Ini ada satu teknik sederhana yang saya temukan secara tidak sengaja. Dan sangat efektif untuk menghilangkan perasaan-perasaan yang membelenggu pikiran kita.
Nana adalah penjual asuransi jiwa. Dia bekerja sebagai sales asuransi jiwa karena untuk mengisi waktu yang kosong. Dia sudah mengikuti sedemikian banyak training dari salah satu perusahaan asuransi terkemuka. Hanya dia merasa sering kali terbentur dengan sikap mental, attitude dan cara berbicara dengan customer. Apalagi bila customernya sudah “resistence dan reject” kepada dia. Dimana kuota target dia harus tercapai dalam waktu 6 bulan, karena bila tidak tercapai maka dia harus kembali menjadi ibu rumah tangga.
Suatu ketika dia datang kepada saya meminta bantuan bagaimana caranya untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan mental dia. Setelah saya menggali, sebenarnya dia sudah mendapat tips dan trik bagaimana cara berkomunikasi yang benar.
Saya berpikir sebentar, sebenarnya apa yang salah dengan semua ilmu yang sudah dia dapatkan ditraining. Lalu saya terpikir satu metode yang menurut saya cukup menarik.
Caranya….
Andi adalah seorang salesman yang luar biasa “Jago” dalam menclosing penjualan. Setiap customer yang datang kepadanya selalu pada datang kembali kepadanya walau pada hari itu belum terjadi penjualan secara langsung. Dan ini terjadi terus menerus, ya memang ada beberapa yang lolos, tetapi sebagian besar berhasil membeli dengannya.
Pada satu ketika, Iwan rekan satu kerjanya penasaran. Pakai jimat apa dia, sehingga penjualannya bagus.
” Hi di, pha kabar bro?”
“woi bang Iwan…. baik bang…. baik”
“eh, gue minta resep donk dari elo…… gimana jualan banyak? kan kita belajar bareng, training bareng dan semua teknik penjualan elo, gue ngerti banget. Elo pakai jimat yah ….. hehehehe….. kasih tau ke gue, dukunnya dimana, nanti gue juga minta sama dia, jimatnya. ”
by Hingdranata Nikolay
Director INSPIRASI INDONESIA / NLP INDONESIA
“Imajinasi dan Perilaku di dunia realita menggunakan jaringan neuron yang
sama!”
Ada satu hal menarik mengenai bagaimana PIKIRAN kita bekerja. Di NLP dikenal
istilah MIRROR, yakni bagaimana seseorang menyesuaikan pikiran dan
fisiologinya dengan orang lain untuk membangun sebuah hubungan yang lebih
dalam. Dalam disiplin Neuroscience dikenal istilah ‘mirror neuron’ yang
maksudnya kurang lebih sama, yakni jaringan neuron di otak kita yang
beroperasi berdasarkan apa yang kita PIKIRKAN atau INDERAKAN dari dunia
luar. Saat kita ‘melihat’ seseorang melakukan sesuatu, misalnya ‘membaca’,
pikiran kita tidak hanya secara pasif melihat aktifitas tersebut. Pada saat
yang bersamaan tersebut neuron-neuron kita yang bertanggung jawab untuk
proses ‘membaca’ terpicu dan tertembakkan, walaupun kita tidak sedang
‘membaca’. Sementara kita hanya ‘melihat’ seorang membaca, neuron yang juga
aktif di otak kita adalah ‘membaca’. Bagian Linguistic dalam NLP pun
mendeskripsikan hal yang sama, bahwa ‘bahasa’ yang kita UCAPKAN pun tidak
saja memberikan asosiasi sesuai pemahaman atau makna kita terhadap kata
tersebut, juga membangkitkan neuron yang berhubungan dengan kata-kata
tersebut.
Karena itu disebut sebagai ‘mirror neuron’. Sama halnya dengan saat kita
memikirkan sedang ‘berenang’. Representasi proses ‘berenang’ di pikiran akan
secara otomatis memicu jaringan neuron yang bertanggung jawab atas aktifitas
Read the rest of this entry »
Ini adalah cerita tentang pengalaman pengalaman pribadi saya bagaimana melakukan modelling . Tentu ada tahulah artinya apa itu modelling ? Cerita ini bermula ketika saya untuk memutuskan untuk mencari pasangan hidup yang benar-benar asli dari suku Indonesia. Akhirnya lewat proses waktu yang cukup lama. Impian itu menjadi suatu kenyataan. Saya mendapatkan seorang pasangan hidup, yang nota bene orang indonesia asli. Mau tahu orang daerah mana ? BATAK asli….bo…… Memang diluar perkiraan saya mendapatkan orang BATAK. Karena dulu impian saya mendapatkan orang jawa. Bahkan, dulu saya sempat bergumam dalam hati, jangan punya istri orang BATAK. Tapi apa daya justru saya tidak menginginkan , malahan dapat. Ini persis seperti hukum tarik menarik. Begitu kuat keinginan untuk menghindarinya, malah semakin kuat tarikannya. Ya, yang penting damai sejahtera……
