May 7

by Hingdranata Nikolay

Berikut saya share 8 hal yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kemesraan dengan pasangan Anda. Semoga membantu.
1. Hubungan selalu menjadi NOMOR 1
Ini nasihat bermanfaat yang pernah diberikan oleh John Maxwell mengenai hubungan suami-istri. Apapun yang terjadi, apapun yang dialami, apapun yang didengar, apapun yang dilihat, dirasakan, INGAT bahwa hubungan antara suami dan istri adalah nomor satu. Harus tetap di tempat teratas. Tidak ada satu masalah pun yang patut diletakkan di atas hubungan tersebut. Saat pasangan sepakat hal ini, maka tidak ada satupun kejadian, kasus, masalah, yang sanggup meretakkan hubungan. Saat ada tantangan dalam hubungan, dan saat hubungan tersebut selalu diletakkan di atas tantangan tersebut, maka FOKUS keduanya adalah semua penyelesaian harus tetap berujung pada betapa PENTING-nya untuk menjunjung tinggi hubungan keduanya.
2. SENGAJA bertambah mesra
Tidak ada satu hubungan pun akan bertambah mesra dengan seleksi alam semata. Tidak ada satu hubungan pun yang bertambah rekat dan intim, dengan hanya mengharapkan proses sehari-hari yang mengatur dan menyebabkannya terjadi. Suami dan istri harus dengan SENGAJA melakukan hal-hal yang dapat menambah kemesraan atau meningkatkan keintiman. Prinsip bermanfaat yang bisa dipertimbangkan adalah bahwa: secara keseluruhan, sebuah hubungan hanya akan mengarah ke salah satu: bertambah baik atau bertambah buruk. PILIH salah satu. Saat Anda MEMILIH untuk meningkatkan hubungan, maka Anda juga harus dengan SENGAJA meningkatkan hubungan tersebutl. PIKIRKAN dan LAKUKAN berbagai hal yang dapat meningkatkan hubungan. Proses alami tidak akan melakukannya untuk Anda! Anda dan pasangan lah yang MEMUTUSKAN sendiri mau bertambah mesra atau tidak. Anda dan pasangan yang MELAKUKANNYA!
3. MENGHORMATI dalam perbedaan
Pernikahan adalah untuk MELENGKAPI. Kita seringkali lupa hal ini, karena itu berpikir pernikahan adalah untuk menyamakan semua hal, terutama pasangan harus bisa menyamakan dan menyesuaikan semua hal terhadap preferensi kita. Padahal prinsipnya sederhan sekali. Saya ulangi sederhana sekali. Saling melengkapi berarti keduanya tidak lengkap. Saling melengkapi berarti tidak ada sudah lengkap. Dan yang menjadi perbedaan tersebutlah yang akan melengkapi kita. INGAT bahwa dalam hidup ini kita tidak mungkin setuju semua hal dari orang lain, demikian pula sebaliknya, tidak mungkin semua hal dari kita disetujui semua orang, termasuk pasangan kita. Dan dalam perbedaan tersebutlah seni berhubungan tampil. Ini yang bisa Anda pikirkan dan lakukan: MENGHORMATI! Itu saja? Betul. Dalam pernikahan, sebagaimana dalam berbagai konteks lain dalam hidup, kita tidak dapat saling menyetujui dalam setiap hal. Di situlah MENGHORMATI diperlukan. Tidak perlu setuju, yang penting MENGHORMATI. Dan agar keduanya bisa tetap saling MENGHORMATI tanpa lubang konflik terlalu besar, sepakati MODEL DUNIA siapa yang berlaku di konteks tertentu. Misalnya dalam hal keuangan, siapa yang in-charge, dalam hal pekerjaan siapa yang MEMUTUSKAN, dalam hal dapur siapa, dalam hal anak, dan seterusnya. Kalau di setiap konteks keduanya mau selalu sama2 punya hak MEMUTUSKAN, maka tidak ada perbedaan yang bisa diselesaikan dengan damai. Salah satu harus mau kompromi sesuai kesepakatan mengenai MODEL DUNIA siapa yang berlaku di konteks tersebut. Sepakati untuk tetap saling MENGHORMATI dalam perbedaan pendapat dan pandangan. Apabila terjadi perbedaan pendapat, maka salah satu harus dapat MENGHORMATI keputusan pasangannya yang telah disepakati untuk berhak MEMUTUSKAN di konteks tersebut.
4. PIKIRKAN dan LAKUKAN sesuai yang diinginkan dalam hubungan tersebut
Pikiran dan tubuh mempunyai koneksi yang luar biasa. Apapun yang kita pikirkan mempunyai tendensi sangat besar untuk kita katakan dan lakukan. Apapun yang kita pikirkan, saat ditekankan dalam kualitas representasi yang sangat berkualitas, kita sudah membelinya seperti sebuah realita. Oleh karena itu, HANYA PIKIRKAN hal-hal yang ingin Anda lihat dan alami dalam pernikahan. PIKIRKAN-lah hal-hal yang mendukung kemesraan, hubungan baik, keintiman, kasih, maaf dan sejenisnya. Apapun yang Anda PIKIRKAN cenderung akan Anda KATAKAN dan LAKUKAN. Karena itu PIKIRKAN-lah hanya yang terbaik untuk pernikahan Anda! Apakah muluk2? Tentu saja! Apakah itu adalah sebuah impian? Absolutely! Yang mana yang Anda inginkan? Impian terburuk atau terbaik mengenai hubungan Anda berdua? Saat terjadi pertengkaran, daripada melakukan persis yang dilakukan orang2 umum yakni langsung MEMIKIRKAN semua kenangan buruk Anda berdua hanya untuk memenuhi emosi sesaat dan kemudian memicu kebencian lanjutan, kita sebenarnya justru bisa MEMIKIRKAN berbagai kenangan dan imajinasi terbaik bersama pasangan! PIKIRKAN berbagai hal manis, kenangan terbaik, harapan tertinggi Anda untuk kehidupan Anda berdua! PIKIRKAN yang terbaik untuk Anda berdua!
5. PERTAHANKAN citra POSITIF pasangan, dan hanya pertanyakan perilakunya
Dalam kasus apapun, dalam situasi apapun, INGAT bahwa pasangan kita adalah manusia dengan keterbatasan berpikir dan berperilaku. Kita pun demikian. Saat kita gusar, emosional, bingung, kecewa, frustrasi, kita tidak selalu dapat memfasilitasi perasaan kita dengan sempurna. Saat ini terjadi, INGAT bahwa yang penting masing-masing tetap bisa mempertahankan citra POSITIF pasangan. Masing-masing tetap percaya bahwa pasangannya adalah orang dengan NIAT baik tapi punya keterbatasan perilaku. Kebodohan, keluguan, naif, keteledoran, kebablasan, dan sejenisnya, adalah perilaku semata. Pasangan kita jauh lebih baik dari itu. Pisahkan pasangan kita dari perilakunya dan hanya pertanyakan atau protes perilakunya saja.
6. SEKS itu penting
Pernikahan adalah menyangkut komunikasi? Tentu! SEKS juga! SEKS bukan segalanya, tapi sangat penting dalam pernikahan. Lebih banyak perselingkuhan terjadi karena persepsi kepuasan SEKS yang tidak terfasilitasi. Dan yang paling berbahaya adalah saat asumsi sudah ikut campur. Saat suami atau istri berasumsi pasangannya pasti tidak akan mau melakukan ini-itu, pasti tidak mau memuaskannya dalam hal tertentu. Atau, berasumsi bahwa pasangan seharusnya tahu kebutuhan dan keinginannya. Tidak semua kita menikah dengan paranormal yang setiap hari berusaha meramalkan keinginan dan kebutuhan kita. Jadi komunikasikan kebutuhan dan keinginan masing-masingnya. Istilah dalam NLP, strategi masing-masing pasangan dalam memuaskan hasrat SEKS-nya berbeda-beda. Sejauh dalam batas nilai-nilai Anda, ada selalu PILIHAN untuk membantu pasangan Anda memuaskan NIAT-nya. Milikilah keinginan untuk mempelajari kebutuhan dan keinginan masing-masing. Dan sama-sama dengan SENGAJA bisa selalu meningkatkan kualitas hubungan SEKS.
7. RASA HUMOR itu penting
Selain SEKS, unsur pemberi kesejukan dan kebahagiaan bersama adalah RASA HUMOR! Tertawa bersama adalah tonik terbaik di setiap hubungan. Bahkan saat tidak ada yang lucu sekalipun! Pasangan dengan RASA HUMOR yang baik lebih mampu melewati berbagai tantangan situasi dengan lebih efektif. Selalu ada hal yang bisa membuat Anda dan pasangan tertawa. Tonton film komedi bersama, gali ironi hidup Anda berdua! Lihat sekeliling dan Anda akan temukan banyak sekali hal yang bisa ditertawakan bersama. Milikilah RASA HUMOR yang baik dan bumbui hubungan Anda berdua dengan tawa dan kenikmatan!
8. Berikan yang TERBAIK SEKARANG!
Anda tanyakan kepada setiap pasangan mengenai apakah hubungan mereka seharusnya bisa lebih baik, atau apakah mereka sudah maksimal di dalam hubungan mereka, maka jawaban paling populer yang Anda akan temukan adalah hubungan mereka belum maksimal, bisa lebih baik, seharusnya bisa lebih baik, dan sejenisnya. Dan masing-masing pasangan akan menjawab bahwa mereka merasa seharusnya bisa lebih baik dalam kontribusinya dalam kehidupan pernikahan. Belum maksimal. Masih bisa lebih baik. Lalu, apa yang ditunggu? Sampai saat yang mana Anda masing-masing akan memberikan yang TERBAIK? Mari saya pergunakan pembanding ekstrim. Kenapa para ‘simpanan’ atau orang-orang yang dalam hubungan tidak resmi, justru punya kecenderungan memberikan yang TERBAIK? Kenapa para (maaf) PSK justru mau memberikan yang TERBAIK kepada pelanggannya? Kenapa justru rata-rata karyawan outsource justru selalu ingin memberikan yang TERBAIK? Karena mereka melihat dan merasakan bahwa setiap hari hubungan tersebut bisa saja berakhir! Karena mereka memilah hubungan menjadi hitungan detik dan menit! Setiap detik dan menit berarti! Mereka memperlakukan setiap interaksi, komunikasi, setiap pertemuan, setiap situasi, sebagai ajang pemberian yang TERBAIK dari mereka! Sementara kita menggunakan hitungan tahun! Hanya pada saat valentine, anniversary, ulang tahun, dll! Tunggu nanti, tunggu bulan besok, tunggu tahun berikut. Kenapa orang-orang yang sudah dalam pasangan resmi, entah di pernikahan maupun di pekerjaan, justru menganggap remeh dan tidak mau memberikan yang TERBAIK setiap hari? Setiap menit? Apa yang ditunggu? Berikan yang TERBAIK dari Anda, SEKARANG! Perhatian Anda, kasih Anda, maaf Anda, waktu Anda, tenaga Anda!

Have a positive day!

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.3/10 (4 votes cast)
8 Tips Meningkatkan Kemesraan dengan Pasangan, 8.3 out of 10 based on 4 ratings
Ayo Bagikan Tulisan Ini!

One Response to “8 Tips Meningkatkan Kemesraan dengan Pasangan”

  1. Henry Yonathan Says:

    Pak Hing, trims buat tips ini. Akan saya terapkan dalam kehidupan baru saya, soon.

Leave a Reply