Jan 10

by Tjia Irawan

Ide  yang tertuang dalam NLP BUSINESS SERIES diinspirasikan dari pengalaman Penulis sebagai Executive Coach, Praktisi Bisnis, dan Praktisi Pengembangan  Sumber Daya Manusia. Penulis percaya ada banyak hal yang belum lengkap yang seharusnya ada di dalam setiap artikel yang dibahas. Harapan penulis adalah NLP BUSINESS SERIES dapat menjadi seperti sebuah Operating System Komputer yang bernama LINUX dimana setiap orang yang memiliki KOMPETENSI tertentu dapat MENAMBAHKAN PENGETAHUAN dan pengalamannya ke dalam artikel ini sehingga artikel ini semakin kaya, semakin berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi para Pelaku Bisnis.

NLP BUSINESS SERIES

NEURO LOGICAL LEVEL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS

Neuro Logical Level atau selanjutnya penulis menyebutnya sebagai NLL saja adalah Metode NLP yang penulis sukai. Mengapa? Karena metode ini dapat diaplikasikan secara luas dalam berbagai area termasuk area bisnis.  NLL sangat menarik diaplikasikan dalam dunia bisnis karena dapat diaplikasikan ke dalam konsep berpikir strategis. Konsep berpikir strategis inilah yang menjadi kunci bagi PERUSAHAAN untuk memenangkan persaingan. Bagi seorang Business Practitioner yang terlibat dalam pengambilan KEPUTUSAN STRATEGIS mungkin tanpa disadari apa yang penulis tulis ini sebenarnya telah dipahami dan diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Penulis tidak akan membahas level-level NLL seperti Environment, Behaviour, Capability, Value & Belief, Identity dan Spiritual sebagaimana yang sering kita baca bersama dalam buku-buku dan artikel-artikel, akan tetapi penulis akan membahasnya lebih sebagai kerangka berpikir dalam pengambilan sebuah KEPUTUSAN STRATEGIS sebagaimana konsep awal dari setiap artikel NLP BUSINESS SERIESS. Bagaimana persisnya kerangka berpikir tersebut digunakan, penulis akan membaginya menjadi 6 bagian di bawah ini :

  1. Kapan dan Dimana

  2. Apa

  3. Bagaimana

  4. Mengapa

  5. Siapa

  6. Untuk Tujuan Apa

APA

Hai Business Practitioner, apa kabar? Jangan beri saya jawaban luar biasa setiap ditanya apa kabar. Hampir disetiap forum apabila saya bertanya apa kabar? Hampir selalu jawabannya adalah luar biasa. Jawaban yang tidak keluar dari hati menurut saya, bahkan jawaban yang tanpa roh dan seolah-olah mekanik. Menjawab luar biasa bukan karena luar biasa tapi karena kebiasaan menjawab luar biasa semata. Well, saya sedang tidak hendak membahas hal ini, namun ingin melanjutkan artikel NEURO LOGICAL LEVEL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS yang selama ini sengaja saya tunda karena saya fokus pada area lain.

Tulisan terakhir Penulis adalah tentang KAPAN dan DIMANA sebuah KEPUTUSAN STRATEGIS perlu diambil dan sekarang adalah saatnya Penulis membahas tentang pertanyaan APA. Pada artikel sebelumnya Penulis membahas bahwa bagi para  Business Practioner sangat penting untuk mengetahui KAPAN saat yang tepat untuk mengambil sebuah KEPUTUSAN STRATEGIS. KEPUTUSAN STRATEGIS yang diambil terlalu cepat dan prematur karena tidak sesuai masanya atau KEPUTUSAN STRATEGIS yang terlambat diambil sehingga Perusahaan kehilangan moment.

Selain itu dalam artikel sebelumnya Penulis juga membahas tentang pertanyaan DIMANA yang dapat diterjemahkan sebuah tempat,  lokasi atau teritorial memegang peranan penting efektif atau tidaknya KEPUTUSAN STRATEGIS diputuskan dan dieksekusi. Sebuah KEPUTUSAN STRATEGIS tentunya mempertimbangkan budaya, kultur dan norma yang dianut pada komunitas setempat.

Bicara dan menjawab tentang KAPAN dan DIMANA tentunya sangat terkait dengan pertanyaan APA. Bagaimana para Business Practitioner dapat menentukan KAPAN dan DIMANA seandainya APA Keputusannya belum terdefinisikan dengan baik.

Pertanyaan APA ditujukan untuk mendefinisikan “APA PERILAKU SPESIFIK yang terkait dengan Outcome”. PERILAKU SPESIFIK ini adalah KEPUTUSAN STRATEGIS itu sendiri. Sesederhana itu? Ya memang sesederhana itu, namun akan menjadi tidak sederhana ketika para Business Praktitioner dituntut untuk  memastikan apakah PERILAKU SPESIFIK tersebut semakin membawa Perusahaan meraih Outcome-nya atau malahan menjauhkan Perusahaan dari Outcome-nya.

PERILAKU SPESIFIK tersebut dapat saja merupakan sebuah keputusan sederhana seperti, berapa kenaikan gaji dan bonus yang akan dibagikan kepada Karyawan sampai dengan keputusan untuk melakukan akuisisi Perusahaan lain, melakukan inovasi besar-besaran dalam bidang IT dan sebagainya. Apapun KEPUTUSAN STRATEGIS yang diambil, kunci yang perlu diperhatikan apakah sesuai dengan Outcome yang tertuang dalam Visi dan Misi dari Perusahaan

Oleh sebab itu Business Practioner, pada saat mendefinisikan APA KEPUTUSAN STRATEGIS yang akan diambil saringan pertama yang perlu dilewati adalah apakah Keputusan tersebut sesuai dengan Outcome Perusahaan. Saringan selanjutnya adalah yang mana dari Keputusan-Keputusan yang ada semakin mendekatkan Perusahaan kepada Outcome-nya, setelah itu analisalah KAPAN dan DIMANA-nya.

Business Practitioner pastikan KEPUTUSAN STRATEGIS yang anda ambil semakin mendekatkan Perusahan kepada Visi dan Misinya. Selamat mengambil KEPUTUSAN STRATEGIS

Salam Good to Great

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (5 votes cast)
NLL Dalam Pengambilan Keputusan Strategis - Bagian 2, 8.0 out of 10 based on 5 ratings
Ayo Bagikan Tulisan Ini!

Leave a Reply