsafat. Namun ada sesuatu yang baru dan radikal – menggunakan sensory representational system (sistem representasi sensoris) sebagai bahasa dari mind (pikiran dan perasaan). Itulah yang baru. Dan Bateson menuliskan hal ini pada bagian Pendahuluan buku The Structure of Magic yang menyatakan bahwa ia dan kolega-koleganya sudah mencarinya selama berdekade.
Jadi, pertama-tama muncul Meta-Model, lalu kemudian Sistem Representasi, termasuk mengkalibrasi seseorang untuk mengetahui sistem representasi orang tersebut (eye accesing cues dan sejenisnya), lalu kemudian model TOTE dalam strategi, Milton-Model (dan kebalikan dari Meta-Model yang digunakan untuk membuat trance), pembedaan Sub-Modality, dan model dasar Time-Line, dan lalu dengan model-model ini, banyak pattern, proses dan latihan-latihan. Dan NLP Prac yang pertama kali, memerlukan waktu yang lamaaaa. Tapi akhirnya, prosesnya dipersingkat menjadi 21 hari dengan 8 jam pelatihan tiap harinya, dan ini masih dilakukan dibeberapa institusi.
Kita meningkatkan jumlah jamnya menjadi 12 jam per hari, dengan memerlukan membaca cukup banyak dan persiapan sebelum mulai dan dapat mencakup keseluruhan materi dalam minimun 7 hari bila benar-benar dipaksakan. Dan apa yang mengakselerasi pembelajaran NLP di Neuro-Semantics adalah materi setengah hari mengenai Meta-States yang merupakan penejelasan dari “magic”-nya NLP.
Lalu kemudian ada NLP Master Prac. Itu sebenarnya tidak ada hubungannya dengan penguasaan (mastery), tetapi lebih kepada hal-hal lebih. Lebih lanjut dengan model NLP : Meta-Programs, Advanced Modelling, Extensive Reframing dengan menggunakan pattern lama “Sleight of Mouth” (atau Mind-Lines), Meta-States, Advanced Trance, Advanced Time-Lines, dan lagi… banyak sekali pattern, proses dan aplikasinya dalam pengembangan pribadi, terapi, bisnis, penjualan, kepemimpinan dan lain sebagainya.
Bertahun-tahun yang lampau saya bertanya kepada Wyatt Woodsmall,
“Mengapa Meta-Programs diletakkan di Master Prac, bukannya di Prac? Lagi pula, seseorang perlu mengetahui mengenai Meta-Programs sejak awal-awal?”
Jawabnya sederhana dan singkat : “Karena belum ditemukan saat Prac ditemukan”. “Oh, ternyata begitu!” (Tentu saja, cerita penemuannya terdapat dalam buku Figuring Out of People, 2007)
Ketika saya memulai pelatihan Master Prac saya yang pertama, saya melontarkan beberapa hal mengenai penguasaan (mastery) : apa itu, berapa lama waktu yang dibutuhkan (aturan sepuluh tahun), sikap yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Dan kami mengakhir kelas Master Prac dengan perayaan “jalan menuju penguasaan” (pathway to mastery). Hari ini, saya menyadari itu adalah sebuah kesalahan. Sementara kelas Master Prac yang 15 sampai 24 hari tetap membawa dasar NLP lebih jauh, dan memberikan pemahaman yang lebih; jika kita mau jujur, itu semua tidak ada hubungannya dengan penguasaan (mastery) dan sebenarnya itu cuma melanggengkan mitos “cepat menjadi kaya”, “cepat menjadi pandai”, “cepat menjadi ahli” yang melekat erat kepada NLP layaknya lintah yang menyedot darah.
Tidak ada seorangpun “master” NLP setelah dua atau tiga minggu pelatihan intensif atau setelah setahun jika Anda meregangkannya menjadi 6 atau 8 minggu.
Bukan begitu caranya penguasaan bekerja. Bahkan sayapun tahu setelah pengalaman pertama saya mengikuti Master Prac. Di Master Prac pertama, saya menuliskan catatan-catatan yang sekarang menjadi buku The Spirit of NLP (1996). Dan dalam buku tersebut, ide dari semangat NLP adalah pembelajaran yang berkesinambungan, tidak berakhir, sikap mau terus bereksplorasi, menemukan dan penasaran yang tinggi.
Dalam sebuah wawancara di Moskow baru-baru ini, saya ditanyakan perihal Master Practitioner/Trainer yang menganggap dirinya sudah sampai, yang memisahkan dirinya dari orang lain dan menyatakan diri mereka sebagai yang telah mencapai puncak di bidang ini. “Bagaimana dengan mereka? Apa yang akan Anda sampaikan kepada mereka?”
“Saya akan mengatakan bahwa, ‘Anda telah kehilangan maksudnya! Dengan sikap yang seperti itu, Anda tidak mengerti dasar-dasar dari NLP! Lisensi Anda untuk memberikan pelatihan harusnya dicabut dan kembali belajar ulang dan belajar mengembangkan semangat NLP. Perjalanan Anda menuju pengusaan hampir tidak mulai – ada banyak perkembangan baru di bidang ini dan kecuali Anda tetap terlibat, berkolaborasi dengan mereka-mereka yang melakukan sesuatu di bidang ini, setiap harinya Anda akan semakin jauh dan tertinggal!”

Leave a Reply