Apr 30

by Issa Kumalasari

Apakah Anda siap miliki tahun 2009 ?

Ini adalah saat yang tepat untuk serius memikirkan jalan yang telah diAnda tempuh di tahun 2008 dan melagkahkan kaki di tahun 2009. Ini adalah waktu untuk refleksi , visualiasi , meghargai diri terhadap apayang telah kita raih dan membuat strategi. Saya ingin encourage Anda untuk, mem-print out pertanyaan – pertanyaan di bawah ini, dan jangan Cuma di baca dan di pikir , TULIS karena akan menjadi hal penting untuk membantu anda mendapatkan The Most Maginificent 2009

Kita terdesian untuk tumbuh, berkembang, melangkah, berlari, beraksi dan berkarya. Karya dan aksi membuat kita ada tumbuh dari tahun ke tahun, membuat kita melewati hari demi hari.

Kita adalah pengemudi, kita adalah nahkoda, kita adalah pilot atas apa yang inginkan kita miliki. Mungkin dalam tahun yang kita hadapi sekarangh ini terdengar banyak hal di dunia ini ; global warming, krisis ekonomi, dsb.Satu hal yang ingin saya sampaikan, semua itu belum menjadi REALITA sampai kita menerima nya sebagai REALITA. Karena PERCEPTION is REALITY.

Yesterday is a past , future is a mystery and that is why we call NOW is PRESENT – Master Ogway ( Kungfu Panda ).

Menururt hukum Quantum fisik tidak ada waktu selain SEKARANG, Kemaren telah terlewati, masa depan belum terjadi. Bahkan kita dengan teknik – teknik orang bisa kembali ke masa lalu, dan tetap saja kita melakukan nya di masa SEKARANG. Bahkan kita mempersoalkan mengenai masa depan , yang menarik adalah masa depan belum terjadi, kita bisa mempersiapkannya namun kita tak pergi ke masa depan bukan ? kita menyiapkannya dari SEKARANG , saat ini.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
Apr 29

(UNCONSCIOUSLY READING COMPREHENSION TECHNIQUE)

Ketika umat manusia menyadari bahwa kemajuan ilmu dan teknologi yang terus membawa perubahan secara cepat membutuhkan kemampuan penyesuaian diri dengan cepat pula, maka berbagai sarana pembelajaran menjadi sandaran manusia untuk tetap dapat bersanding dengan pesatnya perubahan jaman. Salah satu media informasi dan pembelajaran yang tak lekang oleh masa adalah media tertulis, seperti buku, jurnal, report, majalah dan sebagainya.

Tuntutan kecepatan perubahan telah pula mengubah paradigma manusia tentang “membaca”, menjadi bergeser dari sekadar melihat huruf demi huruf, kata demi kata dan kalimat demi kalimat. Pola lama ini sangat memakan waktu sehingga rentan terhadap kejenuhan dan ketidaktuntasan. Apalagi jika pola dan gaya bahasa yang tersaji kurang menampilkan impresi yang menggemaskan atau keunikan yang menggelitik.

Belakangan muncul beberapa macam teknik membaca cepat, seperti speed-reading, super-reading, fast-reading, quantum reading, dan semacamnya. Meskipun secara durasi cukup menjanjikan karena memfasilitasi waktu penyelesaian yang lebih singkat, namun belum menjamin tingkat penyerapan dan pemahaman yang memadai atas isi materi dalam media informasi tersebut. Mengapa? Karena proses itu belum berubah dari sekadar menggunakan potensi tradisional, yaitu pikiran sadar (consciousness) manusia yang menggunakan main vision. Bahkan bukan tidak mungkin karena mengedepankan kecepatan, maka kedalaman pemahaman akan isi informasi menjadi tercecer.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 9.3/10 (4 votes cast)
Apr 28

Oleh: Charles Swindoll, ulasan lebih lanjut: Hingdranata Nikolay
Director INSPIRASI INDONESIA / NLP INDONESIA

Selama kepemimpinan Thomas Jefferson, ia dan sekelompok pelancong sedang menyeberangi sungai yang arusnya sangat kencang. Setiap orang yang menunggang kuda harus berjuang untuk tetap bisa menyeberang tanpa jatuh di sungai. Seorang pelancong yang bukan bagian dari kelompok manapun, menyaksikan beberapa pelancong berkuda hendak menyeberangi sungai, lalu meminta Presiden Jefferson untuk membantunya menyeberang di atas kuda bersama Sang Presiden. Sang Presiden menyetujuinya tanpa ragu, lalu orang asing tersebut menaiki kuda Sang Presiden. Keduanya sampai dengan selamat ke seberang. Seorang anggota kelompok Sang Presiden bertanya ke orang asing ini, “Kenapa Anda secara khusus meminta Sang Presiden untuk membantu Anda?”. Orang asing ini terkejut, mengaku ia sama sekali tidak tahu bahwa yang membawanya selamat sampai ke seberang sungai adalah Presiden Amerika Serikat. “Yang saya tahu,” katanya, “Bahwa di wajah beberapa orang di kelompok Anda tertulis kata ‘TIDAK’ dan di beberapa wajah tertulis kata’ YA’. Wajahnya adalah wajah ‘YA’!”

=========

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 9.5/10 (2 votes cast)
Apr 24

by Daniel Kurniawan

Susan, bukan nama sebenarnya. Hari itu dia merasa kesal sekali terhadap perkataan suaminya semalam. Sudah capek seharian mengurus si kecil seharian. Mulai dari mencuci pakaian, membuatkan susu, sampai menyapu dan mengepel lantai. Rasanya tulangnya mau patah dan remuk. Dia sudah mempunyai keinginan menumpahkan semua amarahnya hari ini kepada suaminya. Biar suaminya tahu apa yang sudah dia kerjakan setiap hari.

Waktu yang dia tunggu-tunggu pun tiba. Semua kata-kata sudah dia rancang dalam pikirannya. Biar tahu rasa, pikirnya dalam hati. Susan pun siap-siap. Dia menarik nafas dalam-dalam. Suaminya pun datang. Langsung dia mau marah dan ups….tiba-tiba suaminya tersenyum dan menggeleng-geleng kepala seperti Mr. Bean. Susan binggung dan terdiam sebentar. Kemudian dia tertawa terpingkal-pingkal. Ha….ha…he…he…he…Wajah suaminya lutu banget…..Akhirnya amarah yang dia pendam pun hilang seketika. Susan pun nggak bisa marah lagi…. Gara-gara mimik lutu sang suami….

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 9.7/10 (3 votes cast)
Apr 24

by Tjia Irawan

Ada salah satu cabang olah raga yang begitu fenomenal di Indonesia , yaitu sepakbola. Namun disebut fenomenal bukan karena prestasi cabang olahraga tersebut di negara ini begitu fenomenal, justru kebalikannya.

Dapatkah ANDA bayangkan dengan potensi jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa, namun untuk menghasilkan satu tim sepakbola yang sanggup berbicara dikancah dunia saja tidak sanggup ?

Apa yang salah ?

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 8.8/10 (4 votes cast)
Apr 22

by Henry Yonathan

Pemilihan wakil rakyat baru saja selesai. Beberapa minggu sebelum hari-H pencontrengan; sejumlah ahli jiwa sudah memprediksi bahwa para caleg yang tidak lolos ataupun tidak siap menerima kenyataan akan kekalahan mereka memiliki kans untuk stress ringan hingga gangguan jiwa berat. Hal ini berdasarkan pengamatan mereka terhadap beberapa kasus yang muncul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang lebih dahulu berlangsung di banyak daerah di Indonesia.

Kenyataan bahwa banyak uang dan waktu yang harus dikorbankan oleh para caleg dalam menarik perhatian para calon pemilih. Bahkan tidak sedikit yang sampai menggadaikan harta benda dan meminjam sana sini demi untuk mewujudkan impiannya. Sayangnya, mereka hanya siap menang. Kalah dan kehilangan banyak hal tidak ada dalam bayangan mereka.

Apa jadinya jika seseorang menghadapi bahwa FAKTA dan KEYAKINAN mereka ternyata tidak sesuai? Bila seseorang tidak kuat mental maka ia akan mengalami stress atau tekanan dalam hidupnya; salah satu yang mungkin terjadi adalah schizophrenia.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Apr 21

by Ronny F Ronodirdjo

Kemenangan Barrack Obama, memang menyisakan banyak euphoria, desas desus dan spekulasi dalam berbagai hal. Di internet puluhan artikel mungkin sudah menuliskan dan menuduh bahwa Obama menggunakan conversational hypnosis, dari tuduhan serius terang-terangan, ataupun yang secara malu-malu mengatakannya.

Wow,
Benarkah Obama menggunakan hypnosis untuk kemenangannya…?
Tidak ada pengakuan sekalipun dari Obama mengenai hal ini… Jadi kita anggap saja Obama tidak pernah melakukan dengan sengaja, kita anggap saja kemampuannya ber-linguistic adalah alamiah. Toh demikian, kita tetap bisa mereguk banyak manfaat dari gaya pidatonya.

Jadi bagaimana?
Mari kita gunakan NLP untuk menganalisis pidato-pidato Obama…, khususnya menggunakan Milton Model dan Meta Model dong…

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Apr 17

by Antonius Arif
Matthew adalah seorang anak yang spesial dan cukup cerdas berumur 6 tahun. Hanya dia mengalami kesulitan untuk memakan buah secara langsung. Karena dari dulu orang tuanya memberikan buah-buahan dalam bentuk jus alias diblender.
Suatu ketika, ayahnya mempelajari teknik mengenai NLP khususnya submodalities dan anchoring. Dan dia mencoba Matthew untuk memakan buah jeruk. Ibunya mencoba untuk meMAKSA Matthew untuk memakan jeruk tersebut dengan sedikit paksaan akhirnya masuklah jeruk tersebut dan terjadilah reaksi yang cukup aneh, dia memuntahkan jeruknya dan dari tenggorokannya seperti dia ingin memuntahkan isi perutnya.
Ayahnya melihat kejadian tersebut, lalu dia mencoba memakai teknik berbeda.

“Matthew suka coklat bukan?”
Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Apr 16

by Hingdranata Nikolay
Director INSPIRASI INDONESIA / NLP INDONESIA

Setiap kecenderungan di sebuah konteks tertentu awalnya terkreasikan dari sebuah perilaku baru. Awalnya pun kita tidak cenderung untuk berpikir atau berperilaku tertentu, dan kita mulai dari sesuatu yang baru. Kita ulangi, ulangi, dan ulangi. Ada re-inforcement atau ada sesuatu yang kita peroleh dari situ, entah reward, rasa aman, terhindar dari resiko, atau apapun itu, sehingga kita ulangi. Melewati waktu, dengan repetisi tersebut kita menjadi nyaman dan mahir di cara berpikir dan berperilaku tersebut. Semua kecenderungan prinsipnya adalah ‘dipelajari’ dan ‘dimahiri’.

Ini usulan ‘cara’, tanpa perlu melibatkan teknik2 NLP yang tidak dipahami secara detil oleh awam.

1. REPETISI.
Apabila di sebuah konteks kita ingin bisa lebih ‘away’, maka pelajari kecenderungan yang bermanfaat di konteks tersebut lalu LAKUKAN. Kalau kita tidak biasa beroperasi dengan program ‘away’ tentu ada potensi tidak nyaman di awal. Bagi beberapa orang, itu tanda ‘bukan gue banget’, atau ‘nggak bisa!’, yangmana kemudian mereka stop. Sah-sah saja, kalau itu PILIHAN sendiri. Tapi bagi seorang NLP, karena mau beroperasi dengan program ‘away’ di konteks tersebut, ini disebut tahap ‘belajar’ di level ‘inkompetensi sadar’ dan ‘kompetensi sadar’. Istilah umumnya, jatuh bangun, melakukan dengan masih sadar bahwa tidak enak, belum lancar, masih kurang nyaman, harus selalu dikontrol, masih butuh bimbingan, dan lain-lain.
Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 5.0/10 (2 votes cast)
Apr 16

by Daniel Kurniawan

Yanto, 8 tahun, sudah berulang kali diperingatkan orang tuanya agar pipis dulu sebelum tidur. Namun, saran orang tuanya ini tidak cukup ampuh untuk mencegah supaya Yanto tidak pipis celana tengah malam. Bahkan, suatu malam ketika orang tuanya lupa memasangkan pampers. Kebiasaan Yanto ngompol di tempat tidur memakan korban. HP orang tuanya menjadi rusak. Orang tua Yanto tak habis pikir. Mengapa anaknya masih juga mempunyai kebiasaan “ngompol” di tengah malam. Padahal sudah berbagai cara dilakukannya untuk membuang kebiasaan anaknya itu.

Mungkin kasus Yanto ini masih banyak terjadi di kalangan orang tua. Walaupun bukan suatu kasus yang cukup serius tapi sering menjadi masalah yang terus berulang bagi kita sebagai orang tua.

Melihat kasus yang dialami Yanto membuat saya bertanya bagaimana cara memprogram anak supaya dapat “ngompol” sendiri di kamar mandi. Aha, untungnya saya mendapatkan sebuah pembelajaran yang luar biasa dari seorang ibu. Namanya kita sebut saja Ibu Juni. Seorang ibu rumah tangga, yang mempunyai anak perempuan sebanyak tiga orang. Dari cerita ibu ini. Anak-anaknya tidak pernah “ngompol” di celana lagi sejak usia mereka beranjak tujuh bulan. Kabar baiknya, Ibu ini mau berbagai rahasia bagaimana cara mudah memprogram anak “ngompol” sendiri ?

Read the rest of this entry »

VN:F [1.1.6_502]
Rating: 9.0/10 (1 vote cast)