Apr 22

by Henry Yonathan

Pemilihan wakil rakyat baru saja selesai. Beberapa minggu sebelum hari-H pencontrengan; sejumlah ahli jiwa sudah memprediksi bahwa para caleg yang tidak lolos ataupun tidak siap menerima kenyataan akan kekalahan mereka memiliki kans untuk stress ringan hingga gangguan jiwa berat. Hal ini berdasarkan pengamatan mereka terhadap beberapa kasus yang muncul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang lebih dahulu berlangsung di banyak daerah di Indonesia.

Kenyataan bahwa banyak uang dan waktu yang harus dikorbankan oleh para caleg dalam menarik perhatian para calon pemilih. Bahkan tidak sedikit yang sampai menggadaikan harta benda dan meminjam sana sini demi untuk mewujudkan impiannya. Sayangnya, mereka hanya siap menang. Kalah dan kehilangan banyak hal tidak ada dalam bayangan mereka.

Apa jadinya jika seseorang menghadapi bahwa FAKTA dan KEYAKINAN mereka ternyata tidak sesuai? Bila seseorang tidak kuat mental maka ia akan mengalami stress atau tekanan dalam hidupnya; salah satu yang mungkin terjadi adalah schizophrenia.

Schizophrenia merupakan gangguan pada otak yang sanggup merusak dan menghancurkan emosi. Selain karena faktor genetik, penyakit ini juga dapat muncul akibat tekanan mental yang tinggi dari sekelilingnya. Seorang penderita schizophrenia akan mengalami halusinasi, dimana si penderita seolah-olah berbicara dengan seseorang. Padahal orang-orang sekelilingnya tidak melihat siapa-siapa disekitarnya.

Di NLP terdapat teknik Fast Phobia Cure yang konon dapat membantu seseorang yang mengalami ketakutan berlebihan akan sesuatu atau fobia menjadi lebih baik dalam hitungan menit. Tapi tidak ada yang namanya Schizophrenia Cure.

Adakah metode-metode NLP bagi seorang schizophrenia sehingga ia menjadi lebih dapat diberdayakan kembali?

Kisah Bandler dan Andy
Berikut adalah kisah salah seorang pasien Bandler yang mengalami schizophrenia bernama Andy. Cara Bandler yang cerdik dalam memberdayakan Andy membuat kisah ini menjadi menarik untuk kita dipelajari bersama.

Selayaknya penderita schizophrenia, Andy pun mengalami halusinasi. Ia sering berdebat dengan ‘orang’ yang keluar dari televisi dan terus mengikutinya. Salah satu ‘orang’ yang selalu mengikuti dan berdebat dengan Andy adalah tokoh Mary dari serial televisi The Little House on the Prairie.

Selain itu juga, ada ‘seorang’ pengkotbah yang keluar dari televisi yang mengatakan segala sesuatu yang telah diperbuat Andy adalah dosa. Si Pengkotbah juga mengingatkan agar Andy menjauhi orang-orang berambut panjang alias gondrong.

Bandler kemudian bertanya kepada Andy apakah ia seorang schizophrenic? Andy pun menceritakan panjang lebar mengenai diagnosa dirinya. Setelah Andy selesai dengan ceritanya; Bandler malah mengatakan pada Andy bahwa itu adalah hal yang baik, hanya yang menjadi permasalahnya adalah Andy memiliki selera yang payah.

Bandler kemudian bertanya mengapa Andy tidak pindah ke saluran televisi Playboy saja. Apa yang Andy alami adalah kelainan yang nilainya jutaan dolar. Berapa banyak pria; seperti para pekerja yang jauh dari rumah tetapi masih dapat bersenang-senang tanpa harus bertengkar dengan istrinya jika mereka memiliki kemampuan yang sama dengan Andy?

Selanjutnya, Bandler mulai memanfaatkan atau utilisasi ‘kemampuan’ Andy dengan mengarahkan imajinasi Andy ke film kartun. Ada film kartun yang sengaja dibuat lucu dengan menampilkan gambar yang kurang sempurna, sehingga Sang Artis (pembuat gambar) muncul dalam kartun tersebut dengan sebuah penghapus. Lalu menghapus bagian yang salah. Ketika tokoh kartunnya mulai mengeluh dan Sang Artis pun kembali membungkam tokoh kartun tersebut dengan menghapus mulutnya.

Dalam keadaan takjub, Andy pun mulai mengerti maksud Bandler. Bandler mulai mengarahkan Andy untuk seolah-olah menjadi artis film kartun dengan menghapus mulut Mary. Andy senangnya bukan main dengan keahlian barunya tersebut. Tak berhenti sampai di sana, Bandler pun melanjutkan agar Andy menghapus kepala Mary dan menggantinya dengan kepala Jerapah. Andy secara sukarela melakukannya semua usulan-usalan dari Bandler dan kelihatannya iapun sangat menikmatinya.

Apa yang dilakukan oleh Bandler adalah menerima apa pun map dari Andy sehingga rapport diantara mereka terbentuk. Ini adalah dasar dari therapy sehingga meminimalkan penolakan dari klien. Lalu kemudian, mengutilisasi map tersebut untuk diarahkan ke sesuatu yang lebih memberdayakan. Hal ini yang acap kali dilupakan oleh para therapis dalam membantu pasien-pasiennya. Sehingga alih-alih sang Pasien sembuh, malah map-nya pasien semakin dikacaukan dengan map-nya therapis.

Sekarang, apakah Anda sudah SIAP untuk menerima caleg-caleg yang BELUM SIAP menerima FAKTA yang terjadi ternyata berbeda dengan KEYAKINAN yang ada dalam dirinya?

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
PERHATIAN PARA CALEG!!! SIAPKAH ANDA MENERIMA KETIDAKSIAPAN DIRI???, 10.0 out of 10 based on 1 rating

2 Responses to “PERHATIAN PARA CALEG!!! SIAPKAH ANDA MENERIMA KETIDAKSIAPAN DIRI???”

  1. Tjia Irawan Says:

    Saya pernah menyaksikan salah satu punggawa NLP Indonesia yaitu Bapak Saiful Bachri menyembuhkan seorang schizophrenic dengan satu teknik yang dinamakan Differential-Integral Therapy … dahsyat banget hanya butuh waktu kurang dari 30 menit, sayang tidak banyak orang yang tahu teknik tersebut

  2. Henry Yonathan Says:

    Saya pernah baca artikel Pak Syaiful mengenai Diffential-Integral Therapy.
    Terlihat sederhana, tapi sulit dipraktekan.

Leave a Reply