Sep 30

by Wahyudi Akbar

Apa itu pikiran?

Apa itu Belief?

Apakah memungkinkan bagi saya untuk berpikir dan tidak mempercayainya?

Tentunya Anda dapat berpikir tentang sesuatu dan merepresentasikan sesuatu di dalam representasi internal Anda tanpa mempercayainya. Berpikir adalah satu hal; mempercayai (believing) juga adalah hal yang lain. Bila demikian, maka apa yang membedakannya? Kita dapat berpikir tentang sesuatu tanpa mempercayainya, bukankah itu adalah sesuatu yang dashyat bahwa kita dapat berpikir namun tidak mempercayainya.

Kita dapat belajar dan mengetahui berbagai hal (misalnya: berbagai pengetahuan tentang berbagai detail dan data-data yang ada) tanpa langsung atau perlu untuk mempercayainya. Di dalam psikologi atau pattern-pattern di NLP saya dapat membaca atau mempelajarinya namun tidak serta-merta langsung mempercayai ide-ide tersebut. Apa artinya ini? Representasi itu sendiri tidak membentuk belief.

Dan apa artinya semua ini?

Tentunya hal ini membuat saya bertanya-tanya akan Belief Change Pattern klasik yang menggunakan intervensi submodality. Coba Anda representasikan sesuatu yang tidak Anda percayai. Apakah Anda mampu memunculkan ciri-ciri dari submodalities? Apakah Anda dapat membuatnya lebih dekat, terang, bergerak, hidup, dan sebagainya? Kalaupun Anda mampu apakah Anda mempercayainya? Saya tidak.

Sebagai contoh, coba representasikan Hitler yang kejam, dan cek Submodalities-nya. Kemudian sekarang representasikan Mother Theresa, cek submodalities-nya. Kemudian sekarang pindahkan Submodalities Hitler ke dalam submodalities Mother Theresa. Coba Anda lakukan walau mungkin susah. Apakah Anda meyakini bahwa Hitler dapat merepresentasikan seseorang seperti Mother Theresa? Tentu tidak. Apakah itu dapat merubah belief Anda tentang Hitler? Tentu tidak.

Artinya apa? Bahwa terjadi perbedaan antara sebuah belief dengan sebuah pemikiran yang berupa sebuah pengetahuan yang sudah pasti. Kita tidak dapat menggunakan sebuah pengetahuan yang sudah pasti seperti “matahari pasti terbit besok pagi” sebagai sebuah belief, karena Anda tidak perlu mempercayainya lagi melainkan itu adalah sebuah pengetahuan. Karena sebuah pengetahuan adalah suatu pemikiran yang sudah diterima oleh umum. Inilah yang menjelaskan kenapa Submodalities belief change tidak selalu berhasil.

Namun pertanyaan yang dapat dipergunakan adalah pada saat Anda memikirkan/membayangkan Hithler, Mother Theresa, Matahari pasti terbit besok pagi, apa yang Anda yakini? Keyakinan apa yang melandasi pemikiran tersebut? Dan pada saat hal ini dilakukan ini berarti bahwa kita harus GO META untuk melakukan submodalities change yang dimana berarti bahwa submodalities bukanlah sub melainkan meta-modalities.

Di Neuro-Semantics kita dapat melakukan belief change secara percakapan. Andaikan Anda mempunyai sebuah limiting belief yang menghambat anda :

Saya tidak mampu ……”

Saya tidak yakin bahwa saya….”

Pada saat Anda menemui statement tersebut pertanyaannya adalah keyakinan apa yang melandasi keyakinan tersebut dan keyakinan apa yang melandasi keyakinan di level 2 dan seterusnya. Dari situ kita dapat membantu diri sendiri maupun orang lain dengan pertanyaan :

Apakah saya atau Anda meyakini hal itu?”

Berdasarkan apa Anda meyakini itu?”

Apakah keyakinan itu memberdayakan Anda?”

Apakah Anda ingin mempergunakan keyakinan itu sampai 5 tahun ke depan lagi?”

Disinilah kita mulai mengajak diri sendiri atau orang lain untuk mulai meragukan keyakinan tersebut dan start mengatakan TIDAK pada keyakinan tersebut. Kemudian setelah mengatakan TIDAK, pada hal apa Anda ingin mengatakan YA? Dan lanjut dengan keyakinan apa yang dapat mendukung keyakinan tersebut?

Di Accessing Personal Genius dipelajari 10 minutes Belief Change Pattern, seperti paragaf diatas, pattern ini untuk membuat anda mampu mengatakan TIDAK pada belief yang tidak memberdayakan anda dan kemudian mampu mengatakan YA pada belief yang akan memberdayakan anda.

Untuk merubah suatu belief perlu dibawa turun menjadi pemikiran dan kemudian dari pemikiran menjadi pemikiran yang baru dan baru dibawa kembali ke belief.

Untuk mendapatkan referensi yang lebih detail silakan membaca buku Submodalities Go Meta karangan L. Michael Hall, PhD dan Bobby G Bodenhamer.

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 9.8/10 (5 votes cast)
Kenapa Old Belief Change Pattern Tidak Berhasil?, 9.8 out of 10 based on 5 ratings

Leave a Reply