Jan 18

by Tjia Irawan

Menjadi seorang narasumber tetap dalam sebuah talkshow radio yang membahas tentang pengembangan SDM, saya sering mendapatkan pertanyaan atau curhat dari pendengar yang isinya tentang karir yang tidak naik-naik. Atau atasan yang seenaknya. Ada juga lingkungan kerja yang tidak nyaman dan masih banyak lagi cerita kondisi yang membuat dirinya tidak segera menjadi cemerlang.

Setelah menggali lebih dalam lagi dari para penanya melalui beberapa pertanyaan klarifikasi; ternyata memang benar bahwa karirnya tidak naik walaupun ia telah bekerja belasan tahun. Memang benar bahwa perilaku atasannya seenaknya saja. Dan juga benar lingkungan kerjanya tidak nyaman.

Pertanyaan saya adalah apakah karena hal-hal tersebut di atas lalu seluruh kehidupan orang tersebut seolah-olah berhenti dan ia tidak memiliki lagi jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut?

Pada kesempatan lain, seorang teman pernah curhat begini,“Ah, selama dia yang jadi atasan saya; nggak mungkinlah karir saya akan menanjak” Kemudian saya bertanya untuk mengetahui lebih lanjut dengan pertanyaan “Apa yang akan kamu lakukan berikutnya?” Jawaban yang saya terima adalah,“Saya masih butuh pekerjaan untuk menafkahi keluarga. Ya sudahlah ditahan-tahan’in saja”

Sebagai Coach, dalam beberapa sesi coaching ketika bertemu dengan coachee yang membawa keluhan demikian; Yang melihat dunia seolah tidak ada pilihan dan satu-satunya pilihan yang ada adalah menjadi korban dari keadaan atau lingkungan. Dan komentar dari mereka umumnya sama, yaitu “Habis tidak ada pilihan lain” atau “Seandainya saya dapat memilih”.

Karena jawaban model inilah kemudian menggelitik saya untuk bertanya lebih lanjut kepada diri saya sendiri. Apakah memang benar bahwa hidup ini tidak memiliki pilihan?Atau sebetulnya seseorang itu bersikap tidak mau memilih karena tidak mau menerima tanggung jawab atas pilihan yang diambil?

Pertanyaan :

Apa yang membuat seseorang tidak mau menerima tanggung jawab atas pilihan yang akan diambil? Apakah ketakutan yang dibayangkan merupakan kejadian pasti atau hanyalah sebuah fatamorgana?

Bila Anda terlewat 3 artikel sebelumnya silahkan klik URL berikut :

http://nlpintoaction.com/aplikasi-nlp/grow-your-life-1-apa-atau-bagaimana/

http://nlpintoaction.com/aplikasi-nlp/grow-your-life-2-ingin-atau-butuh/

http://nlpintoaction.com/aplikasi-nlp/grow-your-life-3-its-now-or/

http://nlpintoaction.com/aplikasi-nlp/grow-your-life-4-cabaran-atau-cakaran/

Pastikan Anda membaca keseluruhan serial artikel untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai bagaimana merancang hidup yg lebih bermakna.

UN:D [1.1.6_502]
VN:F [1.1.6_502]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)

Leave a Reply