Aug 29

by Tjia Irawan

Ide yang tertuang dalam NLP BUSINESS SERIES diinspirasikan dari pengalaman Penulis sebagai Executive Coach, Praktisi Bisnis, dan Praktisi Pengembangan Sumber Daya Manusia. Penulis percaya ada banyak hal yang belum lengkap yang seharusnya ada di dalam setiap artikel yang dibahas. Harapan penulis adalah NLP BUSINESS SERIES dapat menjadi seperti sebuah Operating System Komputer yang bernama LINUX dimana setiap orang yang memiliki KOMPETENSI tertentu dapat MENAMBAHKAN PENGETAHUAN dan pengalamannya ke dalam artikel ini sehingga artikel ini semakin kaya, semakin berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi para Pelaku Bisnis.

NLP BUSINESS SERIES

NLP SCORE MODEL INTO BUSINESS ACTION

Setelah membahas tentang Pilar NLP dalam Organisasi, kini penulis akan mengupas metode dan teknik-teknik NLP yang begitu kaya dan dapat diaplikasikan dalam Dunia Bisnis. Pembahasan pengaplikasian metode dan teknik NLP dalam Bisnis ini tentunya tidak akan ‘meng-copy paste’ sebagaimana yang diaplikasikan dalam Dunia terapi. Penulis lebih memilih mengambil esensi dari metode dan teknik tersebut sehingga menjadikannya sebagai ‘cara berpikir NLP’.

Dunia Bisnis adalah Dunia yang menarik bagi penulis, sebuah Dunia dimana para praktisinya dituntut BERPIKIR CEPAT, mengambil keputusan dengan CEPAT dan PRESISI. Sebuah Dunia yang tidak stabil yang setiap saat situasi dan kondisinya berubah dengan demikian cepat. Para praktisnya berlomba untuk menjadi LEBIH CEPAT, LEBIH UNGGUL dan LEBIH BAIK sehingga dibutuhkan tools yang dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan para Business Practitioner tersebut. ‘Cara Berpikir NLP’ inilah yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
Aug 26

Yang pasti mereka akan saling buka-bukaan; seperti yang terjadi pada hari Selasa, 25 Agustus 2010 yang lalu. Berlokasi di Gado-Gado Cemara, Menteng, berkumpulah para NLPers untuk berbuka puasa bersama para ICONers (Indonesia Community of Neuro-Semantics).

Acara non formal yang seru dan asyik ini terselenggara berkat prakarsa Ibu Mariani Ng selaku kepala suku Neuro-Semantics di Indonesia. Saya sendiri hadir mewakili NLP Into Action yang diundang untuk copy darat dengan para contributor www.nlpintoaction.com yang walau sudah sangat akrab di dunia maya tapi belum pernah bertemu di dunia nyata. ;-)

Selain dihadiri para alumni Neuro Semantic, juga turut hadir para NLP Trainers dari berbagai aliran.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 8.8/10 (9 votes cast)
Aug 23

by Erni Julia Kok

Setiap saat menyebut kata enelpi (NLP atau Neuro Linguistic Programming) saya mendapatkan respon yang berbeda. Ada yang langsung memasang muka bengong, ada yang dengan lugu bertanya makanan apa itu, dan ada yang dengan sedikit pengetahuan bertanya “apakah sama dengan hipnosis atau hipnotis”? Tapi respon yang paling sering dan paling saya sukai adalah: “Enelpi itu luar biasa ya?! Kayaknya sedang booming deh di Indonesia sekarang ini.” Perlu diketahui bahwa istilah sedang booming di Indonesia sudah saya dengar sejak 2005, ketika saya sendiri baru pertama kali mengenal behavior science yang satu ini.

Setelah mengikuti kelas Personal Power yang dipimpin Maha Guru NLP Indonesia, saya memutuskan untuk belajar secara sungguh-sungguh dari sumbernya. Dalam perjalanan belajar itulah, perilaku saya mulai berubah. Saya lebih berdaya mengendalikan energy in motion—emosi—saya, belajar mendengarkan dan memahami the model of the world orang lain. Komunikasi saya dengan anggota keluarga—terutama putra saya— dan dengan rekan-rekan kerja jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Tahun 2006 saya berkesempatan belajar langsung dari NLP co founder, John Grinder, PhD dan disertifikasi sebagai Advanced NLP Coach. Tidak puas saya mengulang kelas practitioner dan master practitioner dengan Mindtransformation di Singapore. Akhirnya tahun 2009 saya menginjakkan kaki saya di tempat “sakral” NLP, Santa Cruz, California, AS ketika saya mengikuti kursus NLP Trainer and Consultancy di bawah bimbingan Robert Dilts, Judith DeLozier dan Suzy Smith.

Akhirnya saya dapat menyelesaikan semua ganjalan emosional saya setelah menempuh perjalanan belajar yang cukup panjang ini, dan saya pun akhirnya berani membuka kelas sertifikasi bulan Juli yang lalu. Keberaniaan saya tentu saja juga disebabkan endorsement yang diberikan Robert Dilts; bahwa jika saya membuka kelas practitioner dan alumi ingin melanjutkan di NLP University, akan diterima. Jika saya membuka kelas master practitioner, maka alumi yang ingin melanjutkan NLP Trainer and Consultancy juga akan diterima.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 7.6/10 (8 votes cast)
Aug 21

by Daniel Kurniawan

Tulisan ini kupersembahkan bagi Indonesiaku yang berultah ke 65 Tahun.

Setiap orang dapat masuk ke dalam trance setiap hari. Indonesia yang terdiri dari berbagai budaya dan suku bangsa sebenarnya adalah sebuah fenomena trance yang sangat menarik dan perlu dipelajari. Salah satu budaya yang terus dilestarikan sampai dengan saat ini yaitu budaya Batak. Dalam kesempatan ini penulis mencoba menjabarkan bagaimana perilaku-perilaku yang mengundang setiap orang dapat masuk ke dalam trance. Dan yang menjadi pilihan adalah pesta adat masyarakat Batak, Sumatera Utara.

Mengapa ini menjadi pilihan? Karena penulis secara asosiasi mengalami pesta adat Batak ini secara langsung. Tepatnya menjadi pelaku utama. Sehingga penulis dapat melihat, mendengar dan merasakannya persis secara langsung apa yang terjadi.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 8.9/10 (7 votes cast)
Aug 18

by Hingdranata Nikolay

“Satu hal yang perlu diketahui orang-orang mengenai karya saya adalah bahwa ini bukan soal terapi atau bisnis atau organisasi jaringan. Ini adalah mengenai KEBEBASAN!”

(Dr.Richard Bandler)

Neuro-Linguistic Programming (NLP) yang telah memasuki dekade ke-4, masih dianggap sebagai sebuah tools terapi, atau motivasi, atau yang lainnya. Salah? Mungkin tidak. Karena keajaiban yang bisa dihasilkan NLP, NLP kemudian memang diaplikasikan ke berbagai disiplin hidup. Dan kalau memang akhirnya diberikan berbagai label sebagai persepsi manfaat dan fungsi NLP, ini justru membuktikan keampuhan dan manfaat NLP di konteks di mana label tersebut diberikan.

Setelah bertemu dengan Dr.Richard Bandler tahun 2008 lalu, hal yang paling saya ingat mengenai beliau adalah KEBEBASAN beliau dalam berpikir, bersikap, dan berekspresi. Dan ini pula sebetulnya yang menjadi inti pembelajaran saya yang berbeda saat saya belajar dari para guru yang lain. Saya jadi lebih berani di dalam KEBEBASAN berpikir dan berkarya. Saya jadi lebih KREATIF!

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (6 votes cast)
Aug 16

by Tjia Irawan
Executive Coach (anggota aktif dari International Coach Federation, USA & Singapore)
Pengembang Coaching berbasis Client Centered di Indonesia

Ide yang tertuang dalam NLP BUSINESS SERIES diinspirasikan dari pengalaman Penulis sebagai Executive Coach dan Praktisi Bisnis dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Penulis percaya ada banyak hal yang belum lengkap yang seharusnya ada di dalam setiap artikel yang dibahas. Harapan penulis adalah NLP BUSINESS SERIES dapat menjadi seperti sebuah Operating System Komputer yang bernama LINUX dimana setiap orang yang memiliki KOMPETENSI tertentu dapat MENAMBAHKAN PENGETAHUAN dan pengalamannya ke dalam artikel ini sehingga artikel ini semakin kaya, semakin berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi para Pelaku Bisnis.

NLP BUSINESS SERIES

4 PILAR NLP DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN (bagian 4)

Setelah kita membahas Pilar NLP yang bernama RAPPORT, kini saatnya kita membahas Pilar NLP yang ke-4 yaitu FLEXIBILITY. Artikel tentang FLEXIBILITY ini akan menutup serial artikel 4 Pilar NLP dalam Organisasi Perusahaan. Bagi pembaca yang belum mendapatkan bagian pertama, kedua dan ketiga, dipersilahkan mendapatkannya di http://tjiairawan.com atau http://nlpintoaction.com .

FLEXIBILITY

Ketika seseorang mempelajari NLP, ia akan diperkenalkan dengan satu hukum yang bernama The Law of Requisite Variety yang secara bebas dapat saya terjemahkan sebagai bahwa “hanya orang yang paling FLEKSIBEL di dalam sistem yang akan menguasai sistem”. Pertanyaan yang paling menarik adalah bagaimana caranya agar FLEKSIBEL? Bagaimana caranya ORGANISASI PERUSAHAAN menjadi ORGANISASI yang FLEKSIBEL. Ada banyak cara untuk menjadi FLEKSIBEL namun di dalam artikel ini saya menjawabnya bahwa FLEKSIBEL sangat terkait dengan ALTERNATIF PILIHAN. Semakin seseorang memiliki banyak ALTERNATIF PILIHAN yang dapat dia pilih maka semakin FLEKSIBEL-ah orang tersebut dalam merespon dan mengambil tindakan yang diperlukan ketika menghadapi sesuatu, demikian pula halnya dengan ORGANISASI PERUSAHAAN.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (7 votes cast)
Aug 13

by Adi Putera Widjaja

Masyarakat ibukota saat ini kerap berhadapan dengan kemacetan di jalanan yang tampaknya makin parah dari hari ke hari. Kadang sebuah truk yang mogok di tepi jalan dapat menyebabkan kemacetan hingga berkilo-kilometer jauhnya. Pada gilirannya hal ini tentu saja membuat waktu tempuh jadi semakin lama. Hebatnya, ini terjadi di jalan tol yang berbayar dan katanya bebas hambatan. Terbayangkah apa jadinya bila kecelakaan tabrakan beruntun yang terjadi? Sangat mungkin waktu tempuh yang Anda perlukan dari rumah ke kantor atau sebaliknya malah lebih lama daripada bermobil dari Jakarta ke Bandung.

Bayangkan lagi jika anda adalah seorang ayah atau ibu yang sedang pulang kantor dan sudah tidak sabar ingin bercengkerama dengan anak-anak anda di rumah. Kira-kira bagaimana suasana hati anda saat itu?

Saya tidak tahu bagaimana persisnya perasaan Anda. Tetapi jika anda menggunakan kerangka berpikir NLP, maka anda akan ditawari seperangkat alat untuk menghadapi berbagai situasi yang kurang nyaman di atas. Alat tersebut bernama Reframing.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Aug 12

By : Issa Kumalasari and Jean-Baptiste Chauvin

The inaugural leader of the Republic of Indonesia, President Soekarno, is undoubtedly one of the greatest examples of charisma the world has ever known. For twenty years as the archipelago’s revolutionary leader and twenty years as the President of Indonesia, Soekarno used the power of language and his charismatic appeal for political gain and national advancement.

Soekarno was undoubtedly a great orator. Even before he assumed the presidency of the Indonesian Republic, he was capable of bewitching whole gatherings with his speeches. His language was not too pure and often outright crude, but his use of the language, his intonation and the gestures he made at the right time were flawless. His appearance was impressive. In front of the common people who were captivated by his charm, exuberance and delivery, Soekarno was in his element.

Whether one heard his speeches and stories once or multiple times, one could not help being overawed and overwhelmed by his thundering voice and absolute conviction. After all, he was charming, calm and fatherly. If he wished, he could be very disarming and pleasing. He was constantly aware that he had that kind of influence on his listeners who believed Soekarno was indeed their Savior. In his autobiography, Soekarno was quoted as saying: “I learned to grab my audience’s attention at the very beginning. I not only grabbed it, I held it. They listened spellbound. A shiver went through me when I first discerned I embodied the kind of power that could move masses. I made my points simply. My hearers found them easy to grasp because I relied on descriptive terms rather than facts and figures. I appealed to the emotions … They looked up at me as I spoke. They stared at me adoringly, eyes open wide, faces turned up, drinking it all in trustingly, expectantly. It seemed apparent I was becoming a great public speaker. It was in my blood” (Soekarno, 1965, p. 179).

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
Aug 8

by Tjia Irawan

Executive Coach (anggota aktif dari International Coach Federation, USA & Singapore)
Pengembang Coaching berbasis Client Centered di Indonesia

NLP menurut saya adalah sebuah ilmu yang unik, mengapa unik? Karena ilmu ini mampu diaplikasikan dalam cakupan area yang luas mulai dari dunia terapi, self development, leadership bahkan sampai aplikasi bisnis. Saat ini di Indonesia tulisan/artikel NLP yang membahas dunia terapi begitu banyak dan tersebar luas.

Pengalaman saya sebagai seorang Executive Coach yang kerap kali menangani Eksekutif dari banyak perusahaan mendorong saya untuk menuliskan artikel ini. Artikel ini akan membahas NLP dari sudut pandang dunia bisnis yang mungkin belum banyak di Indonesia. Saya memberi judul artikel-artikel yang akan saya tulis “NLP BUSINESS SERIES”.

Saya juga percaya bahwa pembaca artikel ini juga banyak yang memiliki pengalaman yang begitu luar biasa dalam dunia bisnis atau pembaca dari kalangan akademisi yang berkonsentrasi dalam pengembangan bisnis. Jika orang itu adalah anda dengan segala kerendahan hati mohon kiranya artikel ini diperkaya sehingga lebih bermanfaat bagi dunia bisnis di Indonesia.

NLP BUSINESS SERIES

4 PILAR NLP DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN (bagian 3)

Dalam NLP BUSINESS SERIES bagian 2 saya telah membahas secara singkat tentang Pilar NLP yaitu Outcome. Di akhir artikel dari NLP BUSINESS bagian 2 saya menjanjikan membahas Well-Formed Outcome dalam artikel berikutnya, namun bagian kreatif dari diri saya mengatakan lain. Begitu melimpah ide-ide yang diberikan dari bagian kreatif dari diri saya yang isinya adalah tentang Pilar NLP berikutnya yang disebut dengan RAPPORT. Akhirnya saya putuskan untuk artikel ke 3 dalam NLP BUSINESS SERIES kita akan membahas tentang RAPPORT dan biarlah pembahasan tentang Well-Formed Outcome menjadi Open Loop dalam Mind para pembaca.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Aug 8

by Dudi Mardiyansyah

Teman-Teman…..Banyak yang menanyakan tehnik terapi apa yang digunakan untuk
bangkit saat kita dalam kondisi terpuruk. Dalam beberapa artikel saya akan sharing
Seri Bangkit Dari Dasar Jurang Kehidupan.

Seri I: Transformasi Rasa Takut menjadi PowerFul Motivation
Saat Itu……………
Mendengar penjelasan dokter, bahwa saya menderita Epilepsi
Melihat hasil pengecekan MRI kepala ” Terjadi pengecilan pada hypocampus sebelah kiri”
Terasa dunia ini sempit, gelap disertai perasaan takut, sedih, pesimis semua
bergabung jadi satu.

Pertanyaan yang selalu muncul…………….
Apakah saya bisa sembuh atau makin terpuruk ?
Apakah dengan kerusakan otak ini saya bisa berkarya atau malah menjadi beban orang
terdekat?
Bagaimana kalau terjadi serangan di depan umum ? Pasti Malu

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)