Dec 30

by Idrus Perkasa Putra

Sadarkah Anda bila sebagian orang bertahan dengan perilakunya yang negatif dan memilih untuk tidak dihilangkan dalam dirinya? Contohnya, orang menggemari rokok, latah, kecanduan game, pemarah, pemalu dsb. Dan tahukah Anda, dibalik semua itu ada hal baik di dalamnya menurut pelaku tersebut? Tentunya, jika hal ini dihilangkan dalam diri orang tersebut, kemungkinan dia juga kehilangan hal positif dalam dirinya. Menariknya, negatif menurut Anda belum tentu negatif menurut orang tersebut! Yang penting untuk diingat adalah, manusia selalu hidup dan membentuk dunianya sendiri, oleh karenanya setiap manusia itu unik, dan salah besar bila memaksakan apa yang ada dipikiran kita untuk menjadi pemikiran orang lain!

Underlying Every Behaviour Is a Positive Intention, ini merupakan salah satu presuppositions dalam Neuro-Linguistic Programming (NLP) yang berartikan Selalu Ada Maksud Baik Dibalik Sebuah Perilaku. Dan inilah yang menyebabkan beberapa dari manusia bertahan dengan perilakunya yang negatif dan memilih untuk tidak dihilangkan dalam dirinya!

Dari beberapa teman terapis saya, ada yang memiliki anggapan yaitu “SAYA DAPAT MENYEMBUHKAN SETIAP PERMASALAHAN KLIEN YANG DATANG KE SAYA”, Bagus juga sih mempunyai anggapan seperti ini, TAPI persepsi seperti ini ternyata SALAH BESAR !!! (Menurut Saya). Dan kira-kira inilah yang menyebabkan beberapa sesi hipnoterapi terhadap perubahan sebuah perilaku manusia tidak berhasil.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 7.0/10 (3 votes cast)
Dec 19

by Tjia Irawan

Ide  yang tertuang dalam NLP BUSINESS SERIES diinspirasikan dari pengalaman Penulis sebagai Executive Coach, Praktisi Bisnis, dan Praktisi Pengembangan  Sumber Daya Manusia. Penulis percaya ada banyak hal yang belum lengkap yang seharusnya ada di dalam setiap artikel yang dibahas. Harapan penulis adalah NLP BUSINESS SERIES dapat menjadi seperti sebuah Operating System Komputer yang bernama LINUX dimana setiap orang yang memiliki KOMPETENSI tertentu dapat MENAMBAHKAN PENGETAHUAN dan pengalamannya ke dalam artikel ini sehingga artikel ini semakin kaya, semakin berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi para Pelaku Bisnis.

NLP BUSINESS SERIES

NEURO LOGICAL LEVEL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS

Neuro Logical Level atau selanjutnya penulis menyebutnya sebagai NLL saja adalah Metode NLP yang penulis sukai. Mengapa? Karena metode ini dapat diaplikasikan secara luas dalam berbagai area termasuk area bisnis.  NLL sangat menarik diaplikasikan dalam dunia bisnis karena dapat diaplikasikan ke dalam konsep berpikir strategis. Konsep berpikir strategis inilah yang menjadi kunci bagi PERUSAHAAN untuk memenangkan persaingan. Bagi seorang Business Practitioner yang terlibat dalam pengambilan KEPUTUSAN STRATEGIS mungkin tanpa disadari apa yang penulis tulis ini sebenarnya telah dipahami dan diaplikasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Penulis tidak akan membahas level-level NLL seperti Environment, Behaviour, Capability, Value & Belief, Identity dan Spiritual sebagaimana yang sering kita baca bersama dalam buku-buku dan artikel-artikel, akan tetapi penulis akan membahasnya lebih sebagai kerangka berpikir dalam pengambilan sebuah KEPUTUSAN STRATEGIS sebagaimana konsep awal dari setiap artikel NLP BUSINESS SERIESS. Bagaimana persisnya kerangka berpikir tersebut digunakan, penulis akan membaginya menjadi 6 bagian di bawah ini :

1.       Kapan dan Dimana

2.       Apa

3.       Bagaimana

4.       Mengapa

5.       Siapa

6.       Untuk Tujuan Apa

MENGAPA

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (4 votes cast)
Dec 15

Oleh : Owen Fitzpatrick

Penterjemah : Tim NLP Into Action

Sumber http://owenfitzpatrick.com/blog/nlp-doesn%E2%80%99t-change-your-life-you-do/

Salah satu hal yang saya sukai pada sebuah wawancara dengan Richard Bandler beberapa tahun lalu adalah ketika Bandler ditanya akan menuju kemanakah NLP? Dia segera menjawab bahwa NLP tidak akan kemana-mana, sebab NLP bukanlah sesuatu yang hidup. Tentu saja, kita semua berbicara ‘tentang’ NLP dan terkadang bahasa kita menyebutnya sebagai seolah-olah ‘itu’ (sesuatu yang hidup). Namun kuncinya adalah jangan mengasumsikan bahwa NLP mampu mengubah kehidupan kita. Karena ‘itu’ (NLP) tidak dapat melakukannya. Hanya kitalah yang mampu.

Baru-baru ini Irish Institute of NLP merayakan ulang tahunnya yang kesembilan. Selama hampir sepuluh tahun, mitra saya dalam pelatihan, Brian Colbert, dan saya telah mengajar ribuan orang dari berbagai belahan dunia untuk menggunakan keterampilan dan sikap ber-NLP untuk mengubah hidup mereka.

Salah satu hal yang saya yakini yang dapat membuat kami menonjol dan memberikan pelatihan berkualitas tinggi adalah fokus yang kami miliki dalam membuat konsep-konsep menjadi sederhana. Sepanjang yang saya perhatikan, hal ini terbilang langka di bidang Neuro-Linguistic Programming. Yang seringkali terjadi adalah semakin suatu ide terdengar rumit maka seharusnya semakin bernilai mahal.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 9.7/10 (6 votes cast)
Nov 1

by Erni Julia Kok

Steve Paul Jobs (lahir 24 Februari 1955 dan meninggal 5 Oktober 2011) diakui sebagai inovator yang telah banyak menginspirasi orang-orang muda lain di dunia. Ketika belajar di sekolah menengah di Cupertino, Steve memanfaatkan waktu luang untuk menghadiri perkuliahan di The Hewlett-Packard Company di Palo Alto. Saking sering hadir di sana, dia menjadi terkenal, hal ini menyebabkan dia direkrut sebagai summer student. Di sanalah, pada usia baru 13 tahun, Jobs bertemu Stephen Wozniak sesama karyawan paruh waktu di musim panas. Keduanya segera menjadi konco pret dan tidak lama kemudian Jobs mulai membantu Wozniak menjual penemuannya yang ilegal—karena dapat dipasang pada telepon untuk digunakan menelepon jarak jauh tanpa harus membayar. Di samping itu Jobs juga memanfaatkan waktu luangnya untuk memperbaiki dan menjual sistem stereo.

Setamat sekolah menengah tahun 1972, Jobs kuliah di Reed College, Portland, Oregon, tapi dia segera menyadari tidak berminat mencapai gelar sarjana. Hanya bertahan satu semeter, Jobs berhenti. Walaupun demikian, dia bertahan selama setahun dengan hanya mengikuti mata kuliah filosofi, fisika, dan sastra. Dua tahun kemudian Jobs kembali ke California dan bergabung dengan klub pehobi komputernya Wozniak (The Homebrew Computer Club). Selain itu, Jobs mulai bekerja sebagai teknisi di Atari, perusahaan yang waktu itu memproduksi video games.

Bekerja di Atari memungkinkan Jobs menabung cukup uang sehingga dia dapat jalan-jalan ke India bersama seorang teman dari masa kuliah di Reed College, Daniel Kottke—kemudian menjadi karyawan pertama Apple. Sekembalinya ke California, Jobs mendapat tawaran dari Atari untuk membuat atau lebih tepatnya menciptakan semacam papan sirkuit yang akan diinstal pada mesin permainan “The Game Breakout”. Karena kurang paham tentang papan sirkuit, Jobs mengajak Wozniak bekerja sama. Singkat cerita, pengalaman bekerja sama di Atari ini berlanjut sebagai bibit yang menumbuhkan pohon “Appel”, sebuah perusahaan yang paling sukses dan revolusioner di abab ke-20.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
Oct 9

by Johny Rusly

Seorang profesor sedang membawakan pelajaran tentang bagaimana kata-kata dapat memberi pengaruh kepada seseorang.

Mahasiswa yang duduk di pojok kanan ujung belakang, mengacungkan tangan, berdiri, lalu menyatakan ketidak-setujuan terhadap pernyataan profesor.

Profesor dengan santai menjawab, “terima kasih atas tanggapannya, silahkan duduk kembali ANAK HARAM JADAH!”

Tidak hanya mahasiswa tersebut, seluruh kelas geger mendengar ucapan profesor. Gumanan suara, bagaikan dengungan lebah, memenuhi seisi ruangan.

Mahasiswa itu, dengan badan gemetar dan muka merah padam, duduk kembali.

Pas ketika badan mahasiswa tersebut menyentuh kursi, sang profesor berkata dengan suara yang lembut, “Maafkan saya, tadi saya salah memilih kata. MAUKAH ANDA MEMAAFKAN SAYA?”

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (4 votes cast)
Sep 30

by Wahyudi Akbar

Apa itu pikiran?

Apa itu Belief?

Apakah memungkinkan bagi saya untuk berpikir dan tidak mempercayainya?

Tentunya Anda dapat berpikir tentang sesuatu dan merepresentasikan sesuatu di dalam representasi internal Anda tanpa mempercayainya. Berpikir adalah satu hal; mempercayai (believing) juga adalah hal yang lain. Bila demikian, maka apa yang membedakannya? Kita dapat berpikir tentang sesuatu tanpa mempercayainya, bukankah itu adalah sesuatu yang dashyat bahwa kita dapat berpikir namun tidak mempercayainya.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 9.8/10 (4 votes cast)
Sep 27

By Dudi Mardiyansyah

Mengapa karyawan, pengusaha, pegawai lainnya belum bisa menjalankan tugas, tanggung jawab dengan optimal dan profesional?

Pakar HR mengatakan, karena belum kompeten

……………………………

Kompeten/Kompetensi Itulah kata yang sering kita dengar…..

Lalu…….

Apa itu kompetensi…………

Apa Manfaatnya……………

Bagaimana cara meningkatkan kompetensi……

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
Sep 20

by Daniel Kurniawan

Hehehe…akhirnya saya kembali menulis lagi. Begitu banyak yang tanya ke saya. Kok nggak menulis lagi sih? Sibuk? Sebenarnya sih bukan sibuk atau pun sudah lupa nulis. Terus terang bukan terang terus ya…ha…ha…ha… Sebenarnya saya sedang melatih diri supaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jadi biar tulisannya menjadi bermakna dan mempunyai jiwa. Malu juga rasanya jika menulis tanpa melakukannya terlebih dahulu. No Action Teori Doang…..hehe…he…he..Bila menulis pengalaman diri sendiri jauh lebih enak dan plong. Apalagi setelah orang lain membaca dan mendapatkan makna.

Bagi saya menulis itu adalah sebuah tantangan. Apalagi menghasilkan sebuah tulisan yang bermutu bagi orang lain. Tantangan itu sangat dibutuhkan dan diperlukan dalam kehidupan kita.  Dulu waktu saya kecil. Ketika masih nakal-nakalnya. Rasanya malu untuk menolak. Apabila ada tantangan berkelahi. Bahkan kami sering berkelahi secara sembunyi-sembunyi. Menghindar dari kedua orang tua. Bila perlu kami berkelahi di lapangan bola.  Cukup membawa beberapa orang teman. Yang sering menjadi supporter dadakan. Mereka dengan semangat berteriak menyemangati kami. Pukul sana, pukul sini. Tak jarang sambil adu tendangan, adu pukulan dan adu ilmu. Mulai dari ilmu pencak silat, ilmu kungfu ala Bruce Lee. Sampai ilmu “ngibrit”. Bila lawan yang dihadapi tidak sepadan.

Tantangan Dalam Berbisnis

Ternyata ilmu tantangan ini adalah ilmu kehidupan.  Hampir sama dengan ketika kita memulai sebuah bisnis ada unsur tantangan di awalnya. Bila kita berhasil mengatasi setiap tantangan maka bisnis kita dapat dikatakan sukses.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 9.8/10 (4 votes cast)
Sep 9

by Ferdynando D. Savio

Salah satu kunci dari seorang praktisi NLP adalah kemampuannya dalam menggunakan Asosiasi dan Disosiasi. Apa itu? Asosiasi bisa kita ibaratkan sedang bermain game dan melihat dari mata jagoannya (orang pertama), sementara dengan Disosiasi kita dapat melihat seluruh tubuh tokoh jagoannya (orang ketiga).

Pertanyaannya apakah kita bisa seperti permainan itu? Yes! Kita bisa!

Inilah salah satu kemampuan manusia yang tidak diajarkan disekolah. Para peracik NLP pun memperoleh pemahaman atas kemampuan manusia ini berdasarkan hasil pengamatan terhadap manusia itu sendiri. Menarik bukan?

Saat kita ter-Asosiasi, kita sepenuhnya terlibat dalam pengalaman tersebut. Karenanya emosi kita pun menjadi lebih terlibat dan lebih besar.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
Sep 4

by Muhammad Iqbal

Coba deh perhatikan iklan, ada yang bilang Rambut mu Aset mu. Berarti rambut dapat dijadikan duit /segala sesuatu yang bernilai. Jelas gw menolak ini lha wong konsisten botaks sejak tahun 2002 .  Gak berapa lama sejak gw liat iklan itu baca dong di internet mengenai ada seorang artis namanya X. jujur gw juga baru tahu dia artis lantaran film yang dibintangin Pocong Mandi Goyang Pinggul. Dari judulnya aja jelaskan jenis film seperti apa ini?

Dalam wawancar Si X dengan gamblang bilang “Namun ketika terjun ke dunia model, X malah menyesal, karena ukuran dadanya yang besar itu kini diakuinya menjadi salah satu aset yang mendatangkan banyak rezeki.
“Ya ampun kok bodoh banget aku dulu ya, nggak pede dengan payudara aku. Malah sekarang dengan payudara seperti ini justru mendatangkan banyak rezeki buat aku. Ini aset yang berharga,” ungkapnya.

Membaca ini jelas gw sebel, lhaa mang gw butuh payudara besar untuk mendatangkan banyak rejeki. Aye kan cowok bukang lekong ataupun Chong Ping Li alias benCHONG PINGgir kaLI. Kasihan yah kalo ada cewek yang rambut pendek, cewek yang payudaranya kecil jadi gak punya asset.

Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 9.4/10 (5 votes cast)