Tidak banyak orang yang menyadari bahwa selama ini telah terjadi pemerkosaan masal yang mengatasnamakan Berpikir Positif. Dan saya adalah salah satu dari korban pemerkosaan tersebut. Yang luar biasa, banyak yang sepertinya ketagihan akan jenis pemerkosaan ini!
Berpikir Positif sudah lama digaungkan dan bahkan sampai sekarang masih dapat Anda temukan buku-buku baru ataupun cetak ulang serta seminar-seminar mengenai Berpikir Positif. Tampaknya Berpikir Positif ini memang merupakan komoditi yang sangat laku dijual dan termasuk dalam kategori Virus of The Mind (baca buku Virus of The Mind oleh Richard Brodie, Edisi terjemahan berjudul: Virus Akalbudi).
Hal ini mengingatkan saya akan bunyi status Facebook dari seseorang yang berbisnis MLM (Multi-Level Marketing) yang membicarakan banyaknya hal Negatif di luar sana (baca: di luar komunitas pelaku MLM). Dan sebelumnya saya juga sempat membaca (lagi) status Facebook seorang petinggi MLM yang pernyataannya kurang lebih adalah bahwa informasi Negatif lebih parah dari virus yang mematikan.
by : Antonius Arif. CH, CHt, CI, LMNLP, MTLT
Director School of Mind Reprogramming
Ketika saya mengambil Certified Instructor Hypnosis National Guild of Hypnotist,inc (NGH), saya diberikan hadiah sebuah buku tentang kisah hidupnya Milton Erickson. Asal mula kenapa dia menggunakan utilization serta dia belajar hypnosis dengan siapa serta ketertarikan dia dengan Automatic writing. Ini sangat menarik saya.
Milton Erickson lahir dari keluarga yang sangat sederhana dan cenderung miskin. Karena kondisi keluarganya yang miskin, dia sering memperhatikan dan melihat bahwa bapaknya dalam bertani sering menggunakan benda disekitar untuk bertani dan beternak tanpa harus membeli benda yang khusus untuk itu. Dan menariknya lagi, ibunya juga bila sedang mengupas buah atau sayuranpun kadang dia menggunakan bekas botol alkohol dibanding pisau. Disinilah menurut buku tentang hidupnya Milton Erickson kenapa dia menggunakan utilisation sangat luar biasa.
Juga saat dia muda ketika terkena polio, dokter mengdiagnosa dia bahwa dia tidak akan bisa melihat matahari besok pagi karena dia akan meninggal, tetapi yang dilakukan dia adalah dia mengatur tempat tidurnya sedemikian rupa dan dia taruh kaca untuk menghadap kepada dia dan kaca itu menghadap matahari agar dia bisa melihat matahari. Dan dia mau melawan takdir kata dia. saat matahari terbit, dia merasa sangat senang karena telah melewati matahari terbit dan lalu di tidak sadarkan diri selama 3 hari. Disinilah awal mula mengenai kekuatan pikiran dapat mengalahkan penyakit.
Suatu hari diakhir bulan Desember 2009, saya browsing kesalah satu situs yang didalamnya terdapat event mengenai NLP. Membaca judulnya yang menarik memicu rasa iseng saya untuk melihat materi yang dibahas. Salah satu poin yang menjadi materi kelas tersebut adalah “Bagaimana membangun keakraban dengan orang baru dalam waktu 3 detik / kurang”. Wow, kira-kira bagaimana ya caranya? Baiklah berikut ini sebagian dari materi dalam salah satu buku yang sedang saya tulis.
Seseorang yang sudah pernah mempelajari materi dasar NLP tentunya akan sangat paham apa yang dimaksud dengan kata “keakraban”, yaitu rapport yang berasal dari bahasa Perancis yang dapat diartikan sebagai sebuah hubungan/relasi yang harmonis, nyaman, serasi atau afinitas (ketertarikan atau simpati yg ditandai oleh persamaan kepentingan).
Match-Mirror
Dalam banyak literatur NLP, membangun rapport dapat dilakukan dengan cara matching-mirroring, yang merupakan mengikuti atau meniru komunikasi verbal dan non-verbal mitra komunikasi kita. Konon dalam kondisi rapport yang dalam, gerak-gerik dan bahasa tubuh mereka akan memiliki kecenderungan yang mirip.
by Tjia Irawan
Menjadi seorang narasumber tetap dalam sebuah talkshow radio yang membahas tentang pengembangan SDM, saya sering mendapatkan pertanyaan atau curhat dari pendengar yang isinya tentang karir yang tidak naik-naik. Atau atasan yang seenaknya. Ada juga lingkungan kerja yang tidak nyaman dan masih banyak lagi cerita kondisi yang membuat dirinya tidak segera menjadi cemerlang.
Setelah menggali lebih dalam lagi dari para penanya melalui beberapa pertanyaan klarifikasi; ternyata memang benar bahwa karirnya tidak naik walaupun ia telah bekerja belasan tahun. Memang benar bahwa perilaku atasannya seenaknya saja. Dan juga benar lingkungan kerjanya tidak nyaman.
Pertanyaan saya adalah apakah karena hal-hal tersebut di atas lalu seluruh kehidupan orang tersebut seolah-olah berhenti dan ia tidak memiliki lagi jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut?
By : Antonius Arif
School of Mind Reprogramming
Suatu ketika saat saya belajar untuk menjadi trainer dari Zig Ziglar, Krish Dhanam, Global ambasaddor dari Zig Ziglar bercerita kepada saya bahwa orang yang dianggap sukses adalah bila dia bukan hanya sukses dipekerjaannya saja tetapi juga sukses dirumah tangganya. Juga dia pernah berucap, bahwa dia mempunyai sebuah kebiasaan yang indah walaupun dia sering keluar kota bahkan keluar negeri tetap saja dia berbicara kepada istri serta anaknya. Bahkan dia selalu mengucapkan I love you setiap selesai pembicaraan di skype.
Saat saya tanya, apakah dia selalu mengucapkan i love you setiap hari? Dia katakan iya, lalu dia bercerita kepada saya kenapa terjadinya sebuah perselingkuhan. Bisa jadi karena pasangan kita kurang mendapatkan kata atau ucapan sayang dari pasangannya.
Berbeda saat pacaran dulu mungkin akan berhamburan kata sayang atau cinta. Tetapisaat menikah … duhhhh beda banget. Dan ada satu kata dari dia yang cukup bagus, kalau anda tidak mengucapkan kata sayang atau cinta maka suatu saat bisa saja tangki cinta dia akan kosong. Na bila tangki cintanya kosong maka bisa jadi ada orang lain yang mengisinya dengan cara mengatakan cinta. Apakah itu sama saja dengan tidak berabe? Gimana kalau akhirnya dia menangapi kata cinta tadi? Wuihhhhh ….. sudah tahu akhir ceritanya bukan J
by Tjia Irawan
Saya teringat kembali akan sebuah percakapan singkat di hari pertama bekerja. Ada sebuah pertanyaan yang saya tanyakan kepada rekan kerja saya yang duduk di meja sebelah.
“Sudah berapa lama mba bekerja di sini?” “Dua tahun”, jawabnya. Kemudian spontan saya menyelutuk,“Sudah lama juga, ya” dan dibalas oleh rekan kerja saya itu “Wah belum seberapa. Itu Mba X sudah 9 tahun di sini”.
Waktu itu saya berpikir, orang-orang yang jauh lebih senior saja masih duduk di level yang sama dengan saya. Bagaimana dengan saya yang anak kemarin sore hanya bermodallkan ijasah SMA? Bagaimana dengan karir saya nanti? Ah, nanti dululah.
By. Antonius Arif
Master Trainer School of Mind Reprogramming
Ketika istri saya sering melapor kepada saya bahwa istri saya sering ditendang atau dipukul oleh anak saya Matthew. Dan kita tidak tahu apa alasannya. Sampai akhirnya saya kebetulan pas ada dirumah dan melihat kejadiannya tersebut. Lalu saya mengambil keputusan untuk menghukum dia dengan duduk di bangku sekitar 5 menit. Saya dilahirkan dan dibesarkan dengan kekerasan orang tua. Bila saya salah, maka saya akan dipukul sampai saya menangis atau kadang babak belur dipukul. Tetapi saya tidak mau ini terjadi kepada anak saya. Maka yang saya lakukan hanya menghukum dengan duduk dibangku tadi.
Setelah saya hukum dia, saya mendudukan dia diatas meja dan saya duduk setinggi mata dia. Ini dilakukan agar anak merasa kita berbicara dengan dia dalam kondisi sederajat bukan lebih tinggi seperti yang biasanya orang tua lakukan. Anak duduk dan bapak berdiri atau anak berdiri tetapi orang tua tetap berdiri yang sudah pasti anak tersebut kalah tingginya. Sehingga yang terjadi biasanya informasi tidak dikeluarkan sama sekali. Lalu saya tanya kepada Matthew,
“Matthew, bolehkah Matthew kasih tahu papa yaitu bagaimana sih sampai Matthew bisa memukul mama?”.
by Tjia Irawan
Acapkali ketika sedang melakukan sesi wawancara dengan para calon karyawan baru, saya kadang terkenang akan masa-masa awal ketika saya pertama sekali diwawancara untuk hal yang sama. Dimana pada waktu itu, selepas SMA saya memutuskan untuk bekerja dan menunda sejenak pendidikan di perguruan tinggi. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kursus perbankan singkat yang pada akhirnya mengantarkan saya bekerja pada sebuah bank swasta nasional. (baca kembali; G.R.O.W. Your Life: #1 di sini)
Sebuah hal yang tidak pernah terlupakan adalah pertanyaan tentang kesediaan saya ditempatkan di bagian keuangan? Waktu itu, saya dengan serta merta dan tanpa berpikir panjang berkata, “Ya, saya bersedia!” Padahal dalam surat lamaran tersebut saya melamar sebagai staf administrasi kredit sesuai dengan kursus perbankan yang saya ikuti. Entahlah, mungkin saya terlalu terinspirasi dengan pepatah tidak ada rotan akarpun jadi. Yang penting diterima bekerja dululah; yang lainnya biar bagaimana nanti saja.
Singkat cerita setelah diterima bekerja dan beberapa kali pindah unit kerja, akhirnya saya pun menduduki posisi sebagai orang yang memiliki peran dan tanggung jawab sebagai pengelola SDM di perusahaan tempat saya bekerja.
by Tjia Irawan
Bagi saya kadang hidup ini membingungkan. Apalagi kalau kaitannya dengan mencari pasangan hidup. Untuk urusan yang satu ini, Anda dipersilahkan menilai saya agak narsis. Memang, saya bukanlah orang yang sulit untuk mendekati dan memulai sebuah hubungan dengan lawan jenis. Sebaliknya begitu mudahnya kawan-kawan wanita silih berganti mewarnai perjalanan hidup saya. Namun apakah dengan begitu mudahnya pula saya mencari pasangan hidup? Disinilah saya kena batunya!
Berbicara mengenai pasangan hidup artinya adalah orang yang akan berpasangan dengan saya untuk mengarungi lautan kehidupan bersama-sama.
Apabila saya ditanya ingin istri yang seperti apa? Secara jujur saya akui ketertarikan terhadap faktor fisik tertentu yang akan keluar menjadi jawabannya. Saya pikir, saya tidak sedirian. Coba saja amati realty show yang lagi naik daun; Take Me Out Indonesia. Begitu kandidat yang muncul tidak menarik secara fisik, langsung tanpa ampun pada mematikan lampunya.
By: Antonius Arif, SE, MM, CH, CHt, CI, MNLP, MTLT
School of Mind Reprogramming, Master Trainer
Sering banyak pertanyaan dari seseorang, bagaimana caranya agar selalu termotivasi secara terus menerus? Dan bagaimana caranya agar kita maupun orang lain yang bisa jadi itu adalah karyawan kita, keluarga kita bahkan anak kita termotivasi untuk melakukan sesuatu? Caranya sebenarnya mudah dan sederhana.
Caranya adalah bila dalam manajemen dikenal dengan yang namanya Punishment (hukuman) dan Reward (hadiah), sedangkan saya pernah juga membaca diwikipedia yang namanya konsep Carrot dan stick. Apa sih idiom dari kata itu? Yang jelas walau carrot itu artinya wortel bukan kita menjadi kelinci yang untuk memakan wortelnya hehehe…. Idiom dari Carrot dan Stick adalah suatu aturan yang menawarkan suatu kombinasi berupa hadiah (carrot) dan hukumkan (Stick) untuk mendorong menuju perilaku tertentu. Bila ini digambarkan adalah seperti bila anda menunggani seekor keledai dan bagaimana cara supaya keledai itu mau berjalan? Yang harus dilakukan adalah bila tidak dipukul pantatnya ya dikasih wortel dengan diikat disebuah batang kayu lalu dijulurkan ke mulutnya keledai tersebut sehingga dia mau berjalan.
Bagaimana dengan konsep dari NLP, konsepnya cukup sederhana yaitu di NLP mengenal yang namanya konsep Toward dan Away. Nah, ini apalagi konsep toward dan away? Konsepnya tetap sama dengan konsep diatas, yaitu Toward adalah mengejar atau mendekati sesuatu dan away adalah menghindari akan sesuatu yang membuat atau mengarahkan ke perilaku tertentu. Wuihh, gimana cara aplikasinya? Caranya sangat simpel dan sederhana.
