by Tjia Irawan
Ide yang tertuang dalam NLP BUSINESS SERIES diinspirasikan dari pengalaman Penulis sebagai Executive Coach, Praktisi Bisnis, dan Praktisi Pengembangan Sumber Daya Manusia. Penulis percaya ada banyak hal yang belum lengkap yang seharusnya ada di dalam setiap artikel yang dibahas. Harapan penulis adalah NLP BUSINESS SERIES dapat menjadi seperti sebuah Operating System Komputer yang bernama LINUX dimana setiap orang yang memiliki KOMPETENSI tertentu dapat MENAMBAHKAN PENGETAHUAN dan pengalamannya ke dalam artikel ini sehingga artikel ini semakin kaya, semakin berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi para Pelaku Bisnis.
NLP BUSINESS SERIES
NLP SCORE MODEL INTO BUSINESS ACTION
Dalam Artikel sebelumnya telah dibahas bagaimana pentingnya bagi para Pengambil Keputusan dalam Organisasi Perusahaan menemukan CAUSE dari sebuah SYMPTOM dari sebuah kondisi. Ketidakjelian para Pengambil Keputusan dalam menemukan CAUSE dari sebuah SYMPTOM dapat membuat sebuah KEPUTUSAN STRATEGIS tidak tepat sasaran. Bayangkan berapa Biaya Recovery yang akan ditanggung jika terjadi kesalahan pengambilan sebuah KEPUTUSAN STRATEGIS. Pertanyaan selanjutnya adalah setelah sebuah CAUSE ditemukan, langkah apa lagi yang harus dilakukan oleh PERUSAHAAN tersebut? Artikel NLP BUSINESS SERIES untuk edisi NLP SCORE MODEL INTO BUSINESS ACTION kali ini akan membahas tentang OUTCOME dan EFFECT.
OUTCOME & EFFECT
(EFFECT merupakan bagian terakhir dari NLP SCORE MODEL, namun karena keterkaitan pembahasan tentang EFFECT terkait dengan OUTCOME maka keduanya akan dibahas di dalam artikel ini)
Rekan Business Practitioner, Langkah selanjutnya setelah menemukan CAUSE dari sebuah SYMPTOM adalah masuk ke dalam tahapan yang tidak kalah menantang bagi para Pengambil Keputusan untuk berpikir out of the box. Tahapan tersebut tidak sesederhana sebagaimana dituliskan. Para Pengambil Keputusan biasanya tergoda untuk ‘berhenti’ setelah menemukan CAUSE. Mereka tergoda untuk bertanya ‘Mengapa ini terjadi?’ ‘Siapa yang membuat ini terjadi?’ dan sebagainya. Para Pengambil Keputusan terjebak dalam pola pikir Problem Focused atau lebih memfokuskan pada masalah yang terjadi semata.
Dalam kasus misalnya terjadi penurunan penguasaan Market Share dari sebuah PERUSAHAAN, maka PERUSAHAAN yang bertindak dengan kecenderungan menggunakan pola pikir Problem Focused akan berfokus dan berputar-putar hanya pada masalah yang terjadi dan biasanya diakhiri dengan mencari siapa aktor utama dibalik masalah itu kemudian memberikan punishment in the name of sebuah pembinaan, akibatnya bukan tidak mungkin dikemudian hari akan mengalami dan jatuh pada masalah yang sama.
Problem Focused membuat tindakan-tindakan yang diambil oleh PERUSAHAAN hanya akan mengkoreksi current condition saja dan membawa PERUSAHAAN untuk bertindak reaktif. Artinya jika tidak terjadi masalah maka biarkan semuanya berjalan seperti apa adanya (Business As Usual). Para Pengambil Keputusan tidak tertantang untuk melakukan inovasi-inovasi yang meningkatkan daya saing bagi PERUSAHAAN.
Dalam jangka panjang PERUSAHAAN yang cenderung bertindak reaktif akan kalah bersaing, mengapa? Karena para Pengambil Keputusannya hanya akan bertindak setelah muncul stimulus dari eksternal. Respon mereka baru muncul setelahnya, jika tidak ada stimulis maka semuanya akan tetap berjalan sebagaimana adanya. Jadi jika menemukan bahwa PERUSAHAAN sudah kalah bersaing baru memikirkan tindakan apa yang perlu dilakukan. Bandingkan dengan PERUSAHAAN yang Pengambil Keputusannya memiliki pola pikir SOLUTION FOCUSED. Mereka akan terus memikirkan bagaimana memenangkan caranya selalu unggul dalam setiap persaingan walaupun kondisi PERUSAHAAN saat ini sudah sebagai Market Leader di dalam industri.
OUTCOME dalam NLP SCORE MODEL membantu Pengambil Keputusan untuk keluar dari pola-pola pikir Problem Focused dan mengambil pola pikir SOLUTION FOCUSED. Pola pikir SOLUTION FOCUSED mampu membawa PERUSAHAAN untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang lebih besar. PERUSAHAAN akan ditantang bukan hanya mampu mengembangkan SENSORY ACUITY yang fungsinya untuk menemukan CAUSE dari sebuah SYMPTOM, namun juga menantang PERUSAHAAN untuk TAHU APA YANG DIINGINKAN atas masalah yang terjadi. Para Pengambil Keputusan dipaksa masuk dalam kerangka berpikir apa OUTCOME yang diinginkan yang berkaitan dengan CAUSE tersebut.
Setelah OUTCOME ditetapkan ada tahapan lain dalam NLP SCORE MODEL yang perannya adalah MENGUJI/MENGEVALUASI OUTCOME tersebut. Tahapan itu adalah tahapan EFFECT, atau MENCARI TAHU KONSEKUENSI dari sebuah OUTCOME. Apakah konsekuensinya POSITIF atau konsekuensinya Negatif, sehingga dapat segera diketahui secara dini dampak sebuah OUTCOME sebelum dijalankan .
Bagi Penulis tahapan EFFECT dalam NLP SCORE MODEL ini begitu menarik karena memampukan Pengambil Keputusan mempersiapkan segala sesuatunya. Dalam Tahapan EFFECT mungkin saja diciptakan Mental Block - Mental Block yang sengaja diciptakan (Baca NLP BUSINESS SERIES Bagian 4 tentang FLEXIBLITY). OUTCOME yang sudah di EVALUASI dan di UJI melalui tahapan EFFECT ini akan berubah menjadi CLEAR OUTCOME dan menjadi sebuah OUTCOME yang tepat sasaran, tepat guna dan berhasil guna.
Business Practitioner, melanjutkan Artikel sebelumnya maka ‘Cara Berpikir NLP’ SCORE MODEL adalah sebagai berikut:
1. IDENTIFIKASI-lah SYMPTOM apa yang sedang dialami Organisasi Perusahaan
2. TEMUKAN-lah CAUSE di balik sebuah SYMPTOM tersebut
3. TENTUKAN OUTCOME apa yang ingin di capai sehubungan dengan CAUSE yang diidentifikasi
4. UJI-lah OUTCOME tersebut untuk mengetahui EFFECT apa yang berpotensi muncul. Baik EFFECT secara positif maupun EFFECT secara negatif
(Pembahasan terakhir dari NLP SCORE MODEL INTO BUSINESS ACTION adalah tentang RESOURCE. Nantikanlah pembahasannya dalam Artikel berikutnya)
Selamat mengambil KEPUTUSAN STRATEGIS
Salam Good to Great
Leave a Reply