It’s all belief all the way up – L. Michael Hall
Dalam sistem di diri kita, Belief itu seperti peraturan kehidupan bagi kita.
Contohnya:
Kalau kena hujan pasti sakit.
Saya orangnya minder
Saya tidak akan bisa berhasil
Saya orangnya tergantung mood
Saya pemalas
Apabila anda meyakini hal-hal tersebut maka otomatis akan mempengaruhi tindakan anda. Dan kemudian membatasi tindakan anda untuk menjalani hidup yang lebih produktif dan lebih berarti.
Belief muncul bisa berdasarkan pengalaman yang pernah anda alami maupun pengalaman orang lain yang anda lihat dan menurut anda masuk akal bagi anda. Dan kejadian ataupun pengalaman itu terjadi berulang-ulang dan anda mengatakan “Ya” pada kejadian tersebut sehingga menjadi keyakinan anda.
Namun, apabila anda ingin berhasil – dapat menjadi apa yang anda inginkan – apakah apa yang anda yakini itu membantu anda?
Karena anda bisa mengatakan “Ya” pada keyakinan yang membatasi anda, berarti anda juga bisa mengatakan “Tidak” pada keyakinan tersebut, bukankah bisa? Apakah anda berani untuk mengatakan “TIDAK” pada sesuatu yang menghambat anda?
So, setiap kali anda memberikan label diri anda dengan sesuatu yang tidak produktif, mulailah start bertanya. “Apakah ini yang saya yakini?” bila tidak.. Apa yang perlu saya yakini yang bisa membuat saya lebih produktif? Dan apa yang perlu saya lakukan atau sumber daya apa yang saya perlukan untuk bisa membuat saya lebih produktif?
Selamat Beraktifitas,
Wahyudi Akbar
Leave a Reply