“In business, you don’t get what you deserve, you get what you negotiate.” - Chester L. Karrass
NEGOSIASI Adalah
Sebuah diskusi antara 2 orang atau lebih unutk mencari kesepakatan , solusi dan saling mrngntungkan kedua belah pihak.
PRINSIP NEGOSIASI
-
-
Prepare Yourself
Persiapkan diri Anda fisik dan mental, pikiran dan emosi adalah hal yang berkaitan dengan REALITA yang Anda inginkan. Ingat PERSEPSI adalah REALITA.
Apa jadinya jika sebelum negosiasi sudah khawatir?
Untuk yang sudah percaya diri, lakukan bangkitkan lagi semangat dan rasa percaya diri. Jika anda tidak mempersiapkan diri terlebih dahulu, maka Anda telah kalah bahkan sebelum negosiasi di lakukan.
-
If you don’t ask, you don’t get
Dalam tahapan ini, penggunaan bahasa menjadi penting, seperti mengajukan pertanyaan yang “mengarah”. Perhatikan apa – apa saja yang akan Anda tanyakan, bila memungkinkan rancang atau rencanakan terlebih dahulu pertanyaan – pertanyaan Anda.
Disamping itu “Listening Skill” juga penting, membiarkan klien membuka negosiasi, karena mendengar yang tak terkatakan adalah sebuah keterampilan yang ingin Anda miliki untuk menjadi negosiator handal, walaupun klien tidak menyebutkan harga secara langsung, anda dapat mendengar, mendengar yang tak terkatakan.
-
Understand their problem, not stand on their problem
Terkadang dalam negosiasi klien Anda akan menyampaikan masalah – masalah yang menjadi alasan untuk tidak dapat memenuhi apa yang akan Anda ajukan. Teknik “Bingkai Ulang” dapat memberikan presprektif dan pandangan yang berbeda atas apa yang sedang anda ajukan.
Contohnya : “Budget rendah”, Anda bisa bertanya, apakah jasa/produk saya bisa merupakan sumber income ?
-
Offer and expect commitment
Ini penting! Pengajuan tanpa komitmen adalah buang – buang waktu, ketahui bahwa yang sedang bernegosiasi dengan Anda adalah orang yang bisa membuat komitmen. Jika tidak, temukan klien yang mau berkomitmen.
Ini adalah perekat antara dua pihak atau lebih yang ingin mencari kesepakatan dalam sebuah negosiasi.
-
Close with confirmation
Buatlah ringkasan mengenai apa yang telah di sepakati dan pastikan semua pihak memberikan konfirmasi atasnya. Dan mintalah referensi.
-
Dalam prakteknya mungkin Anda akan perlu mundur, paling tidak Anda harus punya cari lain untuk memandangnya karena Anda tidak pernah tahu berapa banyak yang bisa Anda dapatkan.
“There is no failure, only feedback”
Meningkatkan keterampilan bernegosiasi dalam krisis global seperti ini di perlukan keterampilan yang tidak biasa, di karenakan era yang “hyper competitive”, jika Anda tidak terus mengasah pengetahuan dan keterampilan maka anda akan kehilangan kesempatan, kehilangan bisa berarti kehilangan bisnis.
Para negotiator yang ulung mereka berlomba – lomba mencari strategi baru, teknik baru, dan mendapatkan kesempatan baru. Karena salah satu elemen penting dalam negosiasi selain Strategi dari negosiasi itu sendiri adalah Personal Attitude dan Interpersonal Skill.
Jika Anda mengasah keduanya menjadikan Anda “Unshakeable Negotiator” in Time of Crisis.

July 9th, 2009 at 3:13 pm
Salam kenal pak. Artikelnya mantap pak. Saya juga sedang belajar ttg hubungan antara NLP dengan negosiasi. Kalau mau lirik-lirik tulisan saya silakan datang di http://www.negosiator.com