Aug 29

by Tjia Irawan

Ide yang tertuang dalam NLP BUSINESS SERIES diinspirasikan dari pengalaman Penulis sebagai Executive Coach, Praktisi Bisnis, dan Praktisi Pengembangan Sumber Daya Manusia. Penulis percaya ada banyak hal yang belum lengkap yang seharusnya ada di dalam setiap artikel yang dibahas. Harapan penulis adalah NLP BUSINESS SERIES dapat menjadi seperti sebuah Operating System Komputer yang bernama LINUX dimana setiap orang yang memiliki KOMPETENSI tertentu dapat MENAMBAHKAN PENGETAHUAN dan pengalamannya ke dalam artikel ini sehingga artikel ini semakin kaya, semakin berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi para Pelaku Bisnis.

NLP BUSINESS SERIES

NLP SCORE MODEL INTO BUSINESS ACTION

Setelah membahas tentang Pilar NLP dalam Organisasi, kini penulis akan mengupas metode dan teknik-teknik NLP yang begitu kaya dan dapat diaplikasikan dalam Dunia Bisnis. Pembahasan pengaplikasian metode dan teknik NLP dalam Bisnis ini tentunya tidak akan ‘meng-copy paste’ sebagaimana yang diaplikasikan dalam Dunia terapi. Penulis lebih memilih mengambil esensi dari metode dan teknik tersebut sehingga menjadikannya sebagai ‘cara berpikir NLP’.

Dunia Bisnis adalah Dunia yang menarik bagi penulis, sebuah Dunia dimana para praktisinya dituntut BERPIKIR CEPAT, mengambil keputusan dengan CEPAT dan PRESISI. Sebuah Dunia yang tidak stabil yang setiap saat situasi dan kondisinya berubah dengan demikian cepat. Para praktisnya berlomba untuk menjadi LEBIH CEPAT, LEBIH UNGGUL dan LEBIH BAIK sehingga dibutuhkan tools yang dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan para Business Practitioner tersebut. ‘Cara Berpikir NLP’ inilah yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut.

Belum semua metode dan teknik NLP penulis terjemahkan, namun mudah-mudahan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama semuanya dapat diselesaikan. Mengawali edisi aplikasi metode dan teknik NLP ke dalam Dunia Bisnis, Penulis membahas tentang NLP SCORE MODEL.

NLP SCORE MODEL sepengetahuan penulis dikembangkan oleh Todd Epstein dan Robert Dilts dari NLP University, Santa Cruz – California (selain mengembangkan NLP SCORE MODEL mereka juga mengembangkan sebuah teknik powerful yang bernama JUNGLE GYM. Kelak penulis akan membahas teknik yang POWERFUL tersebut). Beberapa buku Robert Dilts membahas aplikasi NLP dalam Dunia Bisnis, antara lain : Alpha Leadership, From Coach to Awakener yang menjadi favorit penulis.

Mari sekarang kita bahas tentang NLP SCORE MODEL itu sendiri. Sebenarnya SCORE adalah singkatan dari :

1. S : Symptom

2. C : Cause

3. O : Outcome

4. R : Resource

5. E : Effect

Bagian pertama dari NLP SCORE MODEL INTO BUSINESS ACTION adalah tentang SYMPTOM dan CAUSE.

SYMPTOM DAN CAUSE

Saat memulai menulis NLP SCORE MODEL INTO BUSINESS ACTION penulis mengalami kesulitan untuk menemukan definisi Symptom. Saat googling di internet penulis menemukan banyak penjelasan tentang definisi symptom. Oleh karena itu untuk mempermudah saja kita akan menterjemahkan Symptom sebagai Gejala/Gejala Umum (apabila ada pembaca yang berprofesi sebagai dokter kiranya dapat membantu memberikan penjelasan tambahan).

SYMPTOM itu ibarat permukaan sebuah gunung es, SYMPTOM dapat lebih mudah dideteksi oleh panca indera (VAKOG). Sayangnya SYMPTOM seringkali menjadi sebuah fatamorgana, yang terlihat bukanlah seperti yang terlihat, yang terdengar bukanlah seperti yang terdengar, dan yang terasa bukanlah seperti yang terasa.

Penulis tertarik dengan kisah yang dialami oleh seorang staf penulis. Ia mengalami sakit pada lututnya sehingga mengganggu aktivitasnya. Namun yang membuat penulis tercengang adalah setelah ia memeriksakan lututnya ternyata penyebab sakitnya bukan lututnya yang bermasalah namun karena berat tubuhnya. Bayangkan kalau seandainya SYMPTOM tersebut dianggap sebagai penyebab penyakitnya (CAUSE) dan mengakibatkan keluarnya keputusan bahwa harus dilakukan tindakan amputasi. Mengerikan sekali bukan? Amputasi dan mengurangi berat badan adalah dua hal yang sangat jauh berbeda. Seorang dokter yang ahli dan berpengalaman tentunya ahli dan berpengalaman juga menemukan CAUSE di balik sebuah SYMPTOM.

Bagaimana dengan Dunia Bisnis? Dalam NLP BUSINESS SERIES bagian pertama yang membahas tentang SENSORY ACUITY penulis sudah menjelaskan betapa pentingnya bagi Organisasi Perusahaan dalam mengembangkan SENSORY ACUITY-nya atau membangun EARLY WARNING SYSTEM yang mumpuni. Mumpuni di sini dimaksudkan adalah bahwa sistem yang ada dalam Organisasi Perusahaan bukan hanya dapat melihat/mendengar/merasakan SYMPTOM namun sebuah sistem yang MAMPU MENEMUKAN CAUSE dibalik sebuah SYMPTOM. Kegagalan dalam menemukan CAUSE dari sebuah SYMPTOM mengakibatkan kesalahan dalam PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS. Dan biaya recovery akibat dari kesalahan PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS amat sangat besar. Dan tentunya biaya tersebut akan dibayar mahal oleh Pengambil Keputusan tersebut.

Para Business Practitioner, ‘Cara Berpikir NLP’ SCORE MODEL adalah sebagai berikut:

1. TENTUKAN-lah SYMPTOM apa yang sedang dialami Organisasi Perusahaan

2. TEMUKAN-lah CAUSE di balik sebuah SYMPTOM tersebut

(Langkah selanjutnya akan dibahas dalam Artikel berikutnya, pastikan ANDA para BUSINESS PRACTITIONER MENGIKUTI terus NLP BUSINESS SERIES edisi NLP SCORE MODEL INTO BUSINESS ACTION)

Mudah-mudahan apa yang tertulis dalam Artikel ini dapat menjadi sebuah trigger bagi para pembaca, para Business Practitioner untuk meng-EVALUASI KEMBALI SYMPTOM-SYMPTOM yang dialami oleh Organisasi Perusahaan masing-masing. UJILAH sehingga ditemukan CAUSE dari SYMPTOM tersebut.

Business Practitioner, Selamat mengambil KEPUTUSAN STRATEGIS, SUKSES selalu untuk ANDA

Salam Good to Great

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
NLP SCORE Model in Business - Bagian 1, 10.0 out of 10 based on 2 ratings

2 Responses to “NLP SCORE Model in Business – Bagian 1”

  1. Henry Says:

    Seperti biasa, serial NLP in Business-nya Pak Tjia selalu “greget”, termasuk pengejewantahan S.C.O.R.E Model dalam Bisnis. Saya tunggu kelanjutannya Pak!

  2. NLP SCORE Model in Business - Bagian 2 | NLP into Action Says:

    [...] Artikel sebelumnya telah dibahas bagaimana pentingnya bagi para Pengambil Keputusan dalam Organisasi Perusahaan [...]

Leave a Reply