“Satu hal yang perlu diketahui orang-orang mengenai karya saya adalah bahwa ini bukan soal terapi atau bisnis atau organisasi jaringan. Ini adalah mengenai KEBEBASAN!”
(Dr.Richard Bandler)
Neuro-Linguistic Programming (NLP) yang telah memasuki dekade ke-4, masih dianggap sebagai sebuah tools terapi, atau motivasi, atau yang lainnya. Salah? Mungkin tidak. Karena keajaiban yang bisa dihasilkan NLP, NLP kemudian memang diaplikasikan ke berbagai disiplin hidup. Dan kalau memang akhirnya diberikan berbagai label sebagai persepsi manfaat dan fungsi NLP, ini justru membuktikan keampuhan dan manfaat NLP di konteks di mana label tersebut diberikan.
Setelah bertemu dengan Dr.Richard Bandler tahun 2008 lalu, hal yang paling saya ingat mengenai beliau adalah KEBEBASAN beliau dalam berpikir, bersikap, dan berekspresi. Dan ini pula sebetulnya yang menjadi inti pembelajaran saya yang berbeda saat saya belajar dari para guru yang lain. Saya jadi lebih berani di dalam KEBEBASAN berpikir dan berkarya. Saya jadi lebih KREATIF!
Uniknya, saat yang lain berbicara mengenai bagaimana proses di NLP harus seperti ini-itu, Dr.Richard Bandler malah membiarkan para praktisinya untuk BEBAS dalam mengaplikasikannya. Nasihat yang paling saya ingat dari beliau adalah, “Proses aplikasi NLP bukan bertujuan untuk membuktikan bahwa NLP itu sebuah tool yang hebat, melainkan OUTCOME-nya”. Yang akhirnya membuat para praktisinya kemudian ‘stuck’ dan kebingungan dalam macetnya aplikasi adalah karena terlalu mengandalkan ‘teknik’ dan ‘proses’. Padahal, di NLP diperlukan sekali FLEKSIBILITAS perilaku!
Di kelas pembelajaran semua teknik begitu dikagumi dan bahkan dikuasai. Tapi begitu keluar dari kelas dan mengaplikasikannya, mentok! Sekali lagi, karena fokusnya adalah pada teknik dan prosedur aplikasi. Prinsip membangun trust lewat RAPPORT dikuasai sebagai teknik mempengaruhi. Prinsip transfer cara berpikir dikuasai sebagai teknik menterapi. Dan lain-lain.
So? Pahami PRINSIP NLP melalui berbagai PRESUPPOSITION-nya, lalu pahami OUTCOME setiap aplikasi. Lalu? Pertajam kepekaan indera untuk mengetahui kapan dan bagaimana sebuah aplikasi tidak jalan sesuai OUTCOME, lalu FLEKSIBEL-lah untuk merubah berbagai cara dan pendekatan. Sampai? Sampai OUTCOME-nya tercapai.
Have a positive day!
August 18th, 2010 at 1:34 pm
satu artikel yang menarik dan menantang para praktisi NLP untuk FLEKSIBEL. terima kasih pak artikel Bapak ini menebus kerinduan akan artikel-artikel baru dari Pak Hingdranata
August 19th, 2010 at 5:31 am
Singkat, padat namun menyentil.
Trims Pak Hing, Anda mengingatkan saya kembali agar kembali ke fondasi dasar.