May 8

by Irene Corry

Kata-kata yang kita gunakan tidak hanya sekedar mewakili apa yang ingin kita sampaikan kepada lawan bicara kita namun jika tidak dibingkai (framing) dengan tepat, maka bisa membawa arti atau makna yang berbeda.

Kata-kata penghubung seperti “tapi”, “dan”, dan “meskipun”; jika kita menghubungkan dua pengalaman menjadi satu dengan memakai kata penghubung yang berbeda, maka dampaknya akan mengarahkan perhatikan kita pada aspek yang berbeda dari pengalaman itu.

Contohnya:

1. “Saya ingin mencapai goal saya tapi saya punya masalah”, kata penghubung “tapi” ini membuat kita lebih fokus pada “saya punya masalah” dan mengabaikan bahwa “saya ingin mencapai goal”.

2. Kalau kita gunakan kata penghubung “dan” misalnya, “Saya ingin mencapai goal saya dan saya punya masalah”, kedua pengalaman ini sama-sama ditekankan.

3. Bagaimana dengan kata penghubung “meskipun”, contohnya, “Saya ingin mencapai goal saya meskipun saya punya masalah”, dan ini mengarahkan kita lebih fokus pada Saya ingin mencapai goal saya.

Dan bagaimana kata penghubung ini kita gunakan dalam dunia penjualan khususnya dalam menanggani Keberatan/Handling Objection?

Contoh:

1. “Saya setuju dengan pendapat Anda tapi saya tahu masalah lain akan muncul”. Dengan kata penghubung “tapi” ini membuat kita lebih fokus pada masalah lain akan muncul dan sekaligus juga menekankan pada customer Anda bahwa sebenarnya Anda tidak setuju dengan pendapat Dia.

2. “Saya setuju dengan pendapat Anda dan saya tahu masalah yang lain akan muncul”. Kalimat ini seimbang, kedua pengalaman sama-sama ditekankan.

3. “Saya setuju dengan pendapat Anda meskipun saya tahu masalah yang lain akan muncul” Kalimat ini lebih fokus kepada Anda setuju dan mengabaikan masalah lain yang akan muncul, sehingga customer Andapun merasa dihargai pendapatnya.

Kata-kata penghubung seperti itu hampir selalu muncul dalam pembicaraan kita setiap hari dan ini akan menjadi sebuah pola atau pattern. Sebagian orang mungkin punya pola dimana sering mengabaikan sisi positif dari pengalamannya dengan menggunakan kata ‘tapi’.

Reframing “meskipun”
Dengan memahami pola-pola verbal, kita bisa memilih mode linguistik yang dapat membantu, mempertajam dan mempengaruhi arti seperti yang kita inginkan.
Dengan melihat contoh-contoh di atas, kata-kata penghubung “meskipun” bisa dipakai untuk menggantikan kata “tapi”, dan perhatikan bagaimana hal ini bisa mengubah fokus perhatian Anda. Teknik ini terbukti ampuh dalam therapy maupun coaching.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Salam Excellent

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.2/10 (12 votes cast)
The Secret of Language (Reframing), 7.2 out of 10 based on 12 ratings
Ayo Bagikan Tulisan Ini!

4 Responses to “The Secret of Language (Reframing)”

  1. Happy Says:

    Bagus.

    Kata penghubung seperti tapi, meskipun, dan serta kata penghubung lainnya sangat diperlukan.

    Semua tergantung pada tujuan yang ingin disampaikan, bukan.

  2. Henry Yonathan Says:

    Wah kekuatan linguistik yang jarang disadari oleh orang pada umumnya. Tulisan yang singkat, padat dan to the point!

  3. ONO Says:

    Kita masih memiliki sedikit bekal, tapi kalau diteruskan, salah satu dari kita akan kehilangan nyawanya.

    Kita masih memiliki sedikit bekal, dan kalau diteruskan, salah satu dari kita akan kehilangan nyawanya.

    Kita masih memiliki sedikit bekal, meskipun kalau diteruskan, salah satu dari kita akan kehilangan nyawanya.

    Wah memang ada beda “maknanya” ya, dan tergantung tujuannya.

    ARTIKEL YG MENCERAHKAN DAN BERMANFAAT.

    Terima kasih telah di”sharing” meskipun membuat saya jadi lebih mudah untuk memahami dan mempraktekkannya.

  4. nurusyifa Says:

    saya sangat tertarik dengan NLP ini, saya adalah seorang mahasiswa yang sedang melakukan peneilitian mengenai bahasa bahasa para motivator. apakah dengan ada teori dan metode dari NLP berkiatan dengan bidang linguistik ini? mohon bantuannya terima kasih

Leave a Reply