Nov 12

by Andra Hanindyo

“Seekor burung bisa terbang karena dia yakin dia tak bisa berenang”

Sahabat, pernahkah diri ini bertanya kepada burung apa kiranya yang membuat mahluk Tuhan ini berani terbang tinggi meliuk indah menjalani hidupnya? Diri yang haus ingin belajar membaca kehidupan ini pun ikut bertanya-tanya keyakinan apa gerangan yang mendorong seekor burung bisa terbang tinggi.

Pertanyaan itu berhenti kala pikiran ini memikirkan, “Mungkinkah burung terbang bila ia yakin bisa berenang?” Ya bukankah apa-apa yang kita lakukan merupakan apa-apa  yang kita yakini?

“When you believe it you will see it”

Teringat sebuah presuposisi dalam NLP yang mengatakan bahwa “When you believe it, you will see it”. Selain itu Tad James dan Wyatt Woodsmall pernah menulis bahwa keyakinanadalah semacam tombol ON dan OFF dari kemampuan kita melakukan sesuatu.

”Keyakinan adalah semacam tombol ON/OFF dari kemampuan kita melakukan sesuatu.”

Berangkat dari hal itu pun saya teringat dengan sesi-sesi coaching yang saya lakukan, sebutlah C. C mengatakan bahwa dirinya yakin betul ia tidak memiliki kemampuan lagi untuk melakukan bisnisnya seperti sedia dulu kala.

Lalu apa yang terjadi?? Seperti apa yang pernah ditulis Tad James dan Wyatt Woodsmall “C” dengan keyakinannya sendiri menekan tombol off akan kemampuan berbisnisnya. Dalam penelusuran struktur keyakinan “C” ditemukan bahwa sebenarnya ia memiliki kemampuan berbisnis, berhubung ada beberapa kejadian yang terekam begitu menyeramkan dan menyedihkan dalam pikirannya menyebabkan ia tak yakin lagi bisa mengakses kemampuannyasaat ini.

Sahabat saya menemukan suatu pola dalam kasus ini yang secara sederhananya adalah sebagai berikut;

C tidak yakin akan kemampuan berbisnisnya lagi ? ketidakyakinannya disebabkan adanya pengalaman tidak mengenakkan dan  membuatnya sedih ? ketidak yakinan tersebut mengOFF kan kemampuan yang sebenarnya ia miliki ? hari demi hari terjadi dan setiap aktivitas berbisnis kemampuan tersebut tidak muncul ? timbullah kenyataan dalam pikirannya bahwa ia tak memiliki kemampuan bisnisnya kembali.

Bila diringkas yang terjadi adalah ketidakyakinannya membuat kenyataan bahwa kemampuan bisnisnya sudah tidak ada lagi.

Apa yang kita yakini kerap kali menjadi suatu kenyataan dalam diri kita.Ketika kita meyakini hidup itu susah, maka yang terjadi adalah kita meng’OFF’kan tombol hidup ini mudah, lalu kita pun mulai melihat bahwa hidup ini penuh dengan kesusahan-kesusahan, ya kita hanya melihat hal-hal yang susah dalam hidup. Lama-lama menjadi suatu kenyataan dalam diri kita bahwa hidup itu susah.

Sahabat, adakah sesuatu yang nyata benar dalam hidup ini selain hukum alam? adakah sesuatu yang nyata betul selain apa yang diajarkan Tuhan yang tersalin indah dalam kitab suci?

“Seperti apapun keyakinan Anda, akan ada selalu yang meyakini sebaliknya”

Karena itu keyakinan adalah beda adanya dengan keimanankeyakinan sebenarnya hanyalah suatu pendapat. Keyakinan belumlah tentu suatu kenyataan, bahkan keyakinan itu tidak pernah nyata tanpa Anda menyakininya. Faktanya, seperti apapun keyakinan Anda, akan selalu ada orang lain yang meyakini sebaliknya.

Sebagai contoh carilah orang yang Anda yakini betul ia adalah orang yang menyebalkan. Sekarang dengan tetap objektif telusuri hari-harinya, perhatikan orang-orang terdekatnya, tanyakan kepada sahabatnya.

Pasti sahabat akan menemukan bahwa diantara teman-temannya ada yang meyakini bahwa orang yang kita yakini menyebalkan itu menyenangkan bagi mereka. Lihat kan apa yang kita yakini pasti ada yang meyakini kebalikannya.

Coba lihat lagi dengan HP, bila Anda menyakini merek X adalah HP paling canggih, apakah semua orang meyakini hal yang sama? Adakah justru sebaliknya ada orang lain yang meyakini bahwa HP merek X itu tidak ada apa-apanya :) . Ingat apapun yang kita yakini selalu ada yang meyakini kebalikannya. Oya agar sahabat tak salah tanggap apa yang saya bahas dalam artikel ini adalah keyakinan dan bukan keimanan ya.

Sederhananya keyakinan adalah pendapat manusia yang berulang-ulang ia temui dan ia confirm sebagai suatu kebenaran. Seperti apa yang pernah Michael Hall tulis bahwa :“Belief is ideas we affirm, validate, and confirm”.

Kembali ke sesi Coaching dengan C yang saya lakukan adalah menelusuri kembali struktur kejadian yang membuatnya tidak enak dan sedih untuk membantu dia memulihkan ketidak yakinannya. Setelah C mampu memulihkan ketidak yakinannya  C mulai mampu mengONN kan kembali kemampuan bisnisnya.

Ingat sahabat Keyakinan adalah pendapat yang menjadi nyata bila memang Anda yakini. Sekarang apakah Anda akan tetap menyakini hal-hal yang justru membatasi langkah Anda ?!!! Mulailah Anda saat ini dan seterusnya untuk memilah memilih keyakinan yang akan Anda yakini sebagai suatu kenyataan. Be wise on it.

Mengenai bagaimana asal-usul suatu pendapat, ide bisa menjadi keyakinan dalam diri kita, InsyaAllah saya bahas di artikel berikutnya ya yang berjudul “Asal-usul keyakinan”.

Sampai ketemu lagi ya sahabat ku, saudara ku. Moga artikel ini bisa menjadi teman yang baik untuk menemani sahabat melengkapi puzzle kehidupan ini, ingat keyakinan bukanlah kenyataan, keyakinan bukanlah penanggung jawab hidup kita, kita lah yang bertanggung jawab atas hidup kita. Pilihlah dengan bijak keyakinan yang bisa mempermudah kesuksessan dan kemuliaan Sahabat.

Salam Jabat Erat

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 7.3/10 (4 votes cast)
Keyakinan dan Kenyataan, 7.3 out of 10 based on 4 ratings
Ayo Bagikan Tulisan Ini!

2 Responses to “Keyakinan dan Kenyataan”

  1. Henry Yonathan Says:

    Menarik sekali artikel Coach Andra. Inilah tabir ilusi yang menjadi Pekerjaan Rumah bagi saya untuk sisa hidup saya, selalu waspada terhadap apa yang saya yakini.

    Namun bukan berarti keyakinan itu menyesatkan. Tetapi segala sesuatunya berubah dan hal itu dapat mempengaruhi banyak hal, termasuk keyakinan.

    Salam

  2. Billy Joe Says:

    Cukup menarik ….

    Lalu apakah memang benar ada kenyataan?

    Bukanlah kenyataan itu hanya ilusi keyakinan?

Leave a Reply