By. Antonius Arif
Master Trainer School of Mind Reprogramming
Ketika istri saya sering melapor kepada saya bahwa istri saya sering ditendang atau dipukul oleh anak saya Matthew. Dan kita tidak tahu apa alasannya. Sampai akhirnya saya kebetulan pas ada dirumah dan melihat kejadiannya tersebut. Lalu saya mengambil keputusan untuk menghukum dia dengan duduk di bangku sekitar 5 menit. Saya dilahirkan dan dibesarkan dengan kekerasan orang tua. Bila saya salah, maka saya akan dipukul sampai saya menangis atau kadang babak belur dipukul. Tetapi saya tidak mau ini terjadi kepada anak saya. Maka yang saya lakukan hanya menghukum dengan duduk dibangku tadi.
Setelah saya hukum dia, saya mendudukan dia diatas meja dan saya duduk setinggi mata dia. Ini dilakukan agar anak merasa kita berbicara dengan dia dalam kondisi sederajat bukan lebih tinggi seperti yang biasanya orang tua lakukan. Anak duduk dan bapak berdiri atau anak berdiri tetapi orang tua tetap berdiri yang sudah pasti anak tersebut kalah tingginya. Sehingga yang terjadi biasanya informasi tidak dikeluarkan sama sekali. Lalu saya tanya kepada Matthew,
“Matthew, bolehkah Matthew kasih tahu papa yaitu bagaimana sih sampai Matthew bisa memukul mama?”.
by Tjia Irawan
Acapkali ketika sedang melakukan sesi wawancara dengan para calon karyawan baru, saya kadang terkenang akan masa-masa awal ketika saya pertama sekali diwawancara untuk hal yang sama. Dimana pada waktu itu, selepas SMA saya memutuskan untuk bekerja dan menunda sejenak pendidikan di perguruan tinggi. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kursus perbankan singkat yang pada akhirnya mengantarkan saya bekerja pada sebuah bank swasta nasional. (baca kembali; G.R.O.W. Your Life: #1 di sini)
Sebuah hal yang tidak pernah terlupakan adalah pertanyaan tentang kesediaan saya ditempatkan di bagian keuangan? Waktu itu, saya dengan serta merta dan tanpa berpikir panjang berkata, “Ya, saya bersedia!” Padahal dalam surat lamaran tersebut saya melamar sebagai staf administrasi kredit sesuai dengan kursus perbankan yang saya ikuti. Entahlah, mungkin saya terlalu terinspirasi dengan pepatah tidak ada rotan akarpun jadi. Yang penting diterima bekerja dululah; yang lainnya biar bagaimana nanti saja.
Singkat cerita setelah diterima bekerja dan beberapa kali pindah unit kerja, akhirnya saya pun menduduki posisi sebagai orang yang memiliki peran dan tanggung jawab sebagai pengelola SDM di perusahaan tempat saya bekerja.
by Tjia Irawan
Bagi saya kadang hidup ini membingungkan. Apalagi kalau kaitannya dengan mencari pasangan hidup. Untuk urusan yang satu ini, Anda dipersilahkan menilai saya agak narsis. Memang, saya bukanlah orang yang sulit untuk mendekati dan memulai sebuah hubungan dengan lawan jenis. Sebaliknya begitu mudahnya kawan-kawan wanita silih berganti mewarnai perjalanan hidup saya. Namun apakah dengan begitu mudahnya pula saya mencari pasangan hidup? Disinilah saya kena batunya!
Berbicara mengenai pasangan hidup artinya adalah orang yang akan berpasangan dengan saya untuk mengarungi lautan kehidupan bersama-sama.
Apabila saya ditanya ingin istri yang seperti apa? Secara jujur saya akui ketertarikan terhadap faktor fisik tertentu yang akan keluar menjadi jawabannya. Saya pikir, saya tidak sedirian. Coba saja amati realty show yang lagi naik daun; Take Me Out Indonesia. Begitu kandidat yang muncul tidak menarik secara fisik, langsung tanpa ampun pada mematikan lampunya.
By: Antonius Arif, SE, MM, CH, CHt, CI, MNLP, MTLT
School of Mind Reprogramming, Master Trainer
Sering banyak pertanyaan dari seseorang, bagaimana caranya agar selalu termotivasi secara terus menerus? Dan bagaimana caranya agar kita maupun orang lain yang bisa jadi itu adalah karyawan kita, keluarga kita bahkan anak kita termotivasi untuk melakukan sesuatu? Caranya sebenarnya mudah dan sederhana.
Caranya adalah bila dalam manajemen dikenal dengan yang namanya Punishment (hukuman) dan Reward (hadiah), sedangkan saya pernah juga membaca diwikipedia yang namanya konsep Carrot dan stick. Apa sih idiom dari kata itu? Yang jelas walau carrot itu artinya wortel bukan kita menjadi kelinci yang untuk memakan wortelnya hehehe…. Idiom dari Carrot dan Stick adalah suatu aturan yang menawarkan suatu kombinasi berupa hadiah (carrot) dan hukumkan (Stick) untuk mendorong menuju perilaku tertentu. Bila ini digambarkan adalah seperti bila anda menunggani seekor keledai dan bagaimana cara supaya keledai itu mau berjalan? Yang harus dilakukan adalah bila tidak dipukul pantatnya ya dikasih wortel dengan diikat disebuah batang kayu lalu dijulurkan ke mulutnya keledai tersebut sehingga dia mau berjalan.
Bagaimana dengan konsep dari NLP, konsepnya cukup sederhana yaitu di NLP mengenal yang namanya konsep Toward dan Away. Nah, ini apalagi konsep toward dan away? Konsepnya tetap sama dengan konsep diatas, yaitu Toward adalah mengejar atau mendekati sesuatu dan away adalah menghindari akan sesuatu yang membuat atau mengarahkan ke perilaku tertentu. Wuihh, gimana cara aplikasinya? Caranya sangat simpel dan sederhana.
by Tjia Irawan
Topik yang berhubungan dengan cita-cita sepertinya tetap saja menarik untuk dikupas dan dibahas, apalagi jika dihubungkan dengan resolusi tiap tahun yang mungkin Anda buat. Sebelum lebih jauh, bolehkah saya mengajak Anda ke suatu masa dalam kehidupan Anda? Masih ingatkah akan cita-cita anda ketika berumur di bawah 6 tahun? Lalu apa cita-cita anda ketika masih duduk di bangku sekolah dasar? Ketika duduk di bangku SMP atau SMA? Dan ketika anda duduk di bangku kuliah? Apakah cita-cita Anda semakin besar atau Anda melakukan sejumlah penyesuaian dengan fakta kehidupan?
Ketika saya berumur 6 tahun, saya bercita-cita jadi dokter. Mungkin anda akan tersenyum mendengar cita-cita saya tersebut. Karena boleh jadi Anda pun memiliki cita-cita yang sama sewaktu kecil. Kenapa begitu? Mungkin anak-anak pada umumnya belum memiliki ide yang beragam tentang cita-cita. Apalagi bagi seorang anak yang sering sakit-sakitan; orang yang paling sering ditemui tiap bulan adalah seorang dokter.
Gambaran tentang seorang dokter itu seperti apa; bagi saya sendiri ketika itu juga tidak jelas. Yang saya tahuseorang dokter senang berpakaian putih dan lalu hobinya menyuntik pasiennya. Saya juga belum tahu apa enaknya kalau saya menjadi dokter atau tidak enaknya menjadi dokter. Pokoknya kalau ada yang bertanya ingin jadi apa ketika dewasa nanti, maka jawabnya adalah jadi dokter.
