by Hingdranata Nikolay
Director INSPIRASI INDONESIA / NLP INDONESIA
Kalau kamu MAU pasti bisa, begitu kata-kata motivasi. Yang penting punya
KEMAUAN keras, begitu pula kata motivasi. Semuanya mungkin kalau benar-benar
MAU, dan lain-lain.
Lalu setelah punya KEMAUAN, kenapa masih terhambat? Kenapa masih tidak bisa
juga? Katanya berarti tidak benar-benar menginginkan. Atau mungkin tidak
cukup serius?
Mungkin cukup serius. Mungkin juga benar-benar MAU. Mungkin bahkan sangat
MAU. Tapi? Pertimbangkan satu ini. IMAJINASI yang mengikutinya tidak
cukup mendukung.
MAU saja belum tentu mendatangkan berbagai kualitas REPRESENTASI apa yang
diinginkan tersebut di pikiran. REPRESENTASI tersebut adalah yang akan
mendorong ke depan, atau malah melemahkan. Bagaimana kalau Anda MAU tapi
ternyata BERIMAJINASI yang terburuk yang pasti terjadi? Bagaimana juga
kalau MAU, dan BERIMAJINASI yang terbaik yang pasti terjadi?
Anda bisa merasakan bedanya? MAU seringkali berhubungan dengan erat dengan
berbagai alasan di belakangnya. Sementara, IMAJINASI bisa berarti soal
lain. Selain bisa mendukung alasan, IMAJINASI berurusan dengan struktur
dari pikiran dan ‘how to’. Karena itu seringkali, IMAJINASI malah dengan
mudah merangsang MAU. IMAJINASI bisa memunculkan MAU, walau awalnya tidak
alasan kuat yang mendukung.
PILIHAN pagi, ini: kalau memang punya KEMAUAN KERAS, kawinkan dengan
IMAJINASI tentang KEMAUAN tersebut. Hasilnya bisa LUAR BIASA!
Have a positive day!
April 9th, 2009 at 11:36 am
Bukankah imajinasi terburuk juga diperlukan agar kita dapat mempersiapkan diri pak ? bukankah setiap kemauan perlu di T.O.T.E dalam pikiran dan imajinasi sehingga dapat dipersiapkan pilihan-pilihan lain yang mungkin dapat diambil?
April 25th, 2009 at 9:26 am
Gimana kalau ada yang membahas perihal tote lebih detail