Mar 18

by Tjia Irawan

Ketika pertama kali saya mengenal dan mempelajari NLP di tahun 2002 ada satu teknik yang menjadi favorit saya. Ya benar sesuai dengan judul tulisan ini teknik itu adalah PACING – LEADING. Dan tahukah anda, mengapa saya begitu menyukai teknik ini ? mungkin saya berpikir dengan teknik ini saya mampu membuat orang lain mengikuti kehendak dan kemauan saya.

Memang ketika pertama kali memulai mencoba dan mempraktekan teknik ini ternyata saya menemukan bahwa teknik ini tidak sesederhana teorinya. Saya masih ingat kata Trainer NLP saya waktu itu bahwa untuk mem-PACING seseorang saya perlu me-MATCHING orang tersebut, saat melakukan rasanya aneh sekali. Saya berpikir gerak tubuh orang kok disama-samakan seperti orang kurang kerjaan saja.

Dan seiring perjalanan, sayapun semakin fasih menggunakan teknik tersebut. Di kantor, dalam meeting saya menggunakan teknik ini membuat atasan, rekan kerja bahkan ‘kompetitor’ akhirnya dengan suka rela menerima ide – ide saya dan menjalankannya. Anda tentu dapat membayangkan betapa senangnya saya waktu itu.

Namun ada hal yang LEBIH menarik dan apakah anda TAHU, seandainya anda TAHU rahasia dari teknik ini dan menggunakannya dalam hidup anda pribadi, maka akan mengeluarkan POWER yang anda miliki. Bukankah saat anda terus membaca tulisan ini, membuat anda semakin menyadari, bahwa teknik ini juga dapat anda terapkan ke DALAM DIRI anda sendiri dan saat anda menerapkan ke DALAM DIRI anda, anda mampu me-LEADING bagian – bagian yang selama ini menghambat anda mencapai sukses.

Bayangkan, saat anda MENYADARI dan TAHU ada bagian dari DIRI anda yang mensabotase DIRI anda sendiri untuk mencapai sukses, maka anda TAHU bagaimana anda PERLU mem-PACING bagian yang mensabotase tersebut sehingga bagian dari diri anda tersebut dapat anda LEADING untuk mencapai OUTCOME yang anda butuhkan.

Bukan kebelulan tingkatan sertifikasi pertama dalam NLP adalah Certified NLP Practioner. Bukankah arti dan makna dari kata Practioner adalah orang – orang yang melakukan atau mempraktekan teori yang dipelajarinya ? SEKARANG bagaimana cara ANDA mem-PRAKTEK-an apa yang anda ketahui tersebut ?, tentunya pertama adalah kepada DIRI anda SENDIRI, benar ?.

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 7.6/10 (16 votes cast)
The Power of PACING-LEADING, 7.6 out of 10 based on 16 ratings

8 Responses to “The Power of PACING-LEADING”

  1. Iwan Adjie Says:

    Artikel yang menarik, salam kenal pak

  2. Herry S Says:

    Kalau boleh lebih panjang lagi pak artikelnya, mungkin dengan pengalaman yang lain.

  3. Liliana Says:

    Teknik ini memang menarik cuma tambahan dari saya bahwa Pacing yang termudah adalah berdasarkan preferensi system orang yang akan kita Pace (VAKOG). Dengan begitu kita mudah meleading-nya dengan menggunakan power kita.

  4. charles Says:

    jujur saya kurang ngerti,pak.. mohon bimbingannya, thx

  5. denny Says:

    Artikel yang bagus klo boleh saran tolong di beri contoh dan sharing pengalamana dalam penerapan dari teknik NLP dimaksud sekalian aku minta jadwal training NLP yang bisa mengungkap rahasia-rahasia bagaimana lawan bicara kita mau dan bisa mengikuti ide-ide kita, demikian terima kasih

  6. budhi Says:

    Saya tertarik untuk mempelajari NLP, dan telah membaca membaca beberapa buku tentang NLP, pengembangan diri, relationship. Tentang relationship yang mungkin berhubungan dengan artikel diatas, saya mengalami kesulitan cara mengenali preferensi system dari lawan bicara. Mungkinkah ini karena buku yang saya baca merupakan hasil terjemahan sumber luar negeri sehingga pada praktek di Indonesia perlu adanya penyesuaian. Saya ingin menerapkan NLP dalam berkomunikasi terutama dengan masyarakat daerah yang keberagaman bahasa, budaya dan etika.
    Mohon bantuannya.
    Terima kasih.

  7. Tjia Irawan Says:

    Wah tidak sangka artikel lama saya masih ada juga yang memberikan komentar.

    Belajar lewat buku akan memberikan pengetahuan baru namun sayangnya kurang menyertakan ‘feel’. Saran saya ikutilah pelatihan-pelatihan Aplikasi NLP yang berkualitas (tidak harus mengambil Training Sertifikasi kecuali anda telah mampu menerapkan NLP yang anda dapat dari training2 aplikasi NLP)

  8. budhi Says:

    saya sangat setuju bahwa belajar dari buku saja tidaklah cukup. Hal ini tidak hanya berlaku pada NLP, tapi juga ilmu-ilmu lain. Contoh aplikasi atau Praktek langsung sangatlah diperlukan untuk menunjang teori dan ini hanya bisa didapat lewat tatap muka dengan tutor/trainer. Semoga dalam waktu dekat pelatihan Aplikasi NLP bisa diadakan di daerah kami.Amin.

    Terima Kasih,pak.

Leave a Reply