May 27

by Issa Kumalasari

Anak–anak tidak menciptakan perilaku begitu saja, mereka mengadopsi perilaku dari sumbe–sumber yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Menurut Sosiologis Morris Massey ada beberapa periode perkembangan anak dimana mereka mengadopsi segala sesuatu yang mempengaruhi bahkan berdampak pada perilaku mereka.

Berikut 3 periode perkembangan anak yang perlu menjadi perhatian para oaring tua :

  • Umur 0 – 7 tahun Imprint Period

apa yang dilihat, dilakukan, menyerap semua yang di lihat dan di tiru, seperti busa menyerap air. Usia 0 – 7 tahun adalah rawan mengapa karena apa yang mereka lihat dianggap benar, apalagi jika ini berasal dari orang tua, bingung dan “blind belief” dapat menyebabkan trauma atau masalah lain nya.

Dalam hal ini tidak ada salah atau benar, baik atau buruk karena ini adalah nproses dan masa pertumbuhan yang harus di lalui oleh setiap manusia. Disamping itu hal ini dapat menjadi para orang tua sadar bahwa proses “imitasi dilakukan anak-anak sejak dini.

  • Umur 7 – 14 tahun Modeling Period

Pada usia ini anak-anak mulai me-model , mencontoh seringkali biasanya memodel orang tuanya. Dalam fase ini anak-anak mulai melakukan filterisasi,

mereka lihat - mereka suka - mereka coba – untuk mengetahui apa yang akan terjadi jika mereka melakukan nya. Bisa jadi mereka meniru orang lain atau bahkan tokoh kartun di TV, Guru di sekolah dan orang-orang yang ada di sekitar mereka.

Sehingga dalam hal peranan lingkungan sekolah cukuplah penting di karenakan menjadi sumber yang dapat memepengaruhi pembentukan perilaku anak-anak juga

  • Umur 14 - 21 Socialization Period

Fase dimana anak-anak sudah mulai bertanjak ke masa remaja maupun dewasa dan mulai dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, teman-teman, acara TV.

So what?

Dengan mengetahui hal ini para orang tua dapat memahami proses tumbuh kembang anak dan dapat menfasilitasi/membimbing sesuai dengan masa pertumbuhannya. Dapat menghindarkan orang tua untuk tidak menghakimi setiap perilaku anaknya, melainkan memberikan bimbingan dalam melalui fase dan sebisa mungkin memberikan “Label” positif, ini di karenakan bahwa perilaku tidak sama dengan manusia atau sebaliknya manusia bukanlah hanya perilaku nya. Karena perilaku dapat di rubah. Gunakan kata-kata positif, unutk memebrikan label positif, jika anda harus mengatakan sesuatu yang negatif ikuti dengan statement positif contohnya :

Kamu anak baik, nilai kamu turun-kamu harus belajar lebih keras lagi, Ibu yakin kamu bisa menjadi juara”

Gunakan pola : POSITIF – KRITIK – POSITIF , awali dengan statement positif, kritik atau apa yang harus ditingkatkan kemudian akhiri dengan statement positif.

Tips

  • Tunjukkan rasa cinta / kasih sayang

Setiap hari katakan pada anak anda, “I love you”, atau peluk mereka

  • Dengarkan!

Dengarkan ketika anak Anda berbicara, mendengarkan anak berbicara memberika pesan non verbal bahwa mereka penting bagi dan anda tertarik mendengarkan apa yang harus mereka katakana jadi Dengarkanlah!

  • Berikan rasa aman dan nyaman

Salah satu cara adalah tunjukan bahwa anad telah melakukan sesuatu untuk membuat mereka aman dan nyaman

  • Berusahalah Teratur

Memberikan contoh pola hidup yang baik, makan dan tidur teratur, bahkan anda dapat membuat jadwal jika perlu.

  • Berikan Pujian

Ketika anak nada belajar atau melakukan sesuatu dengan baik, berikan pujian, katakan “Mama bangga padamu”

  • Kritik perilakunya bukan anak Anda

Seperti yang saya sampaikan di atas, perilaku tidak sama dengan anak Anda! Anak anda bukanlah apa perilakunya.

Ketimbang mengatakan “Kamu nakal”, anda bisa katakan “Berlari-lari di jalan itu bahaya, minggir dan lihat kanan – kiri”

  • Konsisten

Aturan bisa jadi berbeda dengan para orang tua lainnya, yang jelas harus jelas dan konsisten sehingga kedua orang tua harus menggunakan aturan yang sama dan konsisten. Beritahukan Babysitter,keluarga atau sanak famili mengenai aturan keluarga Anda.

  • Berikan waktu yang cukup

Lakukan kegiatan bersama anak Anda, seperti membaca, bermain, berolah raga atau membersihkan rumah dll. Anak-anak pada umumnya menginginkan perhatian Anda. Terkadang tingkah laku tidak baik dapat mereka lakukan hanya untuk mendapatkan perhatihan Anda.

Saya merekomendasikan Neuro Linguistic Programing (N.L.P), sebuah pendekatan parenting yang layak di pelajari dan praktekan dalam mendampingi anak dalam masa pertumbuhannya.

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 8.3/10 (3 votes cast)

Leave a Reply